MEDICAL MALPRACTICE SEBAGAI PELANGGARAN ATAS PROFESIONALISME DOKTER DALAM PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER DAN PASIEN BERKAITAN DENGAN SUB SISTEM EKONOMI DAN TEKNOLOGI

DEWI, DYAH ADRIANTINI SINTHA (1999) MEDICAL MALPRACTICE SEBAGAI PELANGGARAN ATAS PROFESIONALISME DOKTER DALAM PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER DAN PASIEN BERKAITAN DENGAN SUB SISTEM EKONOMI DAN TEKNOLOGI. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

In this thesis that is titled "Medical Malpractice as Transgression to Doctor s Proffesionalism in the Enforcement of Right and Obligation of Doctor and Patient related with Economy Sub System and Technology" tries to reveal about the meaning behind malpractice performed by doctor and patient s attitude in facing of act mentioned related with law cultural matter and the form of sanction imposed by doctors that perform malpractice mentioned. Analysis of the result of research on the field reveals that main factor which causes occuring malpractice is because such doctor lacks to observe medical professional standard that is apparent whith the existing act which is not careful enough hence causing a loss to the patient. In addition also existing support from culture which develops in the society that such doctor profession is always surrounded by glittering material hence the element toward having higher level of economy that other profession in strong enough. This matter apparently has influenced doctor to perform deviating act whith purpose to obtain big income quickly. On the other side of the society perseption is not precise to the Court because of existing assumption of trial process that takes long time and existing pessimistic attitude that in the court doctor must win because in reality to have higher ability in medical field than pateint, hence may suggest various justification reasons for his act though harming the patient. This matter is apparent in the case which enters the Court in Jawa Tengah just there are 2 (two) i.e. in 1981 at Pati State Court and in 1993 at Semarang State Court. Regarding sanstion imposed to doctor that performs malpractice it may be divided to 2 (two) groups i.e. sanction from the profesion container i.e. IDI as well as legal sanction imposed by the Court either criminal or private. Both groups of sanction mentiened can be imposed together. Di dalam tesis yang berjudul "Medical Malpractice sebagai Pelanggaran atas Profesionalisme Dokter dalam Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Dokter dan Pasien berkaitan dengan Sub Sistem Ekonomi dan Teknologi" ini berusaha untuk mengungkapkan tentang makna di balik malpraktek yang dilakukan oleh dokter dan sikap pasien dalam menghadapi tindakan tersebut berkaitan dengan masalah budaya hukum sena bentuk sanksi yang dijatuhkan pada dokter yang melakukan malpraktek tersebut. Analisa terhadap hasil penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan terjadinya malpraktek adalah karena dokter itu kurang mengindahkan standard profesi medik yang terlihat dengan adanya tindakan yang kurang hati-hati sehingga menimbulkan kerugian bagi pasien. Di samping itu juga adanya dukungan dari budaya yang berkembang dalam masyarakat bahwa profesi dokter itu senantiasa dilingkupi oleh gemerlapnya materi sehingga unsur untuk mempunyai tingkat ekonomi lebih tinggi dari profesi lain cukup kuat. Hal ini ternyata telah mempengaruhi dokter untuk melakukan tindakan menyimpang dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan yang besar secara cepat. Di sisi lain persepsi masyarakat terhadap lembaga peradilan kurang tepat karena adanya anggapan proses pengadilan yang memakan waktu panjang serta adanya sikap pesimis bahwa dalam persidangan pasti dokter yang menang karena dalam kenyataannya mempunyai kemampuan di bidang medik lebih tinggi dari pasien, sehingga dapat mengemukaan berbagai alasan pembenar bagi tindakannya yang sekalipun merugikan pasien. Hal ini terlihat dari kasus yang masuk ke Pengadilan di Jawa Tengah baru ada 2 (dua) yaitu tahun 1981 di Pengadilan Negeri Pati dan tahun 1993 di Pengadilan Negeri Semarang. Mengenai sanksi yang diberikan kepada dokter yang melakukan malpraktek dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu sanksi dari wadah profesi yaitu IDI maupun sanksi hukum yang dijatuhkan oleh Pengadilan baik

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:12963
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Jun 2010 11:26
Last Modified:02 Jun 2010 11:26

Repository Staff Only: item control page