Metabolisme Protein dan Laju Penurunan Produksi Susu Akibat Pemberian Souropus androgimus Men (Katu) pada Ransum Sapi Perah Friesian Holstein (Protein Metabolism and Decrease Milk Production Consequence intake Sauropus androgynus Men ( Katu ) on Milk Cow Friesian Holstein Feeding)

SUKARDI, SUKARDI (2005) Metabolisme Protein dan Laju Penurunan Produksi Susu Akibat Pemberian Souropus androgimus Men (Katu) pada Ransum Sapi Perah Friesian Holstein (Protein Metabolism and Decrease Milk Production Consequence intake Sauropus androgynus Men ( Katu ) on Milk Cow Friesian Holstein Feeding). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1997Kb

Abstract

This study intends to know influence intake Katu on feeding to protein feeding metabolism digesting, value blood urea, and persistence on milk cow Friesian Holstein (FH). Accomplishiment of this study on August to October 2004 at milk cow farm C.V. ARGASARI, Winong, Boyolali. Material of this study consist : 1) 12 FH cows; 2) concentrate feed; 3) katu powder; instrument of this study consist : 1) digital animal weigh; 2) feed weigh; 3) urine colecting tools; 4) centrifuge. Treatment of this study are : To = corn vegetable + concentrate + katu 0% from bodyweigt as control; Ti = corn vegetable + concentrate + katu 0.02% from bodyweigt; T2 = corn vegetable + concentrate + katu 0.04% from bodyweigt. Programme of experiment is Complete Random Programme with three treatment (Ti and T2) and one control (To), and each of treatment repeat for 4th. Measure of parameter consist 1) protein retention; 2) Net Protein Utilization (NPU); 3) Biological Value (BV) protein; 4) blood urea; 5) milk protein and 6) milk production persistence. Result of study show that intake Katu non influence for all variable. For treatment To, Ti and T2 each of treatment have average : 1) nitrogen retention 0.1385 kg/ one/day; 0.1429 kg/ one/day and 0.1597 kg/ one/day; 2) NPU for each of treatment : 64.01%; 70.04% and 64.63%; 3) BV for each of treatment: 78.02%; 81.37% and 77.81%; 4) blood urea : 23.22 mg/di; 20.53 mg/dl and 23.12 mg/di; 5) milk protein for each of treatment : 3.49%; 3.47% and 3.45%; 6) persistence of milk production for each treatment : 0.94%; 0.81% and 0.55%. Conclusion : intake Katu 0.04 kg BW on milk cow Friesian Holstein (FH) feeding not influence to protein feeding metabolism and persistence milk production. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian katu dalam ransum terhadap metabolisme protein pakan, kadar protein susu, kadar urea darah, persistensi produksi susu pada Sapi Perth Friesian Holstein (FH). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2004 di Peternakan sapi perch CV. ARGASARI Desa Winong, Kecamatan Kota, Kabupaten Boyolali. Materi penelitian yang digunakan terdiri dari: 1) 12 ekor sapi FH, 2) pakan konsentrat, 3) serbuk katu. Peralatan yang digunakan adalah: 1) timbangan ternak digital, 2) timbangan pakan, 3) alat penampung urine, 4) sentrifuge. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: T0 = Tebon jagung + Konsentrat + Katu 0% dari BB, sebagai kontrol. T = Tebon jagung + Konsentrat + Katu 0,02% dari BB T 2 = Tebon jagung + Konsentrat + Katu 0,04% dari BB Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan (T1 dan T2) dan satu control (TO ), masing-masing perlakuan diulang empat kali. Parameter yang diukur meliputi : 1) retensi protein, 2) "Net Protein Utilization" (NPU), 3) "Biological Value"(BV) protein, 4) ) urea darah , 5) protein susu dan, 6) persistensi produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian katu berpengaruh tidak berpengaruh terhadap semua variable yang diamati. Untuk perlakuan TO; T1 dan T2 masing-masing mempunyai rataan 1) retensi nitrogen 0,1385 kg/ekor/hari; 0,1429 kg/ekorr/hari dan 0,1597 kg/ekor/hari; 2) NPU masing-masing 64,01%; 70,04% dan 64,63%; 3) BV masing-masing 78,02%; 81,37% dan 77,81%; 4) urea darah masing¬masing adalah 23,22 mg/dl; 20,53 mg/dl dan 23,12 mg/dl; 5) protein susu masing¬masing 3,49%; 3,47% dan 3,45%; 6) persistensi produksi susu masing-masing adalah 0,94%; 0,81% dan 0,55%. Kesimpulan bahwa pemberian katu pada ransum sapi FH laktasi sampai tingkat 0,04%BB, tidak berpengaruh terhadap metabolisme protein ransom dan persistensi produksi susu,

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Agribusiness
ID Code:12932
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:02 Jun 2010 08:35
Last Modified:02 Jun 2010 08:35

Repository Staff Only: item control page