Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Kepiting Bakau (Scylla serrata, Forskal) dengan Menggunakan Karamba Bersekat dan Karamba Tanpa Sekat di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak (The mud crab (Scylla serrate, Forskal) using partitioned cages and non-partitioned ones in Timbulsloko, Sayung District, Demak Regency)

SUGIMIN, SUGIMIN (2005) Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Kepiting Bakau (Scylla serrata, Forskal) dengan Menggunakan Karamba Bersekat dan Karamba Tanpa Sekat di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak (The mud crab (Scylla serrate, Forskal) using partitioned cages and non-partitioned ones in Timbulsloko, Sayung District, Demak Regency). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3917Kb

Abstract

So far the high domestic and international market demands of mud crab (Scylla, serrate, Forskal) commodities, either from natural catching or culture haven't been met, so it encourages the farmers to run the mud crab-fattening operations in cages. The feasibility analysis research of mud crab (Scylla serrata, Forskal) fattening operations using partitioned cages and non-partitioned ones in Timbulsloko, Sayung District, Demak Regency is aimed: 1. To learn and distinguish the feasibility levels of the mud crab-fattening operations using partitioned cages and non-partitioned ones placed in the plots of coastal ponds or embankments in Timbulsloko, Sayung District, Demak Regency. 2. To learn the sums of capital mud crab-fattening operations using partitioned cages and non-partitioned ones 3. To learn and distinguish the efficiency levels of using partitioned cages and non-partitioned ones for crab-fattening operations. The method applied in this, research is descriptive with case study. The data are compiled from observation and interview. Then the data are analyzed with multi co linearity and Otto correlation test. Test F is to test the entire regression coefficient significance and Test T is to test partial correlation. While the financial analysis is done to learn and distinguish the operation feasibility. The regression analysis above showing 3 (three) coefficient (X1, X4, and X5) indicates positive sign and the significance of error level (a) = 5%. From the percentage calculation R2 = 0,995 or 99,50% of partitioned shrimp cages, it is known that the simultaneous effect variable XI, X2, X3, X4, and X5 on variable Y is 99,50% while the rest of percentage 0,5% is the effet of other variables out X1, X2, X3, X4, and X5. The percentage of non-partitioned shrimp cagesis 0,990 Or 99,00% it is known that the simultaneous effect of variable X1, X2, X3, X4, and X5 on variable Y is 99,00% while the rest of percentage 1,00% is the effect of other variables out of X1, Xz Xa X4, and X5. From the partial percentage calculation R2 of the partitioned shrimp cages, the product factor of shrimp fries has the highest effect on the production with the percentage 99,40%. From the partial percentage calculation R2 of non-partitioned shrimp cages, the product factor of shrimp fries on the production is 98,90%. So it clearly indicates the effect on the constant variable (product). Based on financial analysis, the feasibility of mud crab-fattening operations using partitioned cages as follows: (1) From MEC the percentage is 27,06%, an operation is considered feasible when the MEC percentage is higher than the prevailing interest. (2) Profit Rate (PR) is 19,14%. It means that the mud crab-fattening operations have 19,14% profit. (3) Payback period as much as 5.27 means that the period needed to pay back the capital or investment with net proceeds is 6 periods of planting season. (4) BEP as much as Rp 708.612,-means a square point or the condition in which the operation gets neither profit nor loss. (5) From the B/C Ratio Criterion, the calculated value is 1.20; an operation is considered feasible when the B/C Ratio is higher than 1. For the financial analysis, the feasibility of mud crab-fattening operations using partitioned cages is as follows: (1) From MEC, the calculated percentage is 32,89%, an operation is considered feasible when the MEC percentage is higher than the prevailing interest. (2) Profit Rate (PR) 23,52% means that the mud crab-fattening operation has profit of 23,52%. (3) Payback period as much as 4.69 means that the period needed to payback the capital or investment with net proceeds is 4.69 or 5 periods of planting season. (4) BEP as much as Rp 693.650r means that the square point or the condition in which the operation gets neither profit nor loss. (5) From the criterion of B/C Ratio, the calculated value is 1.40, an operation is considered feasible when the value of B/C Ratio is higher than 1. Tingginya permintaan pasar untuk komoditas kepiting bakau (Scylla serrata, Forskal), balk pasar dalam maupun luar negeri (ekspor) hingga saat ini belum dapat dipenuhi baik dan hasil tangkapan di alam maupun hasil budidaya, hal tersebut mampu merangsang para petani tambak untuk melakukan usaha penggemukan kepiting di karamba. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui dan membandingkan tingkat kelayakan usaha penggemukan kepiting bakau (Scylla serrata, Forskal) dengan menggunakan karamba bersekat dan karamba tanpa sekat yang ditempatkan di petakan tambak maupun saluran air di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. (2) Untuk mengetahui berapa jumlah modal yang diperlukan untuk usaha penggemukan kepiting bakau dengan menggunakan karamba bersekat dan karamba tanpa sekat. (3) Untuk mengetahui dan membandingkan tingkat efisiensi penggunaan karamba bersekat dan karamba tanpa sekat dalam usaha pengemukan kepiting bakau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan sifat studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji Multikolinearitas dan Uji Otokorelasi. Uji F untuk menguji keberartian koefisien regresi secara simultan dan Uji t untuk menguji korelasi secara parsial. Sedangkan untuk mengetahui dan membandingkan kelayakan usaha dilakukan analisa finansial. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi produksi kepiting berdasarkan hubungan variable berfungsi sebagai variable yang dijelaskan yaitu Y (sebagai variable tetap) dan variable yang berfungsi menjelaskan yaitu X (sebagai variable bebas), maka hubungan kedua variable tersebut diasumsikan mempunyai hubungan garis linier berganda. Hasil analisis regresi di atas menunjukkan 3 (tiga) koefisien (X1, X4, dan X5) menunjukkan tanda positif dengan signifikan pada tingkat kesalahan (a) = 5%. Berdasarkan hasil perhitungan nilai R2 = 0,995 atau 99,50% pada karamba system bersekat, maka dapat diketahui bahwa pengaruh yang diberikan variable X1. X2, X3, X4, dan X5 secara simultan (bersama-sama) terhadap variable Y adalah sebesar 99,50% sedangkan sisanya yaitu 0,5% merupakan pengaruh variable lain selain Xi. X2, X3, X4. dan X5. Sedangkan nilai R2 pada karamba tanpa sekat adalah 0,990 atau 99,00% maka dapat diketahui bahwa pengaruh yang diberikan variable X1, Xz X3 X4, dan X5 secara simultan (bersama-sama) terhadap variable Y adalah sebesar 99,00% sedangkan sisanya yaitu 1,00% merupakan pengaruh variable lain selain X1, X2, X3, X4, dan X5. Sedangkan Berdasarkan hasil perhitungan nilai R2 secara parsial pada system karamba bersekat factor produksi benih berpengaruh paling besar terhadap produksi dengan nilai sebesar 99,40%. Sedangkan hasil perhitungan nilai R2 secara parsial pada system karamba tanpa sekat sebesar 98,90%. Sehingga berpengaruh sangat nyata terhadap variable tetap (produksi). Berdasarkan analisis financial, kelayakan usaha penggemukan kepiting bakau dengan menggunakan karamba tanpa sekat sebagai berikut : (1) Nilai MEC adalah 27,06% dimana untuk suatu usaha dikatakan layak apabila memiliki nilai MEC terhitung lebih besar dan tingkat bunga yang berlaku. (2) Profit Rate (PP) sebesar 19,14% berarti bahwa usaha penggemukan kepiting bakau memiliki tingkat keuntungan sebesar 19,14%. (3) Payback Period sebesar 5,27 berarti bahwa jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran modal atau investasi adalah 6 kali musim tanam. (4) BEP sebesar Rp 708.612,00 (5) Ditinjau dan kriteria B/C Ratio, nilai terhitung adalah 1,20 dimana suatu usaha dikatakan layak apabila nilai B/C Rationya lebih besar dad 1. Sedangkan analisis financial, kelayakan usaha penggemukan kepiting bakau dengan menggunakan karamba bersekat sebagai berikut : (1) Nilai MEC adalah 32,89% dimana untuk suatu usaha dikatakan layak apabila memiliki nilai MEC lebih besar dad tingkat bunga yang berlaku. (2) Profit Rate (PP) sebesar 23,52% berarti bahwa usaha penggemukan kepiting bakau memiliki tingkat keuntungan sebesar 23,52%. (3) Payback Period sebesar 4,69 berarti bahwa jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran modal adalah 4.69 musim tanam. (4) BEP sebesar Rp 693.650,00 dan (5) Nilai B/C Ratio adalah 1,40 dimana suatu usaha dikatakan layak apabila nilai B/C Rationya lebih besar dari 1.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12927
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:02 Jun 2010 08:25
Last Modified:02 Jun 2010 08:25

Repository Staff Only: item control page