Strategi Pengembangan Budidaya Tambak di Kawasan Segara Anakan (The Strategy of Development of Pond Cultivation in Segara Anakan Area)

Kurniawanti , Diah (2005) Strategi Pengembangan Budidaya Tambak di Kawasan Segara Anakan (The Strategy of Development of Pond Cultivation in Segara Anakan Area). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3420Kb

Abstract

Segara Anakan is the only lagoon in Java's coastal area with has mangrove ecosystem; a nursery ground for shrimps and fish; a fishing ground and has biogeological variety which is important for the activity of brackish water cultivation. The purposes of this research are to evaluate the land compatibility and the earthen pond water quality and to identifr issues and problems in the development of earthen pond cultivation and to determine suitable strategy for the development of pond cultivation according to the competence and environment sustainable in Segara Anakan area. This research uses survey study method and case study approach towards the development of ponds cultivation in Segara Anakan area. The data were primer and secunder. The data is gathering done through observation, Focus Group Discussion, quastionnaire and review of related literatures. The data analysis being used is SWOT analysis. This research background is the fluctuation of Penaeus merguensis production in the Southern Sea of Cilacap which is decreasing every year and the exploitation rate of Penaeus merguensis source in Segara Anakan area which is beyond the optimum limit. This activity has an effect on the development of fishery culture. The development of fishery culture occurs whenever there is any sign in the deline offish catching. The research result shows that in general the land compatibility and the earthen pond water quality fulfill and complete the requirement of the earthen pond cultivation activity. Based on SWOT analysis, there were 9 alternative strategies as the result's : Improve the skills of ponds owners by introduces a new technology (TAS indication 6.13), Diversity the pond cultivation by applying polyculture on the pond cultivation area (TAS indication 6.09), Improve the skills of pond owners in relation with the quality of pond production (TAS indication 6.07), Improve and accelerate the investors (TAS indication 6.01), Make reservoar for water entrance and reservoar for dump water for several nearly ponds (TAS indication 6.00), Improve the skills of pond owners in relation with the effort in preventing and overcoming the fish desease (TAS indication 5.99), Apply a modern cultivation technique to improve the pond production each area unit (TAS indication 5.98), Make an agreement between the pond owners in keeping the pond's security (TAS indication 5,95). Furthermore, QSPM finally discovered an alternative strategy as the major choice. It was jouvenile spreading schedule until reaping period. Segara Anakan merupakan satu-satunya laguna di pesisir selatan pulau Jawa yang memiliki ekosistem mangrove; merupakan daerah asuhan udang dan ikan; daerah penangkapan dan memiliki rona biogeologis yang sangat penting untuk aktivitas budidaya air payau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kesesuaian lahan dan kualitas air tambak, mengidentifikasi isu dan permasalahan dalam pengembangan budidaya tambak di Kawasan Segara Anakan serta menentukan strategi bagi pengembangan budidaya tambak yang sesuai dengan potensi dan daya dukung lingkungan di Kawasan Segara Anakan. Metode penelitian ini bersifat survey dengan pendekatan studi kasus terhadap pengembangan budidaya tambak di Kawasan Segara Anakan. Data yang diambil adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, Focus Group Discussion, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisa SWOT. Latar belakang penelitian ini adalah telah terjadi fluktuasi produksi udang jerbung di laut selatan Cilacap yang cenderung menurun dari tahun ke tahun dan laju eksploitasi sumberdaya udang jerbung di Kawasan Segara Anakan secara keseluruhan telah melebihi batas optimum. Perkembangan usaha penangkapan ikan seperti ini berdampak pada perkembangan usaha perikanan budidaya. Pengembangan usaha perikanan budidaya dapat terjadi jika telah menunjukkan gejala penurunan hasil penangkapan ikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas lahan dan air memenuhi syarat bagi kegiatan budidaya tambak. Berdasarkan analisis SWOT berhasil disusun 9 alternatif strategi, yaitu : melakukan penjadualan penebaran benih sampai pemanenan basil (nilai TAS 6,15), meningkatkan ketrampilan petambak dengan memperkenalkan teknologi barn (nilai TAS 6,13), diversifikasi usaha budidaya tambak dengan menerapkan polycultur pada lahan budidaya tambak (nilai TAS 6,09), meningkatkan ketrampilan petambak dalam meningkatkan mum basil panen tambak (nilai TAS 6,07), meningkatkan dan melancarkan peran lembaga permodalan (nilai TAS 6,01), membuat tandon air bagi air masuk dan tandon buang untuk beberapa tambak yang berdekatan (nilai TAS 6,00), meningkatkan ketrampilan petambak dalam mencegah dan menangani hama/penyakit ikan (nilai TAS 5,99), penerapan teknik budidaya modem untuk meningkatkan hash panen per satuan luas lahan tambak (nilai TAS 5,98), membuat kesepakatan bersama antar petani tambak dalam menjaga keamanan tambak (nilai TAS 5,95). Dengan menggunakan QSPM dapat diketahui alternatif strategi yang merupakan pilihan utama yaitu penjadualan penebaran benih sampai pemanenan hasil.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12923
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:02 Jun 2010 08:19
Last Modified:02 Jun 2010 08:19

Repository Staff Only: item control page