KECEPATAN REAKSI MEMORI PADA ANAK DENGAN RIWAYAT KEJANG DEMAM

BUDI PATRIADI, DHARMA (2003) KECEPATAN REAKSI MEMORI PADA ANAK DENGAN RIWAYAT KEJANG DEMAM. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1315Kb

Abstract

Latar belakang : kejang demam merupakan kelainan neurologik anak yang sering dijumpai, insiden di Amerika Serikat antara 2-5%, di Asia lebih tinggi dengan umur serangan kejang antara 3 bulan sampai 5 tahun. Kejang demam yang berlangsung lama menyebabkan gangguan fungsi kognitif, yang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi memori. Tujuan penelitian : untuk mengetahui kecepatan reaksi memori pada anak dengan riwayat kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks serta mengetahui pengaruh umur dan jenis kelamin pada kecepatan reaksi memori anak dengan riwayat kejang demam. Desain penelitian : kohort retrospektif observasional. Subyek penelitian : anak umur 5-10 tahun dengan riwayat kejang demam. Analisis : statistik diskriptif, dilakukan analisis hubungan antara variable bebas nominal (dikotom) dan variable tergantung numerik dengan " uji t" dan analisa resiko relatif. Hasil : nilai rerata kecepatan reaksi memori sisi kid dan sisi kanan kelompok kejang demam kompleks lebih lama dibanding kelompok kontrol atau kejang demam sederhana. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kelompok penderita dengan riwayat kejang demam sederhana dengan kecepatan reaksi memori sisi kanan (p = 0.56) ,sisi kid (p= 0.97) maupun total (p=0.69). Pada penderita kejang demam kompleks menunjukkan hubungan bermakna pada kecepatan reaksi memori sisi kanan (p=0.05),tetapi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kecepatan reaksi memori sisi kid (p=0.26) maupun total (p=0.19). Terdapat perbedaan nilai rerata kecepatan reaksi memori kelompok kejang dibanding kelompok kontrol pada semua umur. Kecepatan reaksi memori baik sisi kiri maupun kanan lebih cepat sesuai dengan bertambahnya umur balk pada kelompok kontrol maupun pada kelompok kejang demam (p=0.00). Meskipun terdapat perbedaan nilai rerata antara jenis perempuan dan laki-laki, ternyata berdasarkan statistik menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna jenis kelamin dan kecepatan reaksi memori (p=0.64), pemeriksaan dilakukan dengan ANT tes. Diperoleh resiko relatif abnormalitas kecepatan reaksi memori total pada anak dengan riwayat kejang demam terhadap anak dengan demam tanpa kejang sebesar 2 dengan interval kepercayaan 0.579-6.908 yang menunjukkan tak terdapat perbedaan bermakna.Kesimpulan : Kecepatan reaksi memori sisi kiri dan kanan pada kejang demam kompleks mempunyai nilai rerata lebih lambat dibanding kelompok kejang demam sederhana maupun kontrol namun hasil analisis statistik tidak menunjukkan beda bermakna. Umur berhubungan bermakna dengan kecepatan reaksi memori sedangkan jenis kelamin tidak ada hubungan bermakna dengan kecepatan reaksi memori. Kata kunci : ANT tes, kecepatan reaksi memori, kejang demam. Background: Febrile convulsion considered as child 's neurological abnormality frequently seen. In United States, its incidence ranged as 2-5%; but in Asia its incidence is higher, encountered at children ages 3 months to 5 years old. Prolonged febrile confulsion will lead to abnormality of cognitive function and influenced the memory reaction time. Objective: To measure the memory reaction time of children with history of simple and compleks febrile convulsion ; also to assess the influence of age and sex toward memory reaction time on children with history of febrile convulsion. Design: Observational, retrospective cohort. Subject:: Children aged range from 5 to 10 years old with history of febrile convulsion Analysis: Statistical descriptive ; analysis was done to assess the correlation between nominal variable (dichotomy) and numeric variable using t-test and relative risk Result:: Mean value of memory reaction time of the right and left side of complex febrile convultion group showed longer duration compare to controle or simple febrile convulsion. Statistical analysis showed no significance correlation between simple febrile convulsion group compare to memory reaction time of right side (p= 0.56), left side (p= 0.97) or total (p= 0.69). Complex febrile convulsion group showed significance correlation on memory reaction time of right side (p= 0.05), but no significance correlation on memory reaction time of left side (p= 0.26) nor total (p= 0.19). Difference on mean memory reaction time was found between convulsion group compare to controle group of all ages. The memory reaction time of right side was faster along with the increasing age, both on control and convulsion group (p= 0.00). There was mean velocity differences between female and male group, but showed no statistical significance between sex and memory reaction time (p= 0.64), with the ANT test examination. The result on relative risk of abnormal memory reaction time on children with history of febrile convulsion toward febrile children without convulsion was 2. Conclusion: The memory reaction time of left side and right side showed slower velocity on the simple febrile convulsion group compare to control group. On complex febrile convulsion, the velocity was slower compare to simple febrile convulsion group and control group, but statistical analysis showed no significance difference. Age has significance correlation with memory reaction time, but sex showed no statistical significance. Keyword: ANT test, memory reaction time, febrile convulsion

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12916
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:02 Jun 2010 08:11
Last Modified:02 Jun 2010 08:11

Repository Staff Only: item control page