PENGARUH SODIUM KROMOGLIKAT SEBAGAI PENCEGAHAN SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA DI POLEKLDHK PARU RS. DR. KARIADI SEMARANG (THE EFFECT OF SODIUM CROMOGLYCATE IN PREVENTING ASTHMA ATTACK IN ASTHMA PATIENTS VISITING Dr. KARIADI CHEST DISEASES CLINIC SEMARANG)

Mexitalia, Mexitalia (1999) PENGARUH SODIUM KROMOGLIKAT SEBAGAI PENCEGAHAN SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA DI POLEKLDHK PARU RS. DR. KARIADI SEMARANG (THE EFFECT OF SODIUM CROMOGLYCATE IN PREVENTING ASTHMA ATTACK IN ASTHMA PATIENTS VISITING Dr. KARIADI CHEST DISEASES CLINIC SEMARANG). Masters thesis, Program Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1752Kb

Abstract

Background : Asthma classification is made based on the frequency of attack, the night symptoms as well as daily activities, the severity of the asthma symptom, and the use of bronchodilators. This study used Asthma Score based on the National Australian Asthma Campaign. Asthma medications are classified into 2 groups i.e bronchodilator and anti inflamatory drugs used to prevent asthma attacks. Sodium cromoglycate is the first preventive drug of choice for moderate asthma in children and acts by stabilizing the mast cell, preventing bronchospasm reflects, and decreasing the effect of bronchial hiperreactivity. The effect of this drug is found after being used regularly for 4-6 weeks. Purpose : The purpose of the study were to define whether sodium cromoglycate has an impact on asthma score improvement within 6 weeks and continuous after 6 months, and also its effect on lungs function measured by 20% PEFR improvement. Methods : The design was one group pre and posttest design. The subjects were asthma patients aged 6 - 13 years visited Dr. Kariadi Hospital Chest Diseases Clinic Semarang who met the inclusion criteria. The PEFR and the asthma score was measured prior to therapy, post therapy, 3 and 6 months afterwards. PEFR was also measured every week during 6 weeks therapy. Analysis : PEFR and asthma score were analysed by paired t-test. The Mc.Nemar X2 test was used to analyse the asthma clinical symptoms. Result : In 27 patients who met the inclusion criteria, a statistical significant differences were found between the first PEFR % : 65,96 (± 15,38) , last PEFR % 76,93 (±15,25), 3 months PEFR % 78,85 (±17,39) and 6 months PEFR % 74,96 (±17,43). The increase of PEER did not reach 20%, but there was 11% improvement on 6 th week, and 13% after 3 months, but only 9% after 6 months. The significant decrease of the asthma score was between the first score 3,0 (±1,14), the last score 1,07 (±1,41), 3 months 0,93 (± 1,3), and 6 months 1,11 (±1,65). There was also an improvement in clinical symptoms, but statistically was not significant. Conclusion : Sodium cromoglycate improves PEFR significantly and decreases asthma score significantly. It also improves the clinical symptoms 6 months continuously. Latar Belakang : Klasifikasi asma dibuat berdasarkan frekuensi serangan, gangguan pada malam hari maupun kegiatan harian, beratnya gejala asma, dan penggunaan obat bronkodilator, yang umumnya dinilai dengan skor asma, menjadi ringan, sedang, dan berat. Penelitian ini menegunakan modifikasi berdasarkan Skor Asma dari National Asthma Campaign (NAC) Australia. Obat asma umumnya dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu obat bronkodilator dan obat anti inflamasi yang digunakan sebagai pencegahan serangan asma. Sodium kromoglikat adalah obat pencegahan asma pilihan pertama terutama untuk anak, dan dianjurkan untuk asma derajat sedang. Sodium kromoglikat bekerja dengan cara menstabilkan dinding sel mast, menghambat refleks bronkospasme, dan mengurangi efek hiperreaktivitas bronkus. Efek obat baru terlihat setelah pemakaian 4 - 6 minggu. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui apakah sodium kromoglikat berpengaruh dalam memperbaiki skor asma dalam waktu 6 minggu dan menetap sampai dengan 6 bulan kemudian, serta pengaruh sodium kromoglikat dalam meningkatkan fungsi pare sebesar 20% yang diukur dengan Arus Puncak Ekspirasi (APE). Metodologi Penelitian : Rancangan penelitian adalah one group pre and posttest design, dengan subyek penelitian penderita asma bronkial usia 6-13 tahun yang berkunjung di Poliklinik Pam Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang yang memenuhi kriteria penelitian. Perlakuan : APE dan skor asma menurut NAC diukur sebelum terapi, sesudah terapi, 3 bulan dan 6 bulan setelah terapi. APE juga diukur setiap minggu selama terapi selama 6 minggu. Analisis : APE dan skor asma diuji berdasarkan perbedaan awal dan akhir dengan uji-t untuk sampel berpasangan. Gejala klinik asma diuji dengan uji X2 dad Mc Nemar. Hasil : Pada 27 penderita yang memenuhi kriteria penelitian didapatkan perubahan APE. bermakna secara statistik yaitu % APE awal 65,96 (± 15,38) , % APE akhir 76,93 (±15,25), % APE 3 bulan 78,85 (±17,39) dan % APE 6 bulan 74,96 (±17,43). Peningkatan APE tidak mencapai 20%, tetapi ada peningkatan 11% pada akhir terapi, 13% 3 bulan setelah terapi dan 9% 6 bulan setelah terapi. Didapatkan penurunan skor asma yang bermakna secara statistik yaitu pada skor awal 3,0 (±1,14), akhir 1,07 (±1,41), 3 bulari 0,93 (± 1,3), dan 6 bulan 1,11 (±1,65). Didapatkan perbaikan gejala klinik, tetapi secara statistik tidak bermakna. Kesimpulan : Sodium kromoglikat memperbaiki fungsi para dengan meningkatkan APE dan menurunkan skor asma yang bermakna secara statistik dan memperbaiki gejala klinik yang menetap selama 6 bulan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12896
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:01 Jun 2010 22:56
Last Modified:01 Jun 2010 22:56

Repository Staff Only: item control page