PENGARUH PEMBANGUNAN RUKO TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA BATAM

YULIANTO, EDI (2005) PENGARUH PEMBANGUNAN RUKO TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA BATAM. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

The phenomenon that is become background on this study is the store build up trough artery street, collector and local. Batam island that was beginning will be plan with city development in multiple nuclei that subordinate on four development area. The central town (CDB) in Batam Centre, and department store and trade center belonging in development center. The interest thing to talk about on this research is the factors that is influence to store build up and the influence to architect structure area in Batam right now. Depend on researching the theory, the factors that is influence to store build up are: I) Market (demand and supply), 2) Investation need 3) Home and trade geed, 4) location and exhausted, 5) Government role. Depend on the yield of the analysis that use Linear Regretion Kuadrat Analysis, could be proof that the five factors that become free variable influence useful enough to store build up as fixed variable. This is could be proof with correlation coefficient value R as 0,965 indicate there was correlation that was strong as 95,6 % between free variable and fixed variable ( store build up). Kuadrat determination correlation as 0,926 indicate that regretion kuadrat with five free variable together able to give contribution to store build up as 92,5 %. Depend on the yield of experiment count F could see that F be calculated 172,773 bigger than F table as 1,55 with fault probability 0,000 and regretion coefficient as 0,324 and t be calculated as 5,107. That means society needing faktor make store as accupied place and trade has influence most dominan to store build up in Batam city. The development sum of store that high ang exhausting location that is dominate trough boulevard on Batam city, make the society see sum of store look like too much ang more than standard needing. But if we equal with the needing of trade expenditure tool from RW needing, Kelurahan/environtment, kecamatan, and city, sum of store amount 196,35% from needing. So Batam city need programming to placement new store build up. The influence trade service development center in Nagoya-Jodoh, was induction the development in environtment area (Baloi and Batuampor) so make effect spread trade rvice actinity (spread effect) into central town in Batan centre. Store that is expenditure service and trade tool use area in street along trans development centre inti centre town, and from centre town into centers of sub area (kecamatan). So that in batam island was grow new nuclei-nuclei (centres). This influence could be see in Muka Kuning area-Tanjung Uncang and Tiban-Sei harapan. The space structure of Batam city (Batam island) with centre town (CDB) always in Core Batam Centre, but was growth trade centre and new service on internode street in Batam island and using liner area. Licensies to build new atore could be placement on home service centers appropriate service scale. Fenomena yang melatar-belakangi studi ini adalah pembangunan ruko di sepanjang jalan arteri, kolektor dan lokal. Pulau Batam yang pada awalnya direncanakan dengan pola perkembangan kota berbentuk multiple nuclei yang dibagi dalam 4 (empat) wilayah pengembangan. Pusat Kota (CBD) di Batam Centre dan pusat sarana perbelanjaan dan niaga berada pada pusat-pusat wilayah pengembangan.Hal yang menarik untuk dikaji dalam penelitian adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembangunan ruko dan pengaruhnya terhadap struktur ruang kota Batam saat int Dari basil telaah teori, faktor faktoryang berpengaruh terhadap pembangunan ruko adalah : 1) Pasar (permintaan dan penawaran), 2) Kebutuhan investasi, 3) Kebutuhan untuk hunian dan dagang, 4) Lokasi dan letak 5) Kebijakan Pemerintah. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda, dapat dibuktikan bahwa kelima faktor yang menjadi variabel bebas berpengaruh cukup berarti terhadap pembangunan ruko sebagai variabel tetap. Hal ini dibuktikan dari nilai koefisien korelasi R sebesar 0,965 menunjukkan adanya korelasi/hubungan yang kuat sebesar 96,5 % antara variabel bebas dengan variabel terikat (pembangunan ruko). Koefisien determinasi ganda sebesar 0,925 menunjukkan bahwa model regresi berganda dengan kelima variabel bebasnya secara bersama-sama mampu memberikan konstribusi terhadap terjadinya pembangunarz ruko 92,5 %. Dari hasil perhitungan uji F dilihat bahwa F hitung 172,773 lebih besar dari F Label sebesar 1,55 dengan probabilitas kesalahan 0,000 dan koefisien regresi 0,324 dan t hitung 5,107. Artinya faktor kebutuhan masyarakt menjadikan ruko sebagai tempat hunian dan berdagang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap pembangunan ruko di Kota Batam. Perkembangan jumlah ruko yang tinggi dan perletakan lokasi yang mendominasi sepanjang jalan-jalan utama Kota Batam, menyebabkan masyarakat menilai jumlah ruko terlihat terlalu banyak dan telah melebihi standart kebutuhan yang ada. Tetapi jika membandingkan kebutuhan sarana perbelanjaan niaga dari mulai kebutuhan tingkat RW, Lingkungan/ Kelurahan, Kecamatan dan Kota, jumlah ruko yang ada sekarang ini sekitar 196,35 % dari jumlah kebutuhannya. Sehingga Kota Batam perlu pertimbangan untuk perletakan penempatan pembangunan ruko baru. Pengaruh pusat perkembangan Perdagangan Jasa di kawasan Nagoya — Jodoh, telah menginduksi perkembangan di kawasan-kawasan sekitarrrya (Baloi dan Batuampar) sehingga menimbulkan efek penyebaran kegiatan perdagangan dan jasa (spread effect) menuju ke Pusat Kota di Batam Centre. Keberadaan ruko yang merupakan sarana pelayanan perbelanjaan dan niaga menggunakan lahan di sepanjang jalan antar pusat pengembangan menuju pusat kota, dan dari pusat kota menuju pusat pusat sub wilayah (kecamatan). Sehingga di Pulau Batam telah tumbuh nuclei-nuclei (pusat pusat)baru. Pengaruh ini dapat dilihat pada wilayah Muka Kuning —Tanjung Uncang dan Tiban — Sei Harapan. Struktur Ruang Kota Batam (Pulau Batam) dengan pusat kota (CBD) tetap berada di Core Batam Centre, namun telah tumbuh pusat perdagangan dan jasa baru pada ruas-ruas jalan di Pulau Batam dan penggunaan lahannya berbentuk linier. mendirikan bangunan ruko barn dapat diletakkan pada pusat pusat pelayanan pemukiman sesuai skala pelayanan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12880
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:01 Jun 2010 21:24
Last Modified:01 Jun 2010 21:24

Repository Staff Only: item control page