ANALISIS PASCA HUNI RUMAH SUSUN SEWA BIDA OTORITA BATAM DI KOTA BATAM

SUBEKTI, PONCO INDRO (2005) ANALISIS PASCA HUNI RUMAH SUSUN SEWA BIDA OTORITA BATAM DI KOTA BATAM. Masters thesis, PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .

[img]
Preview
PDF - Published Version
3322Kb

Abstract

The rapid growth of big cities in Indonesia creates various urban problems and city housing problems appear along with the increase of population. Big city housing problem is a complex matter because it is faced to the high demand of housing need versus low affordability of the low-income community. But the most complicated problem is caused by limited lands which are occupied by the local government. The same condition happens in Batarn City. The rapid growth of economy influences the population growth which is not caused by forcing people mobilization transmigration program but because of Batam 's attraction in promising prosperity. The urban people come to Batam to find better job in the city and expecting more luck Their lack of ability to own feasible lands and houses made them build illegal houses near the industry area which created dirtiness, unhealthy housing environment, and a view of dirty city. In order to solve the problems, the local government implemented flat development policy. This started with Perumnas (National Housing Agency) rental flat, followed by Jamsostek (Social Security for Labour) rental flat and Batam Authority rental flat In fact, the occupancy level of the three rental fiats is only 60 — 70% from the total capacity. The flat developers were faced to the fact that the target group community still hesitated to accept flat as an alternative of housing needs. It is necessary to find out the perception or point of view or judgement of the occupants, as the target group community on the exist flat aspects and their expectations and preferences in order to make the flat development program accepted by the target group. The research intends to study the condition of Batam Authority post- occupied flat in Batam City with the following targets: to identify the social and economy condition of the occupants, to identify the physical and management condition, to analize occupants' perceptions and preferences on flat aspects, to analize the factors that influence the occupants' perception and preferences, to analize the correlation between the perceptions and preferences with its physical condition characteristic. The method used in this research was qualitative and quantitative analysis. Spearman correlation and descriptive analysis was used to find out the influential factors and the correlation. The research result showed the following characteristics: the occupants were Senior High School educated, they were industry workers, their, they rented rooms before moved into the flat and they had already occupied the flat for more than 1 year. The occupants had good perceptions/judgements on the physical condition of the settlement (acceptable), they had acceptable perceptions on the location that means the location was very strategic. The factors that influenced occupants' perceptions were occupation and number of occupants in one unit The security aspect was dominant in the occupants expectations. It can be concluded that the flat location which was near the work place is a good choice and can be a reference for any future flat developments. The security aspect is a serious matter regarding management and service. To avoid any constraints in reaching a satisfied level of occupancy, providing public space for receiving guests and make occupants interaction . Pesatnya proses perkembangan kota-kota besar di Indonesia membawa implikasi timbulnya berbagai masalah perkotaan. Masalah perumahan kota besar merupakan masalah yang komplek karena dihadapkan pada masalah besamya kebutuhan perumahan dan di sisi lain kecilnya daya bell masyarakat yang berpenghasilan rendah. Namun yang lebih pelik karena keterbatasan lahan binaan. Akibat laju ekonomi yang tinggi maka pertumbuhan penduduk juga tinggi. Mereka adalah urban yang mencoba mencari kerja di kota. Karena ketidakmampuan mereka dalam mendapatkan lahan dan perumahan yang layak, maka mereka membangun rumah dekat dengan industri yang berakibat terjadinya lingkungan perumahan yang tidak sehat dan pemandangan kota yang kumuh. Dalam rangka mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menerapkan kebijaksanaan pembangunan mmah susun. Usaha ini dimulai dengan dibangurmya rumah susun sewa oleh Perumnas, menyusul mmah susun sewa Jamsostek dan rumah susun sewa Otorita Batam. Namum pada kenyataannya, bahwa tingkat penghunian pada ketiga rumah rusun tadi hanya berkisar antara 60 — 70 % saja dari kapasitas hunian. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kelompok sasaran masih ragu menerima kehadiran rumah susun sebagai altematif kebutuhan akar, tempat tinggal. Agar program pembangunan rumah susun ini dapat diterima kelompok sasarannya, maka yang yang perlu diketahui adalah persepsi dari penghuni terhadap aspek-aspek yang ada pada rumah susun dan preferensinya. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kondisi pasta huni rumah susun Otorita Batam di Kota Batam berdasarkan persepsi dan preferensi penghuninya dengan sasaran: menganalisa persepsi dan preferensi penghuni terhadap aspek¬aspek rumah susun serta menganalisa faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif sedangkan untuk mengetahui korelasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi digunakan alat analisis korelasi Spearman dan uji Chi-square. Dari hasil studi ini didapatkan bahwa karakteristik penghuni rumah susun ini adalah masyarakat berpendidikan SLTA sebagai bumh industri, sebelum tinggal di rusun ini berasal dari sewa kamar atau rumah sendiri Penilaian / persepsi penghuni terhadap aspek-aspek rumah susun pada umumnya diterima dengan baik. Faktor yang mempengaruhi persepsi penghuni pada aspek kondisi fisik adalah tingkat pendidikan dan jumlah penghuni dalam satu unit hunian dimana semakin rendah pendidikan dan semakin banyak jumlah penghuni dalam satu unit hunian menilai kondisi fisiknya adalah cukup luas. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pada aspek harga sewa adalah jenis pekerjaan, lamanya tinggal dan jumlah penghuni dalam satu unit hunian, dimana semakin rendah jenis pekerjaan dan semakin banyak penghuni dalam unit hunian serta semakin lama tinggal di rusun mereka menilai harga sewanya murah. Sedangkan preferensi penghuni yang paling dominan adalah perlunya peningkatan di bidang keamanan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini adalah bahwa pemilihan lokasi rusun yang berada dekat dengan tempat kerja dapat dijadikan annul dalam pembangunan rumah susun lain di masa yang akan datang. Masalah pengelolaan dari aspek pelayanan yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah pada bidang keamanan dan penyediaan ruang bersama di tiap Iantai yang dapat digunakan sebagai ruang tamu dan interaksi antar penghuni.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12875
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:01 Jun 2010 21:13
Last Modified:01 Jun 2010 21:13

Repository Staff Only: item control page