EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG WILAYAH PESISIR PANTAI MORODEMAK (Studi Kasus : Rute Terminal Demak — Morodemak)

AKBARDIN, JUANG (2005) EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG WILAYAH PESISIR PANTAI MORODEMAK (Studi Kasus : Rute Terminal Demak — Morodemak). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3218Kb

Abstract

Evaluation of passenger public transport performance in Morodemak coastal region is a research for amised to find on the main subject of passenger public transport problems in the coastal region. There purposes to know demand characteristics of Morodemak coast region and the demand passenger public transport on the ideal level. The analysis ideal condition is used parameter of existing condition to meet the operator perception and users as public transport as Morodemak coast region public The economy market ballance is work if the price of commodity is homogenthat is the makes total quantity of produced or supply is the same value with the quantity of demand (Morlok, 1978). Public transport demand perception ballance is an approach based on demand perception that should be outfulled by making effort operator perception condition that income of the vehicle operation cost wish the profit margin of 5 % - 10 % (Dephub, 1993). The method used in this research demand characteristic variable identification approach and parameter analysis of passenger public transport performance in the Morodemak coastal region, like Dinamic Load Factor, Headway, Occupancy level and vehicle frecuency in the correlation with vehicle operation cost and the appointed price value. The demand characteristic their avaibillity of Morodemak coast region public transport is a captive user that depends on its appearance. Performance correlation of Morodemak public transport service follows the coast region mobilization and activity condition, with service indicators of 1,06 for mean dynamic LF and 0,65 for mean dynamic Lf of zoning, 5 minutes headway and 2,5 minutes delay and the vicle frecuency is 13 vehicles, that mean it is good enough for service performance indicators. Operator income level based on Operating Expenses Vehicle + the profit margin of 5 - 10% did not give an ideal financial yet by comparing the appointed price value. Based' on Operating Expenses Vehicle + ideal price value 10 %, the flexible price is Rp. 128 per seat / km. This value is very expensive, for Morodemak people because as the expend 19,2 % of income monthly for transportatipn. Variable on the operator perception level and Morodemak coastal region public transport users result an approach value for making efficiency condition of service on the operator or users level. Rationalization how many operated vehicles is an ideal project to have public transport needs ballance condition that serves Morodemak coast region. The rationalization is done by an application of service management to response the characteristic condition of demand, The number of vihicle is not redued, but the service number distribution is changed. Distribution of morning peak hour traffics from Morodemak direction and evening peak hour traffics from Demak direction. Key words : Morodemak - coast region - characteristic users — serviced - requirement -public transport Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Penumpang Wilayah Pesisir Pantai Morodemak merupakan salah satu bentuk penelitian untuk mengetahui sesuatu yang mendasar tentang munculnya permasalahan angkutan umum penumpang di wilayah pesisiran. Dengan tujuan penelitian mengetahui karakteristik demand wilayah pesisir pantai Morodemak dan kebutuhannya terhadap angkutan mum penumpang dalam tingkat yang ideal. Maka analisis kondisi ideal dipakai sebagai parameter Bari kondisi existing untuk memadukan persepsi dan operator dan pengguna angkutan umum wilayah pesisir pantai Morodemak. Keseimbangan pasar ekonomi berlaku untuk situasi dimana harga suatu komoditi homogen yang dibeli dan dijual dipasar sedemikian rupa sehingga kuantitas total yang diproduksi atau supply akan sama dengan kuantitas yang dibeli atau demand (Morlok, 1978). Keseimbangan persepsi kebutuhan angkutan umum merupakan suatu pendekatan berdasarkan persepsi demand yang hams dipenuhi dengan inengupayakan kondisi persepsi operator yaitu Pendapatan Biaya Operasi Kendaraan dalam margin keuntungan 5 - 10 %. (Dephub, 1993) Metode yang digunakan merupakan pendekatan identifikasi variabel karakteristik demand dan analisa parameter kinerja pelayanan angkutan umum wilayah pesisir pantai Morodemak berupa Load Factor Dinamis, Headway, Tingkat Occupancy, Frelcwensi kendaraan dalam hubungan dengan Biaya Operasi Kendaraan_ dan penerapan nilai tarif yang diberlakukannya. Karakteristik demand angkutan umum wilayah pesisir pantai Morodemak adalah captive user, yang sangat tergantung dengan keberadaan angkutan tersebut. Hubungan kinerj a pelayanan angkutan umum Morodemak,mengikuti kondisi aktvitas dan mobilisasi daerah pesisiran dengan mempunyai indikasi pelayanan LF Dinamis rata-rata 1,06, LF dinamis berdasarkan penggalan zona rata — rata 0,65. Headway 5 menit dan waktu tunggu 2,5 serta frekwensi kendaraan 13 kendaraan merupakan indikasi kinerja pelayayan yang cukup balk. Tingkat pendapatan operator berdasarkan BOK + keuntungan dalam margin 5 % -10 % belum memberikan suatu kelayakan finansial dengan keberadaan nilai tarif yang sedang berlaku. Berdasarkan BOK + 10 % kelayakan nilai tarif yang dianggap seimbang yaitu Rp. 128 per seat I km. Nilai tersebut dirasakan sangat mahal karena kondisi karakteristik demand angkutan umum wilayah pesisir pantai Morodemak untuk mengeluarkan biaya transoprtasi dalam setiap bulannya adalah 19,2 % dari pendapatan yang diperolehnya. Variabel dalam tingkat persepsi operator dan pengguna angkutan umum wilayah pesisir pantai Morodemak menghasilkan suatu nilai pendekatan untuk mewujudkan kondisi efisiensi dalam pelayanan ditingkat operator maupun pengguna. Dengan rasionalisasi jumlah armada yang beropersional diharapkan kondisi keseimbangan kebutuhan angkutan umum yang melayani wilayah pesisir pantai Morodemak dapat ideal. Rasionalisasi yang dilakukan yaitu dengan suatu penerapan manajemen pelayanan dalam merespon kondisi karakateristik demand, dengan tidak dengan menghilangkan dan merngurangi keberadaan armada. Tetapi dengan merubah jumlah dan distribusi pelayanan dalam merespon karakteristik demand angkutan umum wilayah pantai Morodemak. Distribusi jam puncak pagi dan arah Morodemak dan jam puncak sore dari arah Demak merupakan periode diperlukannya suatu jumlah dalam batas maksimum untuk armada yang melayani rute tersebut. •

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:12843
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 19:50
Last Modified:01 Jun 2010 19:50

Repository Staff Only: item control page