ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN WILAYAH PANTAI KOTA SEMARANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI (Potency and Problem Analysis of Coastal Area of Semarang City as Coastal Tourism Area . Muhammad Wahyudin / K4A001021. Magister of Management of Coastal Resources)

WAHYUDIN, M. (2005) ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN WILAYAH PANTAI KOTA SEMARANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI (Potency and Problem Analysis of Coastal Area of Semarang City as Coastal Tourism Area . Muhammad Wahyudin / K4A001021. Magister of Management of Coastal Resources). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Semarang city located in Nothern coastal area of Central Java having coastal lines about 22 km from east, bordered by Demak regency, to the west , bordered by Kendal regency . From spatial planning point of view, Semarang city is devided by 10 (ten) city regional planning with various spatial function i.e. resendentials, trading, mix use, industries, conservation, fishery pond and agriculture areas as well as recreation area . The city regional planning having coastal area are Marina beach in Tawangsari village, sub district in the city regional planning III and Tirang island in Tugu sub district in the city regional planning X . The impact of the various functions ion the regional use , have generated conflict on economic and ecological aspects such as ownership and land-use tendency, pollution , environmental degradation and including coastal tourism aspect . The special objectivity of study are : 1).To know carring capacity of Semarang city coastal area, especially of The city regional planning III and X that earmark for coastal tourism area . 2). To determine strategies that are suitable for the coastal development of Semarang city to support coastal tourism activities . Type research is case study i.e. as research on a research subject status of Potendes and problems of Semarang coastal area .Unit analysis is Semarang coastal area for coastal tourism activities . Data analysis methods are conducted by 1) Land use appropriateness analysis 2) SWOT analysis . Research result based on land use appropriateness toward environmental parameters of coastal area, scoring result is 280 , that meant the coastal area at the present is in marginal conditions for coastal tourism activities . While SWOT analysis ( Strength, Weakness, oppurtinities, Threats ) on the city regional III and city regional X, concluded that in city regional X, the position of the coastal area is located in the quadrant IV ( defensive), That meant, the area is difficult to be developed for the coastal tourism activities , while in the city regional planning III is located in the quadrant II ( Diversification), that meant, the area is able to be developed for coastal tourism activities by using the existing strength and overcomes threaths that can obscure the area existence. To Manage coastal area in the future, it is needed to review the spatial planning, especially related to the function of the coastal area in future . Kota Semarang yang terletak dipesisir pantai Utara Jawa Tengah, merupakan kota panta yang memiliki panjang garis pantai mencapai 22 km dad ujung timur yang berbatasan dengan Kabupaten Demak sampai di ujung barat yang berbatasan dengan kabupaten Kendal . Secara tata ruang Pembagian wilayah pembangunan kota Semarang dibagi dalam 10 (sepuluh ) Bagian Wilayah Kota/ BWK , dengan beragam fungsi ruang yaitu fungsi Pemukiman , perdagangan, kawasan camptiran , industri, konservasi ,pertambakan dan pertanian serta fungsi rekreasi . Bagian Wilayah Kota yang mempunyai wilayah pantai dan memiliki fungsi ruang untuk kegiatan wisata pantai adalah Pantai Marina di Kelurahan Tawasangsari Kecamatan Semarang Barat pada BWK III dan Kawasan " Pulau Tirang " di Kecamatan Tugu BWK X . Dampak beragam fungsi pemanfaatan wilayah tersebut menimbulkan benturan pada aspek ekonomis dan ekologis , seperti aspek kepemilikan clan tren penggunaan lahan , Pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta masalah sosial lainnya yang secara langsung atau tidak langsung berimbas terhadap kawasan pantai yang mempunyai fungsi untuk kegiatan wisata pantai. Tujuan umum penelitian adalah melakukan penelitian / observasi lapangan untuk mendapatkan potensi dan permasalahan wilayah pantai Kota Semarang , untuk menunjang kegiatan wisata pantai. Tujuan khususnya adalah ;1 Untuk mengetahui daya dukung wilayah pantai Kota Semarang , khususnya pada kawasan pantai BWK III dan BWK X yang diperuntukan bagi kegiatan wisata Pantai; 2). Untuk menentukan strategi yang sesuai bagi pengembangan kawasan pantai Kota Semarang untuk menunjang kegiatan wisata pantai Jenis penelitian ini adalah Studi Kasus, yaitu penelitian tentang status penetapan wisata pantai di lihat dad potensi dan permasalahan pantai Kota Semarang. Unit analisisnya adalah kawasan pantai Semarang untuk kegiatan wisata Pantai. Pengumpulan data primer dilakukan di lokasi studi melalui sampling, data parameter lingkungan yang dikumpulkan berhubungan dengan keperluan studi . Metode yang digunakan berdasarkan acuan dad berbagai literatur yang baku sebagai standar untuk analisis biofisik , sosial ekonomi dan budaya. Data skunder yang dikumpulkan meliputi data komponen Sosial Ekonomi dan data hidrooceanografi (Pasut,kecepatan arus dan Bathimetri ) . Sumber data sekunder berasal dad instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Semarang , Bappeda, Bapedalda ,BPS, Dinas Pekedaan Umum, Pelindo, Kecamatan Tugu dan Kecamatan Semarang Barat serta Kelurahan Mangunharjo Tugurejo dan Kelurahan Tawasangsari . Metode Analisis Data dilakukan dengan 1). Analisis Kesesuaian Lahan. 2). Analisis SWOT yaitu identifikasi secara sistematik dad faktor internal dan faktor eksternal kawasan pantai kota Semarang, sehingga dapat dibuat suatu alternatif strategi bagi pengembangan kawasan untuk kegiatan wisata pantai . Hasil penelitian berdasarkan Analisis kesesuaian lahan terhadap parameter / faktor lingkungan kawasan pantai Semarang menghasilkan nilai skor 280, yang berarti kawasan pantai Semarang saat ini dalam kondisi maginal bagi kegiatan wisata pantai. Sedangkan analisis SWOT ( kekuatan , kelemahan , peluang dan ancaman ) , pada BWK III dan BWK X, memberikan kesimpulan pada BWK X posisi kawasan pantai dalam kuadrant IV (defensif), yang berarti kawasan mengalami kesulitan untuk dikembangkan bagi kegiatan wisata bahari / wisata pantai. Sedangkan BWK III berada dalam kuadran II (diversifikasi), yang berarti kawasan dapat dikembangkan bagi kegiatan wisata bahari dengan menggunakan kekuatan yang ada saat ini dan mengatasi ancaman yang dapat menghambat eksistensi kawasan . Guna pengelolaan wilayah pantai dikemudian had , perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap perencanaan tata ruang , khususnya menyangkut fungsi kawasan pantai dikemudian had .

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12781
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 14:56
Last Modified:01 Jun 2010 14:56

Repository Staff Only: item control page