TAMPILAN KALSIUM DAN FOSFOR DARAH, PRODUKSI SUSU, ION KALIUM DAN JUMLAH BAKTERI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT PEMBERIAN ARAS Sauropus androgynus (L) Merr (KATU) (Performance of Calcium and Blood Phosphorus, Milk Production, Calium Ion and The Amount of Milk-Bacteria in Dairy Cow of Friesian Holstein Due to Level Giving of Sauropus androgynus (L) Men (Katu).

NURLENA, NURLENA (2005) TAMPILAN KALSIUM DAN FOSFOR DARAH, PRODUKSI SUSU, ION KALIUM DAN JUMLAH BAKTERI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT PEMBERIAN ARAS Sauropus androgynus (L) Merr (KATU) (Performance of Calcium and Blood Phosphorus, Milk Production, Calium Ion and The Amount of Milk-Bacteria in Dairy Cow of Friesian Holstein Due to Level Giving of Sauropus androgynus (L) Men (Katu). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1850Kb

Abstract

Experiment aimed to know about the influence of level katu giving in the rations of Dairy Cow of Friesian Holstein to the degree of Calcium and Blood Phosphorus, Milk Production, Calium Ion Concentration and The Amount of Milk Bacteria. This experiment was conducted on August, 22 nd to October, 6 th 2004 in Milking-Cow Farm Cv. ARGA SARI in Winong Village, Kota Sub district, Boyolali District. The materials of experiment that used are : 1) 12 Friesian-Holstein at fifth month lactation and range of body weight 415,42 ± 47,30 kg (CV = 16,20 %) with milk production 8,95 t 1,28 liter (CV = 14,30 %). 2) Concentrate and fresh corn vegetation, 3) Katu powder. The treatment were namely : TO : fresh corn vegetation (40 %) + concentrate (60 %) + 0 % as control T I : fresh corn vegetation (40 %) + concentrate (60 %) + 0,02 % katu/ Body Weight T2 : fresh corn vegetation (40 %) + concentrate (60 %) + 0,04 % katu/ Body Weight Experiment design that used is Completely Randomised Design with two treatment (T1 and T2 and one control (TO), each treatment repeat for fourth times. Parameter that evaluated include ; 1)calcium of blood level; 2)fosfor of blood level; 3) milk-production: 4) calium ion concentrate; 5) number of milk-bacteria; 6) mastitis test. Result of experiment saw that influence different katu intake for 1) calcium of blood to TO, T1 and T2 were 9,01; 9,56 and 9,69 mg/d1 (P>0,05); 2) fosfor of blood to TO, T1 and T2 : were 6,30; 7,04 and8,14 mg/dl (P>0,05); 3) milk production to TO, T1 and T2: 7,72; 7,72 and 8,53 lt/d/cow (P>0,05); 4) calium ion concetrate to TO, T1 and T2 : 929,62; 922,96 and 904,88 ppm (P>0,05); 5) number of milk-bacteria to TO, T1 and T2 : 212.710; 597.063 and 797.712 cell/ml (P>0,05); 6) mastitis test score to TO, T1 and T2 : 0,56; 0,78 and 0,88 (P>0,05). The conclution of the research that differential katu intake can not milking-cow Friesian Holstein for calcium and fosfor of blood level, milk-production, kalium ion concentrate, number of milk-bacteria and mastitis test score. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aras katu pada ransum Sapi Perah Friesian Holstein terhadap kadar Kalsium dan Fosfor darah, Produksi Susu, kosentrasi Ion Kalium dan Jumlah Bakteri Susu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 6 Oktober 2004 di Peternakan sapi. perah CV. ARGA SARI Desa Winong, Kecamatan Kota, Kabupaten Boyolali. Materi penelitian yang digunakan terdiri dari : 1) 12 ekor sapi perah FH laktasi kedua bulan laktasi kelima dengan bobot badan (BB) 415,42 kg + 47,30 (CV=16,20 %) dan produksi susu 8,95 ± 1,28 liter (CV = 14,30 %), 2) pakan konsentrat dan jerami jagung, 3) serbuk katu. Peralatan yang digunakan adalah : 1) Timbangan Temak, 2) timbangan pakan, 3) ember plastik, 4) takaran susu dari plastik, 5) tabung plasma, 6) spuit dan canul, 7) sentrifuge, 8) peadle dan reagent CMT. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut : TO = Jerami jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Serbuk Katu (0 % BB) sebagai kontrol T1 = Jerami jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Serbuk Katu ( 0,02 % BB) T2 = Jerami jagung (40%) + Konsentrat (60%) + Serbuk Katu (0,04 % BB) Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan (T1 dan T2) dan satu kontrol (TO), masing-masing perlakuan diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi : 1) kadar Kalsium darah, 2) kadar Fosfor darah, 3) produksi susu, 4) konsentrasi ion Kalium, 5) jumlah bakteri susu serta 6) uji Mastitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian aras katu pada ransum sapi perah terhadap 1) Kadar Kalsium Darah untuk TO; T1 dan T2 masing-masing adalah 9,01; 9,56 dan 9,69 mg/dl (P>0,05); 2) Kadar Fosfor Darah untuk TO; T1 dan T2 masing-masing adalah 6,30; 7,04 dan 8,14 mg/dl (P>0,05); 3) Produksi Susu untuk TO; T1 dan T2 masing-masing adalah 7,72; 7,72 dan 8,53 liter/hari/ekor (P>0,05); 4) Konsentrasi Ion Kalium untuk TO; T1 dan T2 masing-masing adalah 929,619; 922,963 dan 904,883 ppm (P>0,05); 5) Jumlah Bakteri Susu untuk TO; T 1 dan T2 masing-masing adalah 384.886; 512.921 dan 790,874 semi (P>0,05); 6) Skor Uji Mastitis untuk TO; T1 dan T2 masing-masing adalah 0,56; 0,78 dan 0,88 (P >0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian aras katu pada ransum sapi perah Friesian Holstein belum dapat meningkatkan kadar Kalsium dan Fosfor darah, produksi susu, konsentrasi ion Kalium, jumlah bakteri susu, skor Uji Mastitis.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Animal Agriculture
ID Code:12777
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 14:38
Last Modified:01 Jun 2010 14:38

Repository Staff Only: item control page