PENGARUH TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER PERBANDINGAN ANTARA PRETREATMENT ROKURONIUM-SUKSINILKOLIN DENGAN ROKURONIUM

Santosa, Wignyo (2005) PENGARUH TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER PERBANDINGAN ANTARA PRETREATMENT ROKURONIUM-SUKSINILKOLIN DENGAN ROKURONIUM. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1098Kb

Abstract

Background: Succinylcholine is one of the depolarizing muscle relaxant, which until now was still often being used to facilitate intubation on patients with the risk of aspiration from full stomach, especially in emergency anesthesia and ambulatory anesthesia. Succinylcholine will raise intra-ocular pressure due to direct effect on extra-ocular muscles contraction. Increment of intra-ocular pressure following administration of succinylcholine is one of the redundant effects, especially on patient with ocular trauma. Pre-curarisation effectivity with a small dose of muscle relaxant non depolarizing in order to prohibit and also lessen the incidence and the degree of fasciculation turn out to be better compared to any other pre-treatment medication. Rocuronium, a non-depolarizing muscle relaxant, having effect on extra-ocular muscles relaxation, consequently, has no effect op intra-ocular pressure. Objective: To obtain objective evidence of the effect of pre-treatment administration with rocuronium-succinylcholine compared to rocuronium toward the intra-ocular pressure. Method: This study designed as a double blind randomized clinical trial on 48 patients of ASA I-II aged 16-40 years who had undergone elective surgery using endotracheal intubation located in Dr. Kariadi Hospital-Semarang. The patients were divided into two groups. Group I got rocuronium 0,06 mg/kg-succinylcholine 1,5 mg/kg as the pre-treatment and group II got rocuronium 0,9 mg/kg. All of the patients had received midazolam 0,1 mg/kg IV as pre-medication 5 minutes before induction of anesthesia. Maintenance of anesthesia were using isoflurane 1-2% and N20 50% in oxygen. The intraocular pressure was measured before administration of muscle relaxant, 1 minute after administration of muscle relaxant, and 1 minute after endotracheal intubation. This measurement only applied to one eye, using the Schiotz tonometer. The statistical analysis were performed by Chi-square, t-test, and Mann-Whitney test, p is significant if p < 0,05. Result: We found no significant differences between the two groups in patients characteristic datas. In rocuronium-succinylcholine group, after the administration of muscle relaxant, we observed the decline of intra-ocular pressure from 13.65 ± 1.00 to 13.28 ± 1.14, whereas in rocuronium group from 13.75 ± 1.09 to 13.05 ± 1.44. After endotracheal intubation, the rocuronium-succinylcholine group encountered increment in intra-ocular pressure from 13.28 ± 1.14 to 14.32 ± 1.05, whereas in the rocuronium group from 13.05 ± 1.44 to 13.77 ± 1.14. There were no significant differences in the decline or increment of intra ocular pressure after administration of muscle relaxant or after intubation (p > 0,05) between the two groups. Conclusion: Administration of pre-treatment rocuronium-succinylcholine or else rocuronium was able to prohibit intra-ocular pressure increment. Latar Belakang : Suksinilkolin adalah obat pelumpuh otot golongan depolarisasi yang saat ini masih sering digunakan untuk fasilitas intubasi pasien dengan resiko aspirasi pada lambung penuh, terutama pada anestesi emergensi dan anestesi rawat jalan. Suksinilkolin meningkatkan tekanan intraokuler akibat efek langsung dari kontraksi otot ekstraokuler. Peningkatan tekanan intraokuler setelah pemberian suksinilkolin adalah salah satu efek yang tak diinginkan, terutama pada pasien dengan trauma tembus mata. Efektivitas prekurarisasi dengan dosis kecil pelumpuh otot non depolarisasi dalam mencegah dan mengurangi insidens dan beratnya fasikulasi temyata lebih balk dibandingkan dengan obat pretreatment lain. Tujuan : Mendapatkan bukti obyektif pengaruh terhadap tekanan intraokuler antara pemberian pretreatment rokuronium-suksinilkolin dibandingkan dengan rokuronium Metode : Penelitian dilakukan dengan uji klinis acak terbuka, terhadap 48 pasien bedah elektif dengan intubasi endotrakhea, berusia antara 18-40 tahun, dengan status fisik ASA Pasien dibagi dua kelompok ( 1 dan II ), masing-masing 24 orang. Semua pasien diberikan premedikasi dengan midazolam 0.1 mg/kg BB intra vena, 5 menit sebelum induksi. Induksi pada kelompok I dan II menggunakan propofol 2 mg/kg BB dan fentanil 2 ug/kg BB intra vena. Pada kelompok I diberikan pretreatment rokuronium 0.06 mg/kg BB intra vena 3 menit sebelum pemberian suksinilkolin 1.5 mg/kg BB intra vena untuk fasilitas intubasi endotrakhea. Pada kelompok II diberikan NaCL 0,9 % 3 menit sebelum pemberian rokuronium 0.9 mg/kg BB infra vena sebagai fasilitas intubasi endotrakhea. Pengukuran TIO dilakukan sebelum pemberian pelumpuh otot,1 menit setelah pemberian pelumpuh ptot dan 1 menit setelah dilakukan intubasi endotrakhea. Pengukuran TIO dilakukan pada salah- satu mata, dengan Tonometri Schiotz. Uji statistik dilakukan dengan Chi-square, t-test dan Mann whitney test. Basil : Data karakteristik penderita tidak didapatkan perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok penelitian. Pada kelompok rokuronium-suksinilkolin, setelah pemberian pelumpuh otot terjadi penurunan TIO dan 13,65 ± 1,00 menjadi 13,28± 1,14, sedangkan pada kelompok rokuronium dan 13,75 ± 1,09 menjadi 13,05 f 1,44. Setelah dilakukan intubasi endotrakhea pada kelompok rokuronium-suksinilkolin terjadi peningkatan TIO dari 13,28 ± 1,14 menjadi 14,32 ± 1,05, sedangkan pada kelompok rokuronium, setelah intubasi endotrakhea terjadi peningkatan TIO dari 13,05 ± 1,44 menjadi 13,77 ± 1,14. Penurunan maupun peningkatan TIO baik setelah pemberian pelumpuh otot maupun setelah intubasi tidak didapatkan perbedaan yang bermakna ( p > 0,05 ) antara kedua kelompok. Kesimpulan : Pemberian pretreatment rokuronium-suksinilkolin maupun rokuronium mampu mencegah peningkatan tekanan intraokuler.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:12762
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 14:26
Last Modified:01 Jun 2010 14:26

Repository Staff Only: item control page