EOSINOFILIA DAN KEPADATAN PARASIT MALARIA PADA ANAK SEKOLAH DI DAERAH ENDEMIS MALARIA

SAPTANTO, AGUS (2004) EOSINOFILIA DAN KEPADATAN PARASIT MALARIA PADA ANAK SEKOLAH DI DAERAH ENDEMIS MALARIA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1750Kb

Abstract

Background : Malaria is a certain problem in the world. Immune respond to malaria is different between on endemic and non endemic area. Eosinophilia due to parasite infected include malaria. In endemic area are frequently low density parasite and asymtomatic. It cause difficult to diagnosis. Objective : to determine eosinophil proportion between student with malaria and non malaria and the correllation to parasit malaria density. Methods A cross sectional studies. Subject is school age children in East Sumba district. Data is collected from quesioner and blood stain, using thick and thin blood smear with Giemsa staining to detect the parasit, malaria density and eosinophil count. Data analysis was performed using x2 and regression logistic to determine relation between two variables (significant p<0.05) Results There were 150 samples included in the study (84 girls and 64 boys), which 93 children originate from Sumba and 57 children non Sumba. Eosinophilia count were found in 27 children (34%). Twenty children (13% ) have positive malaria, which 14 ( 9,3% ) children of them were eosinophilia. High malaria density were found at 5 children (5,2%), 2 of them were eosinophylia. Children with eoshinophilia showed correlation positive with malaria ( p : 0.001, PR: 12,58, CI 95 %: 1.590-23.079). Eosinophilia not corelated with parasity malaria density ( p:0.594, PR 0,53 CI95%:0,212-26,918). Conclusion : The proportion eosinophilia at school age children in East Sumba district is 34 %. The proportion of positive malaria test of blood sampling in school age children from East Sumba district is 13 %. Eosinophilia significant correlation with malaria but not significant correlation with parasite density of malaria Latar Belakang : malaria masih menjadi masalah kesehatan dunia. Respon imun terhadap invasi parasit malaria bervariasi, diantaranya peningkatan jumlah eosinofil darah tepi. Eosinofil sering muncul akibat respon terhadap infeksi kronis. Eosinofilia dapat diketahui secara sederhana dengan pemeriksaan darah tepi. Tiap slide darah positif malaria berbeda dalam derajat kepadatan parasit malaria. Kepadatan parasit merupakan salah satu indek malariometrik mordibitas penyakit malaria. Di daerah endemis gejala klinis malaria sering asimtomatis dengan tingkat kepadatan parasit rendah. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan lebih cermat dan teliti untuk menemukan parasit pada sediaan darah tepi. Eosinofilia sebagai respon imun nonspesifik dan dapat diketahui secara sederhana dapat membantu meningkatkan kecurigaan adanya infeksi kronis pada malaria di daerah endemis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari terjadinya eosinofilia pada penderita yang mengindap malaria dan bukan malaria pada anak di daerah endemis malaria. Apakah terdapat hubungan peningkatan eosinofil dare.' tepi dengan tingkat kepadatan parasit malaria pada anak di daerah endemis malaria. Metodelogi Penelitian : Studi belah lintang. Subyek penelitian adalah anak usia sekolah di Kabupaten Sumba Timur. Penggumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel darah, kemudian dilakukan sediaan darah hapus tebal dan tipis dengan pengecatan giemsa untuk memeriksa parasit dan kepadatan malaria. Jumlah eosinofilia dihitung secara langsung pada sediaan darah tipis dengan pengecatan giemsa. Data dianalisa dengan chi square dan regresi logistik untuk menentulcan ada tidaknya hubungan antara variabel (bermakna p<0.05). Vasil Penelitian : Telah diperiksa 150 sampel yang terdiri 86 anak perempuan dan 64 anak laki-laki, dimana 93 anak berasal dari suku Sumba dan 57 anak berasal dari suku non Sumba dan dijumpai 27 anak (34%) dengan hasil eosinofilia.Terdapat 20 anak (13 %) positif malaria, dimana 14 anak (9,3%) dijumpai eosinofilia dan 3 kasus (2 %) malaria tanpa eosinofilia. Kepadatan malaria tinggi ditemukan pada 5 anak (5,2%) dimana 2 kasus dijumpai eosinofilia dan 1 kasus tanpa eosinofilia. Dijumpai 147 kasus dengan tingkat kepadatan parasit rendah, 49 kasus (32,7%) juga menunjukkan peningkatan eosinofil dalam darah tepi dan 98 kasus (65%) tanpa eosinofilia. Eosinofilia berhubungan bermakna dengan malaria dengan p=0.001, Prevalence Ratio (PR): 12,589, Confidence interval (CI) 95 %: 2.095-16,419. Peningkatan eosinofilia tidak berhubungan bermakna dengan tingkat kepadatan parasit malaria. p= 0.594, PR 0,53 CI95 %=0,212¬26,918. Kesimpulan : Proporsi eosinofilia pada anak usia sekolah di Kabupaten Sumba Timur adalah 34 %. Proporsi malaria positif pada sediaan darah anak usia sekolah di Kabupaten Sumba Timur adalah 13 %, dengan kepadatan rendah 98 % kasus. Terdapat hubungan bennakna antara eosinofilia dengan malaria positif dan tidak terdapat hubungan bermakna antara eosinofilia dengan kepadatan parasit malaria. Kata Kunci: Eosinofilia, Malaria, Kepadatan Malaria

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12738
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 14:03
Last Modified:01 Jun 2010 14:03

Repository Staff Only: item control page