PERWILAYAHAN pENGEMBANGAN USAHA TANI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN BANTUL- D. I. YOGYAKARTA

PURNAMA, SETYA WAHYU (2004) PERWILAYAHAN pENGEMBANGAN USAHA TANI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN BANTUL- D. I. YOGYAKARTA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Mb

Abstract

Bantu! regency is one of the regencies in D.I. Yogyakarta province and has economic basis on agriculture sector. It can be seen from the proportion population which most of them or about 54% work on agriculture sector or by means of Gross Regional Domestic Product (PDRB) indicator which has positioned agriculture sector as the dominant sedor. However now the development of this sector is decreasing or stagnancy. It is also moved or changed by other sectors such as industry and service sector. The policy of farming development which orient to production pass trough some programs Such as Bimas, Inmas, Insus, Suprainsus have been moving to the farming development concept which basis on agribusiness, that is integrated farming between production input (upstream), production activity (on farm), and the processing (downstream). It is totally called as an agribusiness system. However in the application is still difficult. The most of farming activity in Bantul regency are done traditionally. Limitless knowledge of potential and land resources problem by the regional zoning, the quality and quantity of the land resources, ability human resources, and supporting substance have made farming activity being conservatism. The agroindustry has been growing in Bantul regency. The agroindustry is hoped can be triggering the growth of production (farming) activity. However the processing is still traditionally or manually, small scale industry or home industry, so they are faced with many problems in their competition. Those problems such as: capitalization, technology, worker quality, marketing and the supply of the other supporting raw material. Limitless of quality and quantity raw material resources caused sustainability of this agroindustry is threatened. In other word there is no integration between input of production, production process and processing activity yet. From the problem above, it can be made the statement of the problem, which the farming activity has not oriented on agribusiness system with the regional zoning yet. The aim of this study is to formulate the regional zoning of farming development which basis on agribusiness in Bantul regency. The objectives of this study, overwhelm : analysis of existing condition of farming, capability and suitability of land, agroindustry conditions, orientation of potential region development, efforts of farming development base on orientation of potential regional development, formulate the regional zoning of developing farming basis on agribusiness. The analysis techniques which are used overwhelm qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is done by overlay method with use software Arcview GIS and scoring method. Whereas quantitative analysis is done for calculate of's-coring process. The result o lthis study is the regional zoning of farming development which basis on agribusiness in Bantul regency which is based on classification (zoning) of potential development orientation includes potential commodities, and the developing efforts of each regional zoning. Kabupaten Bantul merupakan salah sate wilayah yang berada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan memiliki basis perekonomian di sektor pertanian. Hal ini terlihat dari proporsi jumlah penduduk yang sebagian besar atau sekitar 54% bekerja di sektor pertanian atau melalui indikator PDRB yang menempatkan sektor pertanian masih menjadi sektor dominan. Namun demikian perkembangannya saat ini mengalami penurunan dan mulai tergeser atau tergantikan oleh sektor yang lain seperti sektor industri dan jasa. Kebijakan pengembangan usaha tani yang semula berorientasi produksi melalui berbagai program seperti: Bimas, Inmas, Insus, Suprainsus, telah mulai bergeser menuju kearah konsep pengembangan usaha tani yang berbasis agribisnis, yaitu usaha tani yang terpadu antara agroinput (hulu), kegiatan produksi (on farm), dan pengolahan (processing) yang secara keseluruhan disebut sebagai sebuah sistem agribisnis. Namun demikian pada penerapan atau operasionalisasinya di lapangan masih banyak mengalami kesulitan. Kegiatan produksi usaha tani (on farm) di Kabupaten Bantul sebagian besar dilakukan secara tradisional yang turun temurun bahkan sebagian masih bersifat subsisten atau hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri belum berorientasi baik pada aspek ekonomi maupun linglcungan. Kurangnya pemahaman terhadap potensi dan pennasalahan sumber daya lahan secara perwilayahan, keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya lahan, kemampuan sumber daya manusia yang relatif rendah serta keterbatasan unsur penunjang telah menjadikan kegiatan usaha tani menjadi semakin tertinggal. Kondisi ini diperparah lagi dengan tingginya biaya produksi akibat kurang lancarnya distribusi agroinput yang sering terjadi di saat musim penanaman. Kegiatan pengolahan hasil-hasil pertanian (agroindustri) juga telah mulai berkembang di Kabupaten Bantul. Namun demikian pengelolaan usahanya masih tradisional (sederhana atau masih manual), skala kecil rumah tangga, sehingga dalam menghadapi persaingan terns dihadapi banyak kendala. Kegiatan ini diharapkan dapat berperan menjadi pendorong tumbuhnya kegiatan produksi, namun masih banyak kendala yang dihadapi. Dalam perkembangannya sampai saat ini banyak mengalami hambatan seperti: pennodalan, teknologi, kualitas tenaga kerja, pemasaran, ketersediaan bahan balm serta unsur penunjang lainnya. Dengan kata lain bahwa antara kegiatan agroinput, proses produksi dan agroindustri belum adanya keterpaduan. Dan beberapa permasalahan tersebut di atas, dapat dapat dibuat rumusan permasalahannya, yaitu bahwa kegiatan pengembangan usaha tani belum berorientasi pada sistem agribisnis secara perwilayahan. Tujuan studi ini adalah untuk merumuskan perwilayahan pengembangan usaha tani yang berbasis agribisnis secara perwilayahan dalam rangka pengembangan wilayah di Kabupaten Bantul. Sasaran studi ini, meliputi : analisis kondisi usaha tani, kemampuan dan kesesuaian lahan, analisis komoditas-komoditas potensial, kondisi agroindustri, potensi pengembangan wilayah, upaya-upaya pengembangan usaha tani serta merumuskan perwilayahan pengembangan usaha tani berbasis agribisnis. Teknik analisis yang digunakan meliputi : analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode superimpose (overlay) dengan menggunakan software Arcview GIS dan metode skoring (pembobotan), sedangkan analisis Intantitaif dilakukan pada penghitungan beberapa indikator variabel untuk proses skoring. Hasil yang diperoleh (output) yaitu perwilayahan pengembangan usaha tani yang berbasis agribisnis di Kabupaten Bantul yang didasarkan potensi pengembangan vvilayah, meliputi: perwilayahan komoditas dan upaya-upaya pengembangan berdasar klasifikasi potensi pengembangan wilayah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12710
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 12:47
Last Modified:01 Jun 2010 12:47

Repository Staff Only: item control page