FORMULASI STRATEGI USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN LAUT SECARA TRADISIONAL DI KOTA PEKALONGAN Strategy Formulation of Fisheries Products Processed Traditionally in Pekalongan

KOMARIYAH, KOMARIYAH (2004) FORMULASI STRATEGI USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN LAUT SECARA TRADISIONAL DI KOTA PEKALONGAN Strategy Formulation of Fisheries Products Processed Traditionally in Pekalongan. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4063Kb

Abstract

The existence of fisheries products processed traditionally relates to businesses hice fresh fish processing, boiled-salted fish processing and salted fish processing found in the city of Pekalongan. However, the outputs have fluctuated in the last ten years. This situation is due to various risks faced in those businesses, and unfortunately, there are not any comprehensive analyses on the existence, progress, and developing strategy of fisheries products processed traditionally (the processing of fresh fish, boiled-salted fish, and salted fish). This research is aimed to find out the profile of business potential by using Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats evaluation, and position of fisheries products in the city of Pekalongan. Besides, this research is conducted in order to formulate and determine a more effective stiategy of processing and developing those three businesses mentioned above. The research began on July 2003 and finished by October 2003. It took place in the city of Pekalongan, sub-district of North Pekalongan, Central Java Province. This research is a descriptive research and is a case study that applies primary and secondary data on the potentials of fisheries products processed traditionally (fresh fish, boilethsalted-fish,—and- salted- fish) in- Pekalongan.- Here, technical -pi one - - — of production and economy are observed by using cluster method of approach in which samples are taken from respondents that answer questionnaires. Research data are analyzed by applying economic analysis (study of business feasibility), product life cycle analysis, Boston Consulting Group analysis, and SWOT analysis as the evaluation upon internal factors like strengths and weaknesses and external factors like opportunities and threats. The economic analysis (study of business feasibility) shows those three businesses (fresh fish, boiled-salted fish and salted fish) are feasible to be expanded since the payback period ranges between 0.35 and 0.8. Furthermore, it only needs less than one year to equal the expense on investment, while B/C ratio ranges between 1.05 and 1.138, and RE 90.82% to 232.27%, that is 18% higher than bank interest. Based on Product Life Cycle analysis, the business of fresh fish processing is on the growth to maturity stage, while BCG (Boston Consulting Group) analysis shows business position is on the star sign (*), which means this business has an open business opportunity. The business of ikan pindang processing is on the maturity stage and is beginning to decline, while BCG analysis shows business position is on the cross (x) sign, which means this business is not promising anylonger. Meanwhile, product life cycle analysis shows the business of salted fish processing is on the growth stage and BCG analysis records the business unit is on the rupiah sign (Rp), which means the business unit has reached its success in the bigger market sale. Based on Internal Factor Analysis Strategy (IP AS) and (External Factor Analysis Strategy (EFAS), the outcome of SWOT analysis upon the three business units points out strategic internal and external factors for fresh fish processing of 2.59 and 2.26 respectively; ikan pindang processing of 2.49 and 2 28 and salted fish processing of 2.49 and 2.16. Interaction of both strategic factors in the internal and external matrices are on the position of stability and growth segment. Processing and developing strategy suggested to the three businesses includes business stability, growth and development. Stability stage involves internal concentration, business continuity and efficiency; growth stage involves reinforcing technology of processing, improving quality, and deVelbping package. Development is the next stage of improving technology in fisheries products processed traditionally, expanding distribution and marketing networks, increasing the selling price, and accelerating capital flow in order to comply the target of mastering technology, increasing production value, volume and higher profit. Keberadaan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan Laut Secara Tradisional yaitu Usaha Pengolahan Ikan Segar, Usaha Pengolahan Ikan Pindang dan Usaha Pengolahan Ikan Asin di Kota Pekalongan masih eksis, namun dalam kurun waktu sepuluh tahun ini hasil pengolahan tersebut keadaannya mengalami fluktuasi. Hal ini karena adanya berbagai resiko yang dihadapi dan sampai saat ini belum ada suatu analisis yang mendalam tentang keberadaan dan kelangsungan hidup serta strategi pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan laut secara tradisional (usaha pengolahan ikan segar, ikan pindang dan ikan asin) tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui profil potensi usaha sebagai hasil evaluasi diri mengenai kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threat) serta posisi produk di pasar pada usaha pengolahan ikan segar, usaha pengolahan ikan pindang dan ikan asin yang ada di Kota Pekalongan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mentmuskan atau menentukan strategi pengelolaan dan pengembangan yang lebih tepat pada ketiga usaha tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2003 , sampai Oktober 2003 dan berlokasi di Kota Pekalongan Jawa Tengah tepatnya di Kecamatan Pekalongan Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif dan merupakan studi kasus dengan materi data primer dan data sekunder mengenai potensi usaha pengolahan ikan segar, ikan pindang dan potensi usaha pengolahan ikan asin yang ada di Kota Pekalongan baik potensi teknis produksi maupun ekonomis yang diperoleh melalui pendekatant metode cluster dengan cara seluruh responden sebagai sampel melalui questioner. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ekonomi (analisis kelayakan usaha), analisis daur hidup produk (Product Life Cicle / aq yang dibantu oleh Analysis Boston Consulting Group (BCG) kemudian dilakukan analisis SWOT yang merupakan evaluasi diri terhadap situasi faktor internal berupa kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) serta faktor eksternal yang berupa peluang (opportunities) dan ancaman (threats) Hasil analisis ekonomi (kelayakan usaha) menunjukkan bahwa ketiga jenis usaha tersebut (pengolahan ikan segar, ikan pindang dan ikan asin) layak untuk dikembangkan karena payback periode (PP) antara 0,35 — 0,8 berarti untuk menutup kembali pengeluaran investasi diperlukan waktu kurang dari satu tahun dan B/C rasionya antara 1,05 — 1,138 (lebih dari sant) dan RE 90,82% - 232,27% lebih besar dari tingkat suku bunga bank 18%. Dari hasil analisis PLC usaha pengolahan ikan segar berada pada tahap pertumbuhan menuju ke arah kedewasaan (maturity) sedang analisis BCG posisi usaha berada pada tanda bintang ( * ) yang berarti memiliki peluang bisnis yang besar. Untuk usaha pengolahan ikan pindang hasil analisis PLC menunjukkan posisi usaha berada pada tingkat kedewasaan (maturity) menuju ke arah sedikit penurunan dan hasil analisis BCG menunjukkan posisi usaha berada pada tanda silang (X) berarti unit usaha tidak lagi menjanjikan; sedang untuk usaha pengolahan ikan asin hasil analisis PLC menunjukkan bahwa usaha pada tingkat pertumbuhan dan hasil analisis BCG menunjukkan posisi usaha berada pada tanda rupiah (Rp) ini berarti bahwa unit usaha yang berhasil karena mampu menguasai pangsa pasar yang besar. Hasil analisis SWOT dari ketiga jenis usaha tersebut, berdasarkan matriks Internal Factors Analysis Strategic (IFAS) dan External Factors Analysis Strategic (EFAS) diperoleh faktor internal dan eksternal strategik untuk usaha pengolahan ikan segar masing-masing sebesar 2,50 dan 2,26; usaha pengolahan ikan pindang 2,49 dan 2,28 serta usaha pengolahan ikan asin sebesar 2,49 dan 2,16. Interaksi kedua nilai faktor strategis dari ketiga jenis usaha tersebut dalam matriks internal dan eksternal berada pada posisi segmen stabilitas dan pertumbuhan. Strategi pengolahan dan perkembangan yang direkomendasikan bagi ketiga jenis usaha tersebut adalah secara berturut-turut terdiri dari tiga tahap yaitu pemantapan stabilitas usaha, pertumbuhan dan pengembangan usaha. Tahap pemantapan stabilitas berupa konsentrasi internal, kontinuitas dan efisiensi usaha, kemudian tahap pertumbuhan berupa penguatan terhadap teknologi pengolahan, perbaikan mutu dan kualitas, perbaikan kemasan. Tahap pengembangan sebagai tahap lanjutan dilakukan pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan laut secara tradisional, pengembangan jaringan distribusi pasar dan perluasan jaringan pemasaran; peningkatan nilai jual; mempercepat perputaran modal, sehingga target yang diharapkan yaitu menguasai teknologi, peningkatan volume dan nilai produksi serta peningkatan keuntungan dapat tercapai.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12700
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 11:45
Last Modified:01 Jun 2010 11:45

Repository Staff Only: item control page