PERFORMANS SAPI JAW A BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF (Performance of Java Cattle based on Quantitative and Qualitative Traits)

SOEROSO, SOEROSO (2004) PERFORMANS SAPI JAW A BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF (Performance of Java Cattle based on Quantitative and Qualitative Traits). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1579Kb

Abstract

The objective of this research is to identify Java Cattle based on quantitative and qualitative traits and to elucidate the relationships between body measurements and body weight. The research conducted was started from August 2003 to March 2004 at Bandarharjo and Cikuya District, Brebes Regency. The research was conducted by using stratified purposive sampling. Cattle used as many as 138 heads without considering sex, consisted of 29, 31, 28, 20, 12 and 12 heads with <1.5 years old (Ia), 1.5—<2.5 years old (Ii), 2.5—<3.5 years old (I2), 3.5—<3.5 years old (I3), 3.5-4.5 years old (I4) and >4.5 years old (14+), respectively. Quantitative traits measured were body weight, body length, withers height, chest girth, chest depth, chest width, hip height, hip width, thurl width, pin bone width and cannon circumference. Qualitative trait observed was the coat colour. Data were analyzed by deskriptive (proc means and proc freq), general liniear model, stepwise regression, principal component analysis in SAS program ver 6. Result showed that (1) Body weight indicated the largest variation, (2) The brown yellowish coat had the largest phenothypic frequency, followed by the black brown coat, black brownish and grey, (3) The highest coefficient of correlation was shown by relationships between chest girth and body weight, (4) Selection on body weight can be conducted by predicting body Weight from body measurements, that is to chose one or titore measurements optinially, (5) On the basis of Principle Component Analysis (PC), studying on quantitative traits was enough to use the first PC because of the large contribution to total variation. In conclusion, (1) Body weight variation of Java Cattle showed the largest one compared with the other body measurements, (2) The brown yellowish coat had the largest phenothypic frequency than other coat colour, (3) The relationships between body weight and chest circum indicated the largest correlation. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentitikasi sapi Jawa berdasarkan sifat-sifat kuantitatif dan kualitatif serta mengetahui hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan. Penelitian dilaksanakan mulai Agustus 2003 s/d Maret 2004 di desa Banjarharjo dan Cikuya kecamatan Banjarharjo kabupaten Brebes. Metoda penelitian yang digunakan adalah "stratified purposive sampling" Sebanyak 138 ekor sapi Jawa jantan dan betina diambil sebagai sampel penelitian, terdiri dari 29 ekor sapi bemmur dibawah 1,5 tahun (10), 31 ekor sapi berumur 1,5- <2,5 tahun (II), 28 ekor sapi 2,5-<3,0 tahun (I2), 20 ekor sapi berumur 3,0-<3,5 tahun (13), 12 ekor sapi berumur 3,5-4,5 tahun (14) dan 18 ekor sapi berumur lebih dari 4,5 tahun (I4+)• Pengamatan terhadap sifat-sifat kuantitatif meliputi bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, tinggi panggul, lebar panggul, lebar pinggul, lebar tulang tapis dan lingkar tulang kanon Pengamatan sifat kualitatif adalah warna bulu (kulit) . Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, general linier, regresi ganda bertatar dan analisis komponen utama dalam program SAS ver 6. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Bobot badan memiliki keragaman yang tertinggi, menyusul keragaman ukuran tubuh lainnya; (2) Warna bulu coklat Icekuningan berada pada trekuensi tenotif yang tertinggi, menyusul warna bulu coklat kehitaman, hitam kecoklatan dan terakhir warna bulu keabu-abuan; (3) Koefisien korelasi antara bobot badan dengan lingkar dada menduduki peringkat tertinggi, menyusul ulcuran-ukuran tubuh lainnya (4) Berdasarkan hasil persamaan regresi bobot badan sebagai variabel respon dan ukuran-ukuran tubuh yang lain sebagai variabel penduga maka dalam seleksi bobot badan di lapangan dapat diestimasi melalui pengukuran ukuran tubuh lainnya dan dapat dilakukan secara optimal dengan memilih satu atau lebih variabel yang dikehendaki; (5) Berdasarkan Analisis Komponen Utama, maka dalam pengkajian sifat-sifat kuantitatif menggunakan Komponen Utama I saja karena memberikan konstribusi cukup tinggi terhadap keragaman total. Kesimpulan hasil penelitian adalah (1) Keragaman bobot badan sapi Jawa merupakan keragaman yang tertinggi, menyusul keragaman ukuran-ukuran tubuh lainnya, (2) Warna bulu coklat kekuningan pada urutan terbesar dibanding warna bulu lainnya; (3) Korelasi antara bobot badan dengan lingkar dada memiliki koefisien korelasi yang tertinggi dibanding dengan ukuran-ukuran tubuh lainnya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Animal Agriculture
ID Code:12679
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 10:28
Last Modified:01 Jun 2010 10:28

Repository Staff Only: item control page