KONFLIK PADA KAWASAN CAGAR ALAM DANAU DENDAM TAK SUDAH DI KOTA BENGKULU

ZULKARNAIN, RUDY (2004) KONFLIK PADA KAWASAN CAGAR ALAM DANAU DENDAM TAK SUDAH DI KOTA BENGKULU. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Bengkulu City is different from other cities because it has a conservation area called Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). It contains conservation forest and lake, which cover an area of 577 ha. The city development and the conservation area have different goals and functions, creating a conflict between them caused or predicted by pollution, environment destructions, land use changes, authority and the right to use the area. The problems to be addressed in the research are the determinant factors that caused the conflict and the impacts of conflict to the forest ecosystem. The objective of this research is to observe the conflict and to recommend appropriate management of the conflict. The research used qualitative method by means of observation and exploration, as well as unstructured interview with the resource persons. The data were analyzed using a descriptive technique. It focuses on three conflicts, which are (I) authority conflict, (2) land use conflict, and (3) resources conflict. The result shows that the conflict is caused by the characteristics of environment, such as intangible, negative externalities, long terms, public goods; and land value such as social value, market value, and ecology value. The determinant factors include (V physical factors, i.e., e city growth, land restriction, space quality, (2) economic factors, i.e. occupation, lack of jobs, (3) institutional factors, i.e. rate of successful development, civil servant performance, and controlling. The most serious conflict that influence the conservation ecosystem are land use change by forest squatters, conflicts and use for road and in the conservation borders. It can be concluded that the conflict happened because of different views by the stakeholders and interest towards the environment The research recommends a diversion of the ecosystem back to the nature by all of the stakeholders together. Kota Bengkuht memiliki perbedaan dengan kota-kota lain, karena didalani wilayah kola ada kawasan lindung berupa cagar alum yang diberi ncttna Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), memiliki ekosistem danau dan huictn rawa dengan luas ± 577 ha. Perkembangan kola dan perkembangan kawasan cagar alam lidak clapat berjalan beriringan, sebab tujuan dan fungsi keduanya berbeda. Akibatnya timbul konflik atau perselisihan antara dua pihak atau lebih yang dititnbulkan oleh adanya atau diduga adanya pencemaran, perusakan lingkungan hidup, perubahan rata guna lahan, kewenangan pemanfaatan dun perebutan hak pemanfataan. Masalah penelitian adalah faktor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadi konflik dan sejauhmana konflik berpengaruh pada ekosistem cagar alam. Tujuan penelitian adalah mengkaji konflik yang terjadi dan usul pengelolaan konflik yang sesuai. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif yakni suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertzdis atau lisan dart orang-orang dan prilaku yang dapat diamati dengan cara melakukan eksplorasi dan wawancara secara tidak terstruktur dengan naracumber, kernudian analisis data menggunakan teknik deskripitif. Materi penelitian terdiri tiga .fokus yaitu (1) konflik wewenang (2) konflik rata guna lahan (3) konflik kegMtan dalam penzanfaatan SDA cagar alam. Hasn penelitian, akar konflik clitimbulkan karena ciri-ci•i yang melekat pada lingkungan diantaranya sifat intangible, eksternalitas negatil jangka panjang, barangpublik dan nilai lahan yakni nilai sosial, nilai pasar, nilai ekologi. Faktor-faktor yang menyebabkan konflik terdiri dart; (I) faktor fisik meliputi perkembangan kota, keterbatasan ketersedian lahan, kualilas ruang, (2) faktor ekonotni meliputi mata pencarian, alternatif pekerjaan lain behm2 ada, (3) faktor kelembagaan meliputi penilaian keberhasilan pembangunan,kinerja aparat, pengendalian. Konfilk yang paling berpengaruh tehadap ekosistem cagar alam adalah konflik penggunaan lahan oleh perambah, konflik penggunaan lahan untztk jctlan, konflik pengunaan lahan batas cagar alarm Usul pengelolaan konflik adalah kesepakatan semua pihak. Kesimpulan, konflik terjadi karena perbedaan cara pcmdang para pelaku dan kepentingan terhadap lingkungan. Saran yang dapat diajukan adalah untuk segera melakukan kegiatan atau gerakan secara bertahap mengembalikan fungsi cagar alam dengan menanam pohon ash cagar alam pada lakasi yang ada bekas tebangan dengan mengikutsertakan masyarctkat dan .1,SM

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12671
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 09:51
Last Modified:01 Jun 2010 09:51

Repository Staff Only: item control page