POLA SPASIAL OBJEK WISATA ZIARAH WALT MASJID MENARA DAN MAKAM SUNAN KUDUS DIKAITKAN DENGAN PERSEPSI PEZIARAH

Muliadi, Muliadi (2004) POLA SPASIAL OBJEK WISATA ZIARAH WALT MASJID MENARA DAN MAKAM SUNAN KUDUS DIKAITKAN DENGAN PERSEPSI PEZIARAH. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3819Kb

Abstract

Architectural Spatial of Mosque-Minaret-Tomb Sunan Kudus According To Passenger Perception (Thesis Muliadi 2004) Architecitire is based on the societies views. Way of life exist between the atetude and development and personality society. Behavior result human being ecology, with produce human being need. Interpersonal experience create the way of life, with there in self confident development system, creatifity, ethic and aestetic. Those will influences to human behavior development. Through the development before, namely : value system, frame of thinking and way of life, that grow again and again. The research try to find the corelation between respondent perseption about mosque-tower-tomb of the physical and pschylogical aspects. Collective data by kuisioner wich processed descriptive statistically, foot out rationalistic paradigm so that it can be croos check by behavior mapping method (place and person centered mapping). TO ease the research the observation is done by spesify the object. That include tower-mosque segment and tomb segment. Data show that respondent interested in visiting the minaret (60%) mosque (72%) and tomb (86%) cause by the unique of architectural style. But only 20% respondent who say that tower-mosque-tomb are comfortable. In other word 64% respondent un-comfortable, althought 70% of ritual prosetion can be done. When we deal wich behavior data, it is needed to manage architectural setting without decrease sacral and architectural value. Behavior mapping intend to change two way sirculation for one way simulation. The conclusion is mosque-minaret-tomb Sunan Kudus is not only the historical religius object, but also the simbol of architecture style that based on the way of life of the nandiyin lavanes. That very influenced by their perseption the emotional condition when they are doing ritual procetion. An their aesthetic sense that give survival. Respondent belief is strech back to Ja far Shodiq charism, and showed by ritual the ziarah wall, that hope will give them the peace. From the eicplanation above create the uniquenese spatial patern, and stable norm of society, that very intended by every one who spirit of live in religius atmoSfer. Arsitektur bertitik-tolak pada setiap kaidah hidup koniunitas. Kaidah hidup tersebut berada di antara perilaku dan pengalaman dalam melakukan hubungan interpersonal. Berarti menjadi akibat dari perkembangan perilaku individu atau kelompok inasyatalcat berSangkutan. Perilaku hidup membentuk ekologi manusia, yang selanjutnya akan merumuskan kebutphan fisik manusia itu sendiri. Pengalaman melakukan hubungan interpersonal akan membentuk pandangan hidup manusia, yang di dalamnya terdapat sistem pengembangan kepercayaan diri, lcreativitas, etika dan estetika. Keempat sistem itu akan niertipengartihi perkembangan perilaku sese.orang melalui tahapan perkembang sebelumnya, yaitu: sistem nilai, pola pikir dan sikap hidup, yang akan berkembang terus sepanjang masa Penelitian ini mencoba mencari hubungan antara persepsi peziarah terhadap masjid-menara-makam, dikaitkari dengan aspek fisik (kondisi tempat) dan psikis (kenyamanan peziarah). Penggalian data dilakukan dengan penyebaran angket tertutup yang diolah secara statistik deskriptif, mengambil faham rasionalistik sehingga dapat dicrosscheCkican dengati metoda data behavior mapping (person and place center mapping). Untuk mempermudah pengamatan dilakukan pemisahan segmen amatan yang terdiri atis segmen masjid-menara, dan segmen makam sunan. Basil penelitian menunjuldcan bahwa reponden masih tertarik untuk mengunjungi menara (60%), masjid (72%) dan makam (86%) karetta kondisi arsitekturalnya yang milk. Namun derriikian, hanya 20% responden saja yang mengatakan bahwa secara aspek tempat, menara-masjid-makam masih dalam taraf kondusif untuk melakukan peziarahan. Hal ini mengaldbatkan sebesar 64% dari jumlah responden merasakan sudah tidak nyaman lagi ketika berada di dalam objek, tneskipun 70% ritual ziarah masih kondusif (dapat terlaksana). Apabila dicrossceckkan terhadap peta perilaku responden, tentunya adanya upaya untuk menata kembali setting ruang yang ada tanpa mengtuangi nilai kesaktalan tempat dan nilai .arsitekhitainya. Peta perilaku menginginkan adanya perubahan arah airkulasi dua arah pada segmen makam, menjadi sirkulasi sate arah. Penelitian ini membawa kepada lcesimpulan bahwa : Masji&Menara-lvlakam Stinait Kudus bukan sekedar objek wisata religi bersejarah, melainkan. merupakan perwujudan arsitektur yang bertumpu pada pandangan hidup masyarakat Jawa dengan pandangan hidup yang sangat dipengaruhi oleh persepsi yang terdapat dalam dirinya, kondisi emosional dalam dirinya ketika berziarah, dan tingkat kepekaan estetika yang nieMberikari seinangat hidup. Kepateayaan yang diktaidtingnya betintila dari bentuk pengkultusan tokoh Icharismatik Ja'far Shodich yang kian beralcir dalam din pengikutnya dan tents diwariskan dalam bentuk ritual ziarah wall. Dalam waktu lama dapat berubah menjadi suatu keyakinan dan keyakinan inilah yang nantinya memberikan ketenteraman hidup. Dan uraian berbagai temuan pembahasan, adanya pergerakan Wall Songo dan pengkultusan Sunan Kudus, serta dampak akulturasi Jawa dengan Hindu-Budha-Islam telah menumbuhkan pola spasial yang unik .dalaiti objek wisata ziarah tersebut. Dengan tatanan hidup yang stabil, yang pada dasamya sangat didambakan oleh setiap insan yang ingin hidup dalam suasana keTuhanan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12663
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 09:31
Last Modified:01 Jun 2010 09:31

Repository Staff Only: item control page