TAMPILAN PERTAMBAHAN VOLUME AMBING, PROLAKTIN DAN EFISIENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERAH F.H. AKHIAT PERBEDAAN PEA/IBERIAN KUALITAS RANSUM

SURANTO, SURANTO (2004) TAMPILAN PERTAMBAHAN VOLUME AMBING, PROLAKTIN DAN EFISIENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERAH F.H. AKHIAT PERBEDAAN PEA/IBERIAN KUALITAS RANSUM. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2516Kb

Abstract

Experiment aimed to know dry matter (DM) intake, growth of udder volume for a month pre partus and prolactin hormone, dry matter intake, milk production, milk production efficiency and milk quality post partus on dairy cow after fed by different quality of diets. This experiment was held on August 2002 to February 2003 in Samirono Village, Getasan Sub district, Semarang District. The materials of experiment that used are : 1). 18 Holstein-Friesian dairy cows were old pregnant, dry period, awaiting for second lactation, body weight between 350-450 kg and in good condition. 2). Feed that used are concentrate that dairyman usually give, concentrate from BPTP Central Java and Elephant Grass. The treatments were namely TO : a diet containing 12% with crude protein (CP) and of 65% total digestible nutrients (TDN), T I : a diet containing 14% CP and of 70% TDN, T2 : a diet containing 16% CP and of 75% TDN. Measurements were performance at weeks 4, 6, 8, 10 and 12. Experiment, design that used is Completely Randomised Design in time series with split plot arrangement. Where as, diets factors and duration of measurements were use as main plot and sub plot, respectively. Parameter that evaluated include: 1) Dry matter (DM) intake, 2) Consumptions of CP and TDN, 3) udder volume for prepartus, 4) DM intake, 5) Consumptions of CP and TDN, 6) prolactin, 7) milk production, 8) production efficiency, 9) level of milk fats, 10) milk protein and, 11) Specific Gravity. Result of experiment saw that average daily intake of 1) DM of TO, T I and T2 were 6,867; 6,882 and 6,930 kg (P>0,05); 2). Crude protein 0,821; 0,975 and 1,093 kg (P<0,0 I); 3). TDN of TO, TI and T2 were 4,471; 4,972 and 5,212 kg (P<0,01); 4). Increase of Udder cow a month prepartus TO, T 1 and T2 : 4583,33; 5733,33 and 6408,33 ml (P<0,05); 5). Intake of DM : 8,5267; 9,9419 and 10,3000 kg (P<0,01); 6). Intake Crude protein : 1,0489, 1,2882 and 1,6280 kg (P<O,05); 7). TDN of TO, T1 and T2 were : 5,4939; 6,3809 and 7,7095 kg (P<0,05); 8). Level of prolactin : 16,5800, 21,1867 and 22,3900 ng/ml (P<0,01); 9). Milk production 8,083; 11,7760 and 13,3880 1 (P<O,05); 10). Milk Production Efficiency 20,97%, 29,25% and 30,57% (P<O,05); 11). Level of milk fats 3,497%, 3,537% and 3,564% (P>0,05); 12). Protein milk 3,030%, 3,115% and 3,135% (P>0,05) and Specific Gravity 1,02513; 1,02566 and 1,02574 (P>0,05). 13). There was no significant different between diets and duration of measurements. The conclusion of the research is the increase of volume udder, feed intake level of prolactin, milk production, production of efficiency but not effect on level of fats, protein and specific gravity on milk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Tampilan Pertambahan Volume Ambing, Prolaktin dan Efisiensi Produksi Susu pada Sapi Perah FH Akibat Perbedaan Pemberian Kualitas Ransum telah dilaksanakan mulai bulan Agustus 2002 sampai Februari 2003 di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Materi penelitian yang digunakan terdiri atas : 1). 18 ekor sapi FH 2). Pakan konsentrat dan rumput gajah. Peralatan yang digunakan yaitu : 1). Timbangan ernak 2). Timbangan pakan 3). Ember plastik 4). Sentrifuge 5). Gelas ukur 6). Tabung plasma dan 7). Needle spuit. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut : TO = Ransum dengan protein kasar (PK) 12 % dan TDN 65% T1 = Ransum dengan PK 14 % dan TDN 70% T2 = Ransum dengan PK 16 % dan TDN 75% Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap intime dengan pola split plot, dimana faktor ransum sebagai petak utama dan faktor waktu merupakan anak petak. Parameter yang diukur meliputi (1). Konsumsi BK, PK, TDN ransum prepartus dan postpartus, (2). Pertambahan volume ambing, (3). Konsentrasi Prolaktin, (4). Produksi susu, (5). Efisiensi produksi dan (6) Kualitas susu (Kadar Lemak, Protein dan Berat Jenis). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kualitas ransum yang berbeda saat 4 minggu sebelum partus dan 12 minggu setelah partus, pada kelompok TO, T1 dan T2 masing-masing adalah : 1). Konsumsi BK prepartus 6,867; 6,882 dan 6,930 kg/ekor/hari (P>0,05); 2). Konsumsi PK prepartus 0,821; 0,975 dan 1,093 kg/ekor/hari (13<0,01); 3). Konsumsi TDN prepartus 4,471; 4,972 dan 5,212 kg/ekor/hari (P<O,01); 4). Pertarnbahan volume ambing prepartus : 4583,33; 5733,33 dan 6408,33 ml (P<0,05); 5). Konsumsi BK post partus: 8,5267; 9,9419 dan 10,3000 kg/ekor/hari (13<0,01); 6). Konsumsi PK post partus : 1,0489, 1,2882 dan 1,6280 kg/ekor/hari (P<0,05); 7). Konsumsi TDN post partus : 5,4939; 6,3809 dan 7,7095 kg/ekor/hari (P<0,05); 8). Konsentrasi prolaktin : 16,5800, 21,1867 dan 22,3900 ng/ml (P<0,01); 9). Produksi susu 8,083; 11,7760 dan 13,3880 liter/ekor/hari (P<0,05); 10). Efisiensi produksi sapi perah 20,97%, 29,25% dan 30,57% (P<0,05); 11). Kadar lemak 3,497%, 3,537% dan 3,564% tidak berbeda nyata (P>0,05); 12). Kaclar Protein 3,030%, 3,115% dan 3,135% tidak berbeda nyata (P>0,05) dan Berat jenis susu 1,02513; 1,02566 dan 1,02574 tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kualitas ransum yang berbeda saat 4 minggu sebelum partus dan 12 minggu setelah partus bisa meningkatkan pertambahan volume ambing, konsumsi ransum, konsentrasi prolaktin, produksi susu dan efisiensi produksi sapi perah tetapi ticlak mempengaruhi kadar lemak susu, protein susu dan berat jenis susu.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Animal Agriculture
ID Code:12662
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 09:37
Last Modified:01 Jun 2010 09:37

Repository Staff Only: item control page