EVALUASI PERKEMBANGAN PASAR KEPARIWISATAAN BUNAKEN DI KOTA MANADO PADA MASA SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS EKONOMI

LASUT, MEIDY CHERLY (2004) EVALUASI PERKEMBANGAN PASAR KEPARIWISATAAN BUNAKEN DI KOTA MANADO PADA MASA SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS EKONOMI. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Bunaken tourism is a main sector of North Sulawesi Province and Manado City since it has superiority that is the beauty of the sea resources which has been well known through the world. However, the economic crisis has caused the decreasing tourists visit which become the main indicator of tourism activities, so there are some differences between before and after the crisis. The alteration can be seen from the supply variable and the demand variable, which can change in its quality or quantity, even the decline and incline or no alteration at all. On the other hand, it is not impossible for changes, that is not caused by economic crisis. The supply and demand interaction before the economic crisis until the economic crisis happened reflects the trend of the Bunaken tourism. Those problems need to be evaluated to know the condition of tourism sector in Bunaken before and after the economic crisis. The aim of this research can be achieved by making some approach through the quantitative analysis techniques (Boston Consultant Group method and Mix and Share method) and qualitative descriptive which integrating the study's finding relevance with the economic and the regional development theory/concept. Based on the study's, there are some changes in the supply and demand variable, even in its quantity and quality. The changes of demand variable can be found in the sub variable income level and means of transportation that is used. The changes of supply variable can be found in the sub variable attraction, land infrastructure (road capacity), the air (the airport capacity and quality, the air flight firm and the lane), sea infrastructure (the pier capacity), diving service (the amount and the quality of diving club), hotels (the amount and the quality of hotels), restaurants (the amount), souvenir shop (the amount), tourism agent (the amount and the quality), leisure place (the amount), playground (the amount), the ease to get information (accessibility), promotion (frequency and coverage). Beside, there is a trend of highly growing tourism product but with a low market segment. This supported by the transition of the tourism activities in Bunaken which has low competition ability, especially after the economic crisis, which the tourism activities was dominated by Bali Province. The Bunaken tourism "life-cycle" when the crisis happened also undergone a declination and until today it still undergone a stagnation. The recovery of Bunaken's condition needs to be done by increasing its "life-cycle" like Butler recommends which has been suit with several economic and territory development theory/concept. As a conclusion of this study is that the economic crisis not made a significantly influence, especially in supply variable/tourism product. The development trend of Bunaken tourism still in a low market segment even though it has a highly growing tourism product, especially if it compared with Bali Province. Beside, the fear of Indonesia's security condition had decreased the amount of tourists visit. In this way needs to be recommended to draw up RIPP which has the suitable development programs by the government to increase the preference from the tourists, the contribution's evaluation of tourism sector's income of Bunaken to the territory's income and also the application of effective area exploitation principles. Pariwisata Bunaken merupakan salah satu sektor andalan Propinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado karena memiliki keunggulan berupa keindahan potensi sumberdaya laut yang telah terkenal hingga ke mancanegara. Namun, terjadinya krisis ekonomi telah menyebabkan berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan yang merupakan indikator utama kegiatan pariwisata Krisis ekonomi membawa perubahan dalam kegiatan pariwisata Bunaken, sehingga terdapat perbandingan kegiatan pada masa sebelum dan sesudah krisis. Perubahan tersebut terlihat dalam variabel penawaran (supply) dan permintaan (demand), dimana dapat terjadi perubahan dalam hal kualitas dan kuantitasnya, baik penurunan maupun peningkatan atau tidak terjadi perubahan. Di sisi lain, tidak tertutup kemungkinan terjadinya perubahan, yang bukan disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. Interaksi penawaran (supply) dan permintaan (demand) sejak sebelum hingga terjadinya krisis ekonomi dapat memberikan gambaran kecenderungan pariwisata Bunaken ke depan. Berbagai permasalahan tersebut memerlukan adanya evaluasi untuk mengetahui kondisi sektor pariwisata di Bunaken pada masa sebelum dan sesudah krisis ekonomi. Tujuan penelitian ini dapat dicapai dengan melakukan pendekatan melalui teknik analisis kuantitatif (metode Boston Consultant Group dan metode mix and share) dan kualitatif deslcriptif yang mengintegrasikan relevansi temuan studi terhadap konsep/teori perekonomian dan pengembangan wilayah. Berdasarkan hacil studi, diperoleh bahwa terdapat perubahan dalam variabel penawaran (supply) dan permintaan (demand), baik dalam kuantitas maupun kualitas. Perubahan variabel permintaan (demand) terdapat dalam sub variabel tingkat pendapatan dan jalur transportasi yang digunakan. Perubahan variabel penawaran (supply) terdapat dalam sub variabel atraksi, prasarana darat (kapasitas jalan), udara (kapasitas dan kualitas bandar udara, jalur dan maskapai penerbangan), prasarana laut (kapasitas dermaga), jasa penyelaman (jumlah dan kualitas diving club), penginapan (jumlah dan kualitas hotel), tempat makan (jumlah), toko suvenir (jumlah), biro dan ages petjalanan wisata (jumlah dan kualitas), tempat hiburan (jumlah), tempat bermain anak-anak (jumlah), informasi ketersediaan data (kemudahan aksesibilitas), promosi (frekuensi dan jangkauan). Disamping itu terlihat kecenderungan pertumbuhan produk wisata yang tinggi namun pangsa pacqr yang rendah Hasil ini dipertegas dengan terlihatnya komposisi pergeseran aktivitas pariwisata Bunaken yang memiliki daya saing yang rendah, terutama setelah terjadinya krisis ekonomi, dimana aktivitas pariwisata lebih didominasi oleh Propinsi Bali. Sildus hidup pariwisata Bunaken saat terjadinya krisis juga mengalami deklinasi dan hingga kini masih mengalami stagnasi dalam kondisi tersebut. Pemulihan kondisi pariwisata Sunken perlu dilakukan dengan meningkatkan siklus hidup seperti yang direkomendasikan oleh Butler yang disesuaikan dengan berbagai konsep/teori perekonomian dan pengembangan wilayah. Kesimpulan dalam studi ini adalah krisis ekonomi tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan, terutama dalam variabel penawaran (supply)/produk wisata Kecenderungan perkembangan pariwisata Bunaken masih dalam keadaan pangsa pasar yang rendah meskipun memiliki pertumbuhan produk wisata yang cukup tinggi, terutama bila dibandingkan dengan Propinsi Bali. Disamping itu, penurunan jumlah kunjungan lebih disebabkan karena ketakutan dari para wisatawan terhadap kondisi keamanan Indonesia Hal yang perlu direkomendasikan untuk pengembangan pariwisata Bunaken adalah penetapan RIPP yang memiliki program-program pengembangan yang tepat oleh pemerintah untuk meningkatkan minat kunjungan dari para wisatawan, evaluasi kontribusi pendapatan sektor pariwisata Bunaken terhadap pendapatan daerah dan penerapan prinsip kapasitas rendah-mutu tinggi dalam pemanfaatan kawasan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12656
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 09:21
Last Modified:01 Jun 2010 09:21

Repository Staff Only: item control page