HUBUNGAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN DENSITAS MINERAL TULANG PADA WANITA MENOPAUSE DAN PASCA MENOPAUSE

HERLINA, EKA CHANDRA (2000) HUBUNGAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN DENSITAS MINERAL TULANG PADA WANITA MENOPAUSE DAN PASCA MENOPAUSE. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2908Kb

Abstract

Dengan pencapaian usia harapan hidup yang lebih tinggi, maka wanita dituntut untuk meminirnalkan akibat dari adanya penyakit degeneratif yang terjadi karena penurunan fungsi ovarium yang berdampak jangka panjang berupa osteoporosis. Bila hal ini terjadi maka membutuhkan biaya kuratif yang sangat besar. Dan beberapa penelitian diungkapkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal kombinasi sebelum menopause akan menstabilkan atau bahkan meningkatkan massa tulang, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan kontrasepsi tersebut Tujuan penelitian fin adalah untuk mengetahui densitas mineral tulang (DMT) pada wanita menopause dan pasca menopause dimana pada usia 40-50 tahun terpapar oleh kontrasepsi hormonal selama minimal 6 bulan. Penelitian ini adalah penelitian potong lintang yang dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada bidan dan perawat pada masa menopause dan pasca menopause, dengan kriteria penerimaan sampel berbadan sehat, tidak ada gangguan aktivitas, dan bersedia menandatangani iqformed consent. Adapun syarat penolakan adalah adanya riwayat ooforektomi, pernah mendapat terapi hormonal, pengobatan steroid, anti konvulsan, anti koagulan, furosemid atau heparin, bam saja mengalami fraktur, perokok / peminum alkohol, menderita gangguan ginjal, penyakit hati, riwayat gastrektomi, sindroma rnalabsorpsi, hiperprolaktinemia, hiperparatiroid, penyakit Gushing, diabetes mellitus, tirotoksikosis dan hiperadrenalisme, defisiensi kalsium dan diet tinggi kafein, protein, clan serat. Subyek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok I atau kelompok pembanding, kelompok II (kelompok dengan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal progesteron selama > 6 bulan pada usia 40-50 tahun), dan kelompok III (kelompok dengan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal estrogen dan progesteron selama > 6 bulan pada usia yang sama). Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa DMT pada kelompok III adalah 0,462 + 0,07 gr/cm2, pada kelompok II 0,398 + 0,11 gr/cm2, dan pada kelompok I 0,417 + 0,11 gr/cm2. Dad pemeriksaan ini dijumpai bahwa DMT kelompok III lebih baik daripada pada kelompok I dan II, namun belum menunjukkan signifikansi (p=0,064). Sedangkan rata-rata nilai T (dengan membandingkan unit simpang baku populasi dewasa muda) pada kelompok I adalah -1,47, pada kelompok II adalah -1,68, dan pada kelompok III adalah -1,08 dimana angka tersebut belum menunjukkan signifikansi (p=0,058). Pada penilaian QUI (kekerasan tulahg) diperoleh hasil 78,5 + 17,8 pada kelompok I, 74,9 + 17,7 pada kelompok II, dan 90,6 + 11,6 pada kelompok III, dan menurut uji statistik (Benferoni), terdapat perbedaan bermakna antara kelompok III dengan kelompok I dan II. Dapat disimpulkan bahwa adanya riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron akan berakibat positif dengan meningkatkan DMT, nilat T, dan QUI yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kelompok tanpa riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, ataupun dengan riwayat pemakaian kontrasepsi yang mengandung progesteron saja.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12603
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:31 May 2010 19:26
Last Modified:31 May 2010 19:26

Repository Staff Only: item control page