PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN MERDEKA DI DEPAN TERMINAL CIMONE KOTA TANGERANG

DEWANTO, BAMBANG (2003) PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN MERDEKA DI DEPAN TERMINAL CIMONE KOTA TANGERANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

Terminal penumpang 1117711171 merupakcm salah satu simpul dari transportasi dan sebagai tarikan dalam melakukan kegiatan atau perjalanan. Tarikan kegiatan dapat dilihat dengan adanya aktivitas-aktivita• perdagangan di lokasi .•ekitar terminal Cimone di Kota Tangerang dimana pada kondisi saw ini terdapat 2 pertokoan besar (Ramayana dan Borobudur Department store) dan pertokoan-pertokoan kecil lainnya. Sedangkan tarikan perjalanan dapat dilihat dengan adanya fasilitas untuk naik atau turun penumpang serta fasilitas perpindahan moda di Terminal Cimone. Dengan adanya tarikan dari kedua kegiwan tersebut maka terjadi konsentrasi pergerakan di Terminal Cimone yang dapat menimbulkan aktivitas samping jalan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu limas sehingga kinerja pada ruas Jalan Merdeka di Depan Terminal Cimone Dari permasalahan tersebut maka muncul research question yaitu bagaimana pengaruh hambatan samping terhadap kinerja falan di depan Terminal Cimone Kota Tangerang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja jalan untuk mendapatkan faktor yang dominan dari hambatan salving. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskripsi kuantitatif dengan alai analisis regresi berganda. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data volume lalu lintas, data kecepatan kendaraan dan data hambatan samping. Sedangkan data sekunder terdiri dari data geometrikjalan dan data tata guna lahan. Teori yang digunakan dalam ntelctkukan analisis adalah teori karakteristik arus lalu lintas, teori terminal penumpang, teori hambatan samping dan teori tingkat pelayanan. Dari hasil analisis didapat bahwa tingkat pelayanan pada ruas jalan Merdeka di depan Terminal Cimone pada masing-masing periode waktu memiliki kategori yang sama yaitu V/C ratio rata-rata 0,2 dengan tingkat pelayanan A. Hambatan pada ruas jalan tersebut dapat disebabkan karena adanya pemanfaatan lahan untuk aktivitas terminal serta aktivitas perdagangan dan jasa yang akan menimbulkan aktivitas warping jalan seperti penyeberang jalan, kendaraan berhenti, kendaraan keluar masuk dan kendaraan lambat. Berdasarkan hasil analisis regresi tentang hubungan antara kinerja jalan dengan hantbatctn satnping didapat dua model persamaan yang baik yaitu model littler — eksponensial dengan R2 yaitu 0.628 untuk hubungan kecepatan dengan hambatan samping dan model linier — logaritmik dengan R2 yaitu 0.611 untuk hubungan volume lalu lintas dengan hambatan samping. Faktor dominan dari hambatan samping pada kedua model tersebut secara berttrutan dari yang pengaruhnya tinggi sampai pengaruhnya rendah adalah kendaraan berhenii. penyeberang jalan, kendaraan keluar masuk dan kendaraan lambat. Untuk meningkatkcm kinerja jalan akibat pengaruh hambatan samping dapat direkotnenda.•i dengan cara penyediaan fasilitas henti kendaraan (celukan) khususnya untuk angkutan umum dan jika lokasi tidak mentungkinkan dapat dilakukan pemisahan antara jalur cepat (kendaraan pribadi) dengan jalur !withal (kendaraan umunO, penyediaan fasilitas jembatan penyeberangan dengan memberi median pada ruas jalan dan pagar diatas median agar pejalan kaki tetap menggunakan fasilitas penyeberang jalan dan penyediaan pemisah jalur terusan dan jalur yang keterminal serta trayek AKAP pada terminal Cimone dipindah ke Terminal Terpadu. Dengan diterapkannya tersebut diatas maka kecepatan kendaraan dapat meningkat dari 6,15 Km/Jam menjadi 70,11 Km/Jam dan peningkatan volume dari 58,76 Smp/Jant menjadi 198,99 Snip/jam. Public transport station is one of the nodes of transportation system and also as a traffic attraction. Traffic attraction at the station can be seen by high business activities around it, like at Cimone station Kota Tangerang, where two big Stores (Ramayana and Borobudur) placed and many small shops along the street in front of it. also the station play a role as modes transfer facility. People movement concentrated at this location and makes a side fiction effect that can be congested the traffic flow and decreasing road level of services (LOS) around station, also at Cimone station. Corresponding to that issues a research question appeared: How the impact of side friction toward road level of services at Cimone station Kota Tangerang. This research aimed to analyze the impact of side friction to road level of services for side friction dominant factor finding. This research use quantitative analysis method with multiple regression analysts. technique. Primary data consist of traffic volume data. car speed data and side friction data. And secondary data consist of road geometric data, and land use data. Theories that use for this analysis are traffic flow characteristic theory, passenger station theory, side friction theory. and road level of services theory. The result of analysis pointed that level of services in .11. Merdeka, in front of Cimone station, on different period have same values above 0.2 (V/C ratio) or A.. The traffic flow is congested by land use activity like trade, business and services which caused side friction of the road such as jaywalker or pedestrian, stopping car, entering and exiting car of the station and stores parking area, and delaying car. Regression analysis resulted 2 models, linear model of speed vs side friction with determinacy coefficient R2 = 0.628 and logarithmic model of traffic volume vs side friction with determinacy coefficient R2 = 0.611. The dominant factors of side friction related to that models are car stopped, jaywalker or pedestrian, exiting and entering car and car delaying. in a row from higher influence. In order to increase the road level of services caused by side friction, is recommended to providing car stopping facility (taper/niche) especially for passenger car/vehicle and build a road median between slow way (passenger car) and fast way (private car), if it possible, providing pedestrian bridge facility and road fencing on road median to prevent pedestrian walk across the road, build an island to separate between through flow and station flow. and relocate AKAP route from Cimone station to the integrated station. Road infrastructure facility applying, make vehicle speed increasing from 6,15 km/hours to 70,11 km/hours and volume increasing from 58.7 psu/hours to 198,99 psu/hours.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TH Building construction
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12595
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 18:57
Last Modified:01 Jun 2010 05:21

Repository Staff Only: item control page