HUBUNGAN WAKTU TEMPUH GUG TEST DENGAN INDEKS LEQUESNE PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT (CORRELATION BETWEEN GUG TEST AND LEQUESNE INDEX IN KNEE OSTEOARTHRITIS)

Yaputri, Cynthia (2005) HUBUNGAN WAKTU TEMPUH GUG TEST DENGAN INDEKS LEQUESNE PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT (CORRELATION BETWEEN GUG TEST AND LEQUESNE INDEX IN KNEE OSTEOARTHRITIS). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2217Kb

Abstract

Introduction. Knee osteoarthritis is one of the most prevalent musculoskeletal complaints worldwide. It is a major cause of impairment and disability among elderly. Individuals with knee OA suffer progressive loss of balance and reduction of quadriceps strength and activation. Balance and mobility function was assesed by using GUG test and clinical gradation of knee OA was assesed by using Lequesne index. Objective. To asses the relationship between GUG test scores and Lequesne index scores in a sample of subjects with knee OA. Design : Descriptive survey with cross sectional study. Setting : Rehabilitation department in Prof. dr.R.D. Kandou hospital in Manado. Participants : Subjects were 38 individuals with knee OA ( 30 female, 8 men ) aged 50 —75 years old, conforming to clinical criteria of American College of Rheumatology and grade 2 or greater criteria of Kellgren and Lawrence radiographic changes. Methods : Lequesne index was taken after an explanation by the author. To perform the GUG test, subjects were seated on a standard — height chair with armrests. Subjects were instructed to sit with their back touching the back of the chair. On the command "go", subjects stood and walked as fast as possible along of 15.2 m. They were instructed not to slow down before crossing the fisnish line. All subjects wore walking shoes. Results : Mean GUG test score was 12.2 seconds with standard deviation 3.13 seconds dan mean Lequesne index score was 7.95 with standard deviation 2.7. GUG test scores correlated highly with total Lequesne index scores, maximal walking distance, pain or discomfort, and ADL ( r = 0.829 ; 0.764 ; 0.643 ; 0.606 respectively ) ( p < 0,01 ). This study also found that there were negative correlation between GUG test scores and leg length of the subjects. Conclusion : GUG test can be used as an indicator to assess clinical gradation of knee OA, a shorter time to complete the GUG test represents better clinical gradation. Latar belakang. Osteoartritis ( OA ) lutut adalah salah satu kelainan muskuloskeletal yang paling sering dijuinpai di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama impairmen dan disabilitas pada usia lanjut. Osteoartritis lutut menimbulkan gangguan pada keseimbangan sendi lutut dan berkurangnya kekuatan dan aktivasi otot kuadrisep. Penilaian fungsi keseimbangan dan mobilitas fungsional dasar dilakukan dengan Get Up and Go ( GUG ) test sedangkan indeks Lequesne digunakan untuk menilai gradasi klinik OA lutut. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan waktu tempuh GUG test dengan skor indeks Lequesne pada penderita OA lutut. Rancangan : Penelitian deskriptif dengan disain belah lintang ( cross-sectional ). Tempat dan waktu : Bagian Rehabilitasi Medik RSU Prof. dr. R.D.Kandou Manado dari Oktober s/d Desember 2005. Subjek penelitian : Sebanyak 38 subjek OA lutut ( 30 perempuan dan 8 laki-laki ) berusia 50 — 75 tahun, memenuhi kriteria klinis OA lutut berdasarkan American College of Rheumatology dan radiologis sesuai dengan kriteria Kellgren dan Lawrence grade H atau lebih. Metode : Dilakukan pengisian formulir indeks Lequesne oleh subjek setelah mendengarkan penjelasan peneliti. Subjek kemudian melakukan GUG test. Subjek diinstruksikan untuk duduk dengan punggungnya menyentuh sandaran kursi yang mempunyai armrest. Saat diperintahkan "jalan", subjek berdiri dan betjalan secepat mungkin sepanjang 15,2 tanpa melambatkan jalannya sebelum mencapai garis finish. Semua subjek memakai alas kaki yang biasa dipakai untuk berjalan. Analisa statistik dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana dan koefisien korelasi. Hasil : Rata — rata waktu tempuh GUG test adalah 12,2 detik dengan standar deviasi 3,13 detik, sedangkan rata — rata skor indeks Lequesne adalah 7,95 dengan standar deviasi 2,7. Dari hasil uji analisis korelasi didapatkan bahwa waktu tempuh GUG test berhubungan positif yang sangat bermakna dengan total skor indeks Lequesne, domain jarak berjalan maksimum, domain nyeri dan ADL dengan koefisien korelasi berturut — turut r = 0,829; 0,764; 0,643; 0,606. ( p < 0,01 ) Penelitian ini juga mendapatkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat bermakna antara waktu tempuh GUG test dan panjang tungkai subjek. ( r = -0,420 ; p < 0,01 ). Kesimpulan : GUG test dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai gradasi klinik pada penderita OA lutut, dimana semakin singkat waktu untuk menyelesaikan GUG test maka semakin baik gradasi klinik penderita.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12579
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 17:49
Last Modified:31 May 2010 17:49

Repository Staff Only: item control page