HUBUNGAN GANGGUAN FUNGSI ENTERAL DENGAN KEJADIAN DIARE BERULANG PADA ANAK UMUR 1-24 BULAN

Mustarim , Mustarim (2005) HUBUNGAN GANGGUAN FUNGSI ENTERAL DENGAN KEJADIAN DIARE BERULANG PADA ANAK UMUR 1-24 BULAN. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1712Kb

Abstract

Background. Diarrhea is a problem in developed and developing countries. Diarrhea significantly cause morbidity and mortality in the world. In developing country more than 5 million children died every year caused by diarrhea. Even in developed country, diarrhea is still a significant health problem. Mostly (60-80%) are children less than 5 years old, with the highest incidence in 6-11 months old, and children in this group suffer more than one diarrhea episode every year, and more frequent in enteral dysfunction. Objectives. The purpose of the study is to investigate the relation of enteral dysfunction due to recurrent diarrhea in children 1 — 24 months of age. Methods. A cohort study was done, the subjects were children age 1-24 months who were hospitalized in Dr. Kariadi Hospital due to acute diarrhea. 36 patients with acute diarrhea were enrolled consist of 18 with severe enteral dysfunction and 18 with mild enteral dysfuncfion. Enteral dysfunction was determined by a score consist of the amount of stool, lactose intolerance, fat malabsorption and serum level of IgA. After discharged patients were follow-up until 3 months. The occurrence of recurrent diarrhea on both group were analyzed by multivariate logistic regression. Results. The occurrence of recurrent diarrhea were not correlated significantly with age, body weight, nutritional status when hospitalized and after 3 months follow-up, severity of diarrhea, lactose intolerance and fat malabsorption. The occurrence of recurrent diarrhea were significantly higher in children with severe enteral dysfunction, having RR 17.2 (95%CI 25-117.5) and they were significantly higher in children with low IgA level,' RR 22.7 (95%CI 3.3-155.3). Conclusion. Severe enteral dysfunction have 17 times probability, and low IgA level have 22.7 times probability to suffer from recurrent diarrhea. Latar belakang: Diare masih merupakan masalah kesehatan rnasyarakat dan menyebabkan tingginya morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia. Di negara yang sedang berkembang diperkirakan lebih dari 5 juta anak meninggal setiap tahun akibat diare. Di negara maju pun, diare tetap merupakan masalah kesehatan. Sebagian besar penderita ini (60-80%) adalah anak dibawah usia 5 tahun, insiden tertinggi pada kelompok usia 6-11 bulan. Diperkiraan setiap anak pada kelompok usia ini rata-rata mengalami lebih dari satu kali kejadian diare setiap tahun. Apabila terjadi Gangguan Fungsi Enteral (GFE) diperkirakan kejadian diare akan lebih sering. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan GFE terhadap kejadian diare berulang pada anak usia 1-24 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort. Subjek penelitian adalah anak dengan diare akut yang dirawat di bangsal Anak RS. Dr.Kariadi yang dikelompokkan menjadi dua, kelompok pertama 18 anak dengan faktor GFE berat dan kelompok kedua dengan GFE ringan. Derajat GFE ditentukan berdasarkan derajat intoleransi laktosa, malabsorpsi lemak, kadar IgA dan jumlah feses. Setelah perawatan diikuti selama 3 bulan, kemudian dibandingkan insiden terjadinya diare berulang pada kelompok dengan faktor risiko dengan kelompok tanpa faktor risiko. Kejadian diare berulang pada kedua kelompok dianalisis dengan regresi logistik multivariat. Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna pada umur, berat badan, status gizi, intoleransi laktosa, malabsorpsi lemak, kadar IgA dan jumlah feses terhadap kejadian diare berulang. Dari hasil uji regresi logistik tampak bahwa GFE berat merupakan faktor risiko untuk terjadinya diare berulang dengan RR 17,2 (95% interval kepercayaan 2,5-117,5). Demikian juga dengan kadar IgA normal rendah merupakan faktor risiko terjadinya diare berulang, dengan RR 22,7 (95% interval kepercayaan 3,3-155,3). Kesimpulan: GFE berat mempunyai risiko 17 kali dan kadar IgA rendah mempunyai risiko 22,7 kali untuk terjadi diare benilang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12566
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 17:21
Last Modified:31 May 2010 17:21

Repository Staff Only: item control page