KONSEP KEBERLANJUTAN DALAM LINGKUNGAN PERUMAHAN MASSAL Studi Kasus : Perumahan Massal Perumnas Bumi Tlogosari Semarang

Pandelaki, Edward Endrianto (2003) KONSEP KEBERLANJUTAN DALAM LINGKUNGAN PERUMAHAN MASSAL Studi Kasus : Perumahan Massal Perumnas Bumi Tlogosari Semarang. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

Humans in recent times have been facing both local and global problems such as flooding, pollution, poverty, social gaps, etc. It has been realized that changes in the development process are urgently needed. The concept of sustainability provides a new perspective on how development processes can embrace ecological, social, and economic aspects in a balanced and comprehensive manner. Sustainability has become an issue that concerns everybody and needs to be dealt with in various scales and through different development sectors. The housing environment is a perfect starting point to implement the sustainability concept because people can be directly involved and can experience the immediate result of these efforts. There is a need for a great amount of housing for middle to low -income citizens in cities all over Indonesia. Perumnas, as one of the government's housing policy is an attempt to answer this need through developing mass housing for middle-low income people. With issues of low environmental quality in bionomic process emerging, there is a need to review Perumnas' basic concept of mass housing from the sustainability perspective. This research tried to find ways of implementing the sustainability concept in Perumnas' mass housing environment using housing at Bumi Tlogosari Semarang as a case study. The method used in the research is qualitative-descriptive, since the main characteristic of the research is explorative. Implementing the sustainability concept in a mass housing environment means creating a condition where a mass housing environment, as a physical container, can continue to support the dwellers' needs during a bionomic process, without reducing the ability of people who live outside the area and the next generation to meet their own needs. The process of carrying out the sustainability concept in a housing environment needs to be supported by people's awareness, environmental management policies, and regulations along with its implementation. Principles that are contained in the concept are: inclusiveness, vitality, productivity, adaptability, accessibility, self-sufficiency, participation, social cohesion, character, energy conservation, waste minimization, and surroundings integration. These principles need to be implemented in the land use and in site planning, houses and plots, facilities, and in the infrastructures of housing environments. From the research findings, it can be concluded that the attention of Perumnas is limited to the principles of vitality, inclusiveness, accessibility, self-sufficiency, adaptability, and surroundings integration. Attention to the other principles is more of an unintended outcome of implementing the six principles mentioned above. The implementation of the sustainability concept at the Bumi Tlogosari housing environment can be achieved by carrying out: mixed land use; floating land use; planned unit development with clustered houses and facilities as the binder; opened rectilinear street patterns; diversity in the house types and plots through the use of local materials; site and services; open utility network using local materials; and the type of secondary streets which restrict vehicular circulation. The suggested recommendations are as follows: implementation of the principles of energy conservation, waste minimization, character, and participation; these need to be considered in the future development of mass housing environments; there is a need for appropriate management for middle-low income housing environments; also continued research toward community sustainability in Bumi Tlogosari Semarang. Kehidupan manusia saat ini dihadapkan pada permasalahan global maupun lokal seperti banjir, polusi, kemiskinan, clan lainnya. Disadari perlu adanya perubahan dalam konsep pembangunan. Konsep keberlanjutan memberi cara pandang baru dalam pembangunan dengan melihat aspek ekologi, sosial dan ekonomi sebagai kesatuan yang menyeluruh dan seimbang. Keberlanjutan merupakan isu bagi seluruh masyarakat dan negara, serta perlu diterapkan pada berbagai skala dan sektor pembangunan. Lingkungan perumahan sebagai awal yang tepat penerapan konsep keberlanjutan karena di dalamnya masyarakat dapat merasakan dan terlibat langsung dalam berbagai upaya yang dilakukan. Indonesia dihadapkan pada banyaknya kebutuhan rumah bagi masyarakat menengah bawah di kota. Perumnas sebagai basil kebijakan Pemerintah pada sektor perumahan menjawab kebutuhan tersebut salah satunya melalui perumahan massal sederhana. Dengan muncuinya isu rendahnya kualitas lingkungan pada proses bermukim, diperlukan tinjauan terhadap dasar perwujudan lingkungan perumahan massal oleh Perumnas dalam kaitannya dengan konsep keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mencari bentuk penerapan konsep keberlanjutan pada lingkungan perumahan massal Perumnas, dengan kasus studi pada lingkungan perumahan Bumi Tlogosari Semarang. Metoda analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini bersifat eksploratif Penerapan konsep keberlanjutan pada lingkungan perumahan massal memiliki arti sebagai kondisi dimana lingkungan perumahan massal sebagai sebuah wadah fisik dapat tetap memenuhi kebutuhan penghuninya selama proses bermukim tanpa mengurangi kemampuan pemenuhan kebutuhan masyarakat daerah lain dan generasi mendatang. Sebagai sebuah proses, perwujudannya perlu ditunjang dengan kesadaran masyarakat, pengelolaan, dan peraturan beserta penerapannya pada tahap penghunian. Prinsip yang terkandung di dalamnya adalah : inklusif, vitalitas, produktifitas, adaptabilitas, aksesibilitas, swa-sembada, partisipasi, kohesi sosial, karakter, konservasi energi, minimalisasi limbah, dan integrasi dengan lingkungan di luarnya. Prinsip ini perlu diterapkan pada unsur lingkungan perumahan, yaitu rumah dan kapling, fasos dan fasum, prasarana, serta pada tata gum lahan dan rencana tapak sebagai pengikat unsur tersebut. Dan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa perhatian Perumnas masih terbatas pada prinsip vitalitas, inklusif, aksesibilitas, swa-sembada, adaptabilitas dan integrasi dengan lingkungan di luarnya. Perhatian terhadap prinsip Iainnya lebih merupakan hasil ikutan dari perhatian terhadap keenam prinsip tersebut. Bentuk penerapan konsep keberlanjutan pada Bumi Tlogosari adalah melalui tata guna lahan campuran; tata guna lahan mengambang; rencana tapak melalui unit lingkungan dimana massa bangunan ditata secara berkelompok mengikuti pola jaringan jalan dengan fasos dan fasum berfungsi sebagai pengikat; pola jaringan jalan rectilinear yang terbuka; keberagaman tipe rumah dan kapling dengan material lokal; rumah inti dan sub inti sebagai rumah tumbuh; kapling tanah matang; keberagaman dan desentralisasi fasos dan fasum; bentuk prasarana dan jaringan utilitas terbuka dengan penggunaan material lokal; serta tipe jalan lingkungan sekunder yang membatasi sirkulasi mobil. Rekomendasi yang disarankan adalah : prinsip konservasi energi, minimalisasi limbah, karakter, dan partisipasi perlu mendapat perhatian Perumnas dalam penvujudan lingkungan perumahan massal selanjutnya; perlunya pemikiran mengenai bentuk mekanisme pengelolaan lingkungan perumahan massal sederhana; serta penelitian lanjutan mengenai keberlanjutan masyarakat penghuni Bumi Tlogosari Semarang.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12560
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:31 May 2010 17:12
Last Modified:31 May 2010 17:12

Repository Staff Only: item control page