PERUBAHAN TITE11. igni PADA LEPRA SUBKLINIK PASKA TERAPI IJANGKA PENDEK DENGAN RIFAMPISIN DAN KLARITROMISIN "

Tanasat, Fanny (2005) PERUBAHAN TITE11. igni PADA LEPRA SUBKLINIK PASKA TERAPI IJANGKA PENDEK DENGAN RIFAMPISIN DAN KLARITROMISIN ". Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1389Kb

Abstract

Leprosy remains a health problem in Indonesia, not only because it is contagious, but also due to psycho-social problems caused by the stigma and the risk of disability. Sub-clinical leprosy is a condition where the bacteria have invaded the body but the host does not show any clinical sign of the disease. However the serological test turns out to be positive, which shows the presence of a specific antibody towards M. leprae. Leprosy is thought to be transmitted through two main pathways, i.e. the skin and the upper respiratory tract. The hospital employees pose a risk to contract the disease. Thus, an examination of Ig M employing ELISA method was conducted to detect sub-clinical leprosy infection as early as possible. Among 187 employees examined 37 blood samples were positive of sub-clinical leprosy then a short term therapy with Rifampicin and Clarithromycin were administered for three months. The results was a significant decrease of Ig M titer. Penyakit lepra masih merupakan problem kesehatan di Indonesia, bukan saja karena menular, melainkan juga menimbulkan masalah psiko-sosial karena adanya "stigma" (cap buruk) serta risiko tedadinya kecacatan. Lepra subklinik (LS) adalah keadaan kuman telah masuk ke dalam tubuh namun individu tersebut tidak menunjukkan adanya gejala klinik penyakit tersebut, tetapi path pemeriksaan serologis adalah positif, menunjukkan adanya antibodi spesifik terhadap M.leprae. Penyakit lepra diduga ditularkan melalui dua jalur utama yakni kulit, dan mukosa saluran napas bagian atas Karyawan suatu rumah sakit menjadi kelompok yang mempunyai risiko untuk tertular. Oleh karena itu telah dilakukan pemeriksaan dengan metoda ELISA IgM untuk mendeteksi secara dini infeksi lepra subklinik. Dari 187 ka.ryawan yang diperiksa diperoleh 37 sampel darah karyawan yang positif menderita lepra subklinik, kemudian dilakukan terapi jangka pendek dengan Rifampisin dan Klaritromisin selama 3 bulan. Hasil yang diperoleh adanya penurunan titer IgM secara bermakna.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12556
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 17:06
Last Modified:31 May 2010 17:06

Repository Staff Only: item control page