POLA TATA RUANG PEMUKIMAN NELAYAN DESA TASIKAGUNG KABUPATEN REMBANG

EKAPUTRA, YOHANES DICKY (2003) POLA TATA RUANG PEMUKIMAN NELAYAN DESA TASIKAGUNG KABUPATEN REMBANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
8Mb

Abstract

Indonesia is a state with length Coastline. The activities that happened in coastal and sea area have given contribution equal to 24 % from Product of Domestic Bruto in Indonesia. The Existence of Fishermen's Settlement has contiguity and very relates to the source of fish arrest and hauls distribution area. Therefore, this assorted of activities that happened in coastal region and sea have potency to the happening of degradation supported energy of ecosystem, and environmental degradation. As the center of Pantura growth beside East North Central Java coastal area, development context that happened in Countryside of Tasik Agung Sub Province of Rembang result friction from life pattern of Agrarian Rural to Non Agrarian Urban. The friction of Life Pattern will influence the functional activities and the society change of its physical environmental. Growth of Space Pattern formed by physical and non physical because change of this Life Pattern based this research 'Pole Tata Ruang Pemukiman Nelayan Desa Tasik Agung Kabupaten Rembang. (Fishermen's Setiement Space Pattern in Countryside Tasik Agung, Sub Province Rembang). The aim of this research is to study the space pattern of fishermen's settlement area in Countryside Tasik Agung Sub Province Rembang. The research suggestion is to get clarity from each space pattern maker aspect to reach by searching characteristic of phenomenon settlement of fishermen influencing and affect by space pattern maker aspect, both for having the character of physical and non physical. This research uses Qualitative Research Methodology with Rationalistic approach, on which this research takes its basis on conceptual of theoritical as result of empirical meaning in sensual meaning, etic and logic, and need Framework of theory as Grand Concept, where this framework of theory do not be utilized to prove or compile Hypothesizing, but to analyse problems and see object in its context The field observation, and spreading of questioner are represent part of which cannot be discharged from activities of this research. Data taken with Purposive Sampling method with random technique modestly (Simple Random Sampling) where every sampel unit has the same opportunity to be selected. So that this research is structured and rational, the research variable to check by is direct interconnected elements with space pattern, both physical and non physical, what divided to become Influenced Variable and Affected Variable. From the analysis can be concluded, that human settlement space pattern formed nonly physical divided to become Communal Space and Commercial Space. While settlement space pattern form physically divided to become Spatial Space, Urban Space and Public Space of Housing and Public Space of Resettlement. The tipology settlement formed by linear pattern, radial pattern and cluster pattern. The Determine Factors of fishermen's settlement space pattern is formed by internal and external factors. This research obtain recommendation that still require to check furthermore to study relation between human beeing with its environment, to result change of settlement space pattern, that happened effect of friction oriented activity of society. Sebagai Negara dengan Garis Pantai yang cukup panjang, aktifitas yang terjadi di daerah pantai dan laut telah memberikan kontribusi sebesar 24 % dari Produk Domestik Bruto di Indonesia. Keberadaan pemukiman nelayan memiliki kedekatan dan sangat berkaitan erat dengan sumber penangkapan ikan dan daerah distribusi hash tangkapan. Oleh sebab itu berbagai macam kegiatan yang terjadi di wilayah pantai / laut berpotensi atas terjadinya penurunan daya dukung ekosistem dan degradasi lingkungan. Sebagai pusat pertumbuhan Pantura di sisi Timur pesisir Utara Jawa Tengah, konteks pembangunan yang terjadi di Desa Tasik Agung Kabupaten Rembang mengakibatkan pergeseran dari pola kehidupan Rural Agraris ke Urban Non Agraris. Pergeseran pola kehidupan tersebut akan mempengaruhi kegiatan fungsional masyarakat dan perubahan fisik lingkungannya. Perkembangan Pola Tata Ruang yang terbentuk balk secara fisik maupun non fisik karena perubahan pola kehidupan inilah yang mendasari penelitian Pola Tata Ruang Pemukiman Nelayan Desa Tasik Agung Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola tata ruang kawasan pemukiman netayan di Desa Tasik Agung Kabupaten Rembang. Dan sasaran penelitian yang akan dicapai adalah untuk mendapatkan kejelasan dari masing-masing aspek pembentuk pola tata ruang yang akan dicapai dengan cara mencari fenomena karakteristik pemukiman nelayan yang mempengaruhi dan terpengaruh oleh aspek-aspek pembentuk pola tata ruang, balk yang bersifat fisik maupun non fisik. Metode yang dipakai adalah Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Rasionalistik, dimana penelitian ini dibangun dari konseptual teoritik sebagai hash pemaknaan empiri dalam arti sensual, logik maupun etik, serta memerlukan Kerangka Teori sebagai Grand Concept, dimana Kerangka Teori ini tidak dipergunakan untuk membukfikan atau menyusun hipotesa, tetapi untuk menganalisa permasatahan dan melihat obyek dalam konteksnya Observasi di lapangan dan penyebaran questioner merupakan bagian yang tidak dapat ditepaskan dad kegiatan penelitian ini. Data diambil dengan metode Purposive Sampling dengan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling), dimana tiap unit sampet memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Agar penelitian ini dapat terstruktur dan rasional, variabel penelitian yang akan diteliti adalah unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan pola tata ruang, balk secara fisik maupun non fisik, yang terbagi menjadi Variabel Pengaruh dan Variabel Terpengaruh. Dad analisa yang dilakukan, didapat hash temuan penelitian sebagai berikut, bahwa bentuk pola tata ruang secara non fisik terbagi menjadi Ruang Komunat dan Ruang Komersial. Sedangkan bentuk pola tata ruang pemukiman secara fisik terbagi menjadi Ruang Spatial, Ruang Urban dan Ruang Publik Perumahan serta Ruang Publik Pemukiman. Bentukan fipologi pemukiman membentuk pola memanjang, menyebar dan mengetompok. Sehingga secara keseluruhan faktor-faktor utama (Determine Factors) yang mempengaruhi bentukan pola tata ruang pemukiman netayan dibentuk oleh faktor-faktor Internal dan Eksternal. Penelitian ini menghasitkan rekomendasi bahwa masih perlu diteliti lebih lanjut untuk mengkaji hubungan antara manusia dengan lingkungan binaannya, yang mengakibatkan perubahan pola tata ruang pemukiman, yang terjadi akibat pergeseran orientasi aktifitas masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12555
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:31 May 2010 17:05
Last Modified:31 May 2010 17:05

Repository Staff Only: item control page