STIMULASI KELUARGA PADA PERKEMBANGAN BICARA ANAK USIA 6 SAMPAI 36 BULAN DI KELURAHAN KUNINGAN, SEMARANG UTARA

Jaenudin, Eko (2005) STIMULASI KELUARGA PADA PERKEMBANGAN BICARA ANAK USIA 6 SAMPAI 36 BULAN DI KELURAHAN KUNINGAN, SEMARANG UTARA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1596Kb

Abstract

Background : Speech is an important communication device and also an indicator for child development. Language and speech development are vulnerable depending on environment. Family stimulation, as one of many psychosocial factors, is a very important item in child development. Research on how to bring up a child is still rare, and few data is available to find a relationship between raising pattern and speech development. Objectives : To find the risk factors of family stimulation on child's speech development. Methods : An observational and analytic study with a cross sectional approach. Family stimulation is assessed by 'Home observation for measuring environment' or 'Inventory of home stimulation-HOME'. Speech development screening and is called 'Early language milestone scale-ELMScale'. Data was analyzed by SPSS version 9 computer program. Setting : Kuningan Resort, District of North Semarang, Semarang. Result : Speech development, family stimulation, and other risk factors were evaluated. 127 children aging from 6 month to 36 rnonth fulfilling inclusion criteria entered the study. 121 (95.3%) children had normal speech development and 6 (4,7%) children had abnormal speech development. Five (83.3%) children from the abnormal group had low family stimulation (HOME score under -2 standard deviation). All six children with abnormal speech development had working mothers. With Forward's method of logistic regression analysis, children with low family stimulation (HOME score s 17,9) had a risk for abnormal speech development (p=0.01), children with working mothers had a risk for abnormal speech development (p=0.03). There was no positive correlation between variables of age, gender, number of siblings, birth difference, nutritional status, education of mother, duration of child staying together with the mother, having a baby sitter,on speech development of the child. Conclusion : Speech development is multifactorial. Family stimulation and working mothers are risk factors speech development of the child. Latar belakang : Bicara merupakan alat komunikasi yang sangat penting dan merupakan indikator seluruh perkembangan anak. Perkembangan berbahasa dan berbicara sangat rentah terhadap lingkungan yang kurang baik. Stimulasi keluarga sebagai salah satu faktor psikososial merupakan hal yang penting dalam perkembangan anak. Penelitian pengasuhan masih langka, sedikit data yang tersedia untuk melihat hubungan antara pola pengasuhan dan perkembangan bicara. Tujuan : Untuk mengetahui faktor risiko stimulasi keluarga terhadap perkembangan bicara anak. Metode penelitian : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan belah lintang. Stimulasi keluarga menggunakan tolok ukur Instrumen Observasi Rumah Tangga untuk Mengukur Lingkungan atau Stimulasi dalam Keluarga (Home Observation for Measuring Environment atau Inventory of Home Stimulation-HOME). Perkembangan bicara diukur dengan instrumen untuk menjaring perkembangan bahasa dan bicara yaitu Early Language Milestone Scale (ELMScale). Analisis data dengan program komputer SPSS versi 9.0 for Windows Tempat : Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kotamadia Semarang. Subyek : Anak usia 6 sampai dengan 36 bulan Hasil penelitian: Dilakukan pemeriksaan status perkembangan bicara dan stirnulasi keluarga serta faktor lain yang berpengaruh. 127 anak usia 6 sampai 36 bulan masuk dalam kriteria penelitian. Diperoleh 121 (95,3%) anak dengan perkembangan bicara normal dan 6 (4,7%) anak dengan perkembangan bicara abnormal. 5 (83,3%) perkembangan bicara abnormal didapatkan stimulasi keluarga rendah ( skor HOME kurang dad -2SD). Ke 6 anak dengan status perkembangan bicara abnormal mempunyai ibu yang bekerja. Dengan analisa regresi logistik metode Forward, anak dengan stimulasi keluarga rendah (skor HOME mempunyai risiko terhadap perkembangan bicara abnormal (p=0,01), anak dengan ibu yang bekerja berisiko terhadap perkembangan bicara abnormal (p=0,03). Tidak ditemukan korelasi positif pada variabel-variabel umur, jenis kelamin, jumlah saudara, jarak kelahiran, status gizi, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, lama anak bersama ibu, pengasuh pengganti bila ibu pergi; terhadap perkembangan bicara anak. Kesimpulan : Perkembangan bicara dipengaruhi multifaktorial. Stimulasi keluarga dan ibu yang bekerja berisiko pada status perkembangan bicara anak.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12544
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 16:01
Last Modified:31 May 2010 16:01

Repository Staff Only: item control page