KEPADATAN UDANG PENAEID DI PERAIRAN SEMARANG DAN SEKITARNYA

PRAMONOWIBOWO, PRAMONOWIBOWO (2003) KEPADATAN UDANG PENAEID DI PERAIRAN SEMARANG DAN SEKITARNYA. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1740Kb

Abstract

Penaeid shrimp are still the most valuable product in demersal fishery until now days, but information about distribution and the density still unknown. So fisherman only work with their experiences for their shrimp fishing activities. Because of that, shrimp fishery activities cannot be done effectively, and it's need special approach to overcome the problem. One of the solutions is to make several maps of penaeid shrimp density especially in Semarang waters. The aim of this research is to make several maps of penaeid shrimp density and distribution in Semarang waters. When shrimp density with kriging methods using surfer 7 software already mapped, the fishing ground of shrimp will be detected more easily. To collect the data, baby trawl is being used to catch the shrimp, and the data will be analysed by swept area method to calculate the shrimp density and it's given in ind/ha. As the result, shrimp are widely spread on Semarang territory waters but the densities are varying in every area from time to time. Maximum density on May-June 2001 is 256 ind/ha and 121 ind/ha on September 2001. In correlation analysis only the depth give moderate correlation in shrimp density but the R2 (coefficient of determination) are small its means the relation are not quite strong. Sea bet substrates are not give significant correlation in shrimp density. Udang penaeid masih merupakan salah satu komoditi unggulan dari produk perikanan tangkap. Produksinya tergantung dari musim, yang sampai saat ini sebaran baik kepadatan maupun ukurannya masih belum banyak diketahui. Sehingga para nelayan dalam operasi penangkapannya hanya berdasar pada pengalaman belaka. Keadaan tersebut tidak hanya mengurangi efisiensi penangkapannya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran kepadatan udang khususnya di perairan Semarang dan sekitarnya agar supaya kepadatan udang dapat diketahui dari hasil mapping. Metode swept area dipergunakan untuk data koleksi udang dengan menggunakan alat tangkap cotok (baby trawl ) dan data diolah dengan metode kriging mempergunakan piranti lunak surfer 7 serta hasilnya di tmpang gtindihkan pada peta perairan Semarang. Dan hasil penelitian didapatkan bahwa sebaran udang putih di perairan Semarang dan sekitarnya mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Kepadatan tertinggi pada bulan Mei¬Juni 2001 adalah 256 ind/ha dan pada bulan September 121 ind/ha. Korelasi antara kepadatan udang dengan kedalaman serta jenis substrat dasar perairan menunjukkan bahwa hanya kedalaman saja yang mempunyai korelasi yang bermakna dengan kepadatan udang, walaupun R2 (coefisien determinasi) keeratan hubungannya kecil. Sedangkan terhadap substrat dasar tidak memberikan korelasi yang bermakna

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12526
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 May 2010 15:26
Last Modified:31 May 2010 15:26

Repository Staff Only: item control page