KAJIAN PENCEMARAN BAHAN ORGANIK DI KAWASAN PESISIR SEMARANG

VVIDIARSIH, WAHJU (2002) KAJIAN PENCEMARAN BAHAN ORGANIK DI KAWASAN PESISIR SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3451Kb

Abstract

Semarang waters area, like other coastal waters area in Indonesia had been exploited for fishing activity, but have many serious problems in the waters environment especially from big rivers, West Banjir Kanal River, Tapak Stream, and Babon Stream and worsened by industrial concentration along the rivers empties into the area. Despite of industrial's disposal from other activities, domestics water pollutant that contain organic substances have result in environment pollution in Indonesia and contaminated about 70% water around it. (Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI, 1997). Although biodegradable in nature, organic pollutant can lowering water quality marked with eutrofication, the higher fertile level and deadly for biota. This study is aimed to: (1) determine water quality in Semarang Coastal Waters by degree of organic substance's pollution physically, chemically, and biologically; (2) determine the influence of water pollution toward macrobenthos and mollusk's lives; (3) determine the influence of environmental sanitation and the existence of industry toward prokasih programs for community around the rivers. This research was using primary data review with multiple linear regression analysis and secondary data. For many big rivers that passing through Semarang City, namely West Banjir Kanal River, Tapak Stream, and Babon Stream, that empties into Semarang's Beach Waters, detected that some of water quality parameters have surpass its allocation, namely BOD5, COD, DO, pH, TDS and turbidity. It's also detected that from biology parameter, analysis of macrobenthos heterogeneity and homogeneity in Stations I, II, Ill, and IV, showing the low result, indicated that environment condition in the research area was incapable to support live of waters organism, or the waters.is polluted. The existence of Eschericia coli and Salmonella Bacterias, and the high level of TPB in waters environment indicate that in environment of Semarang Beach Waters have been contaminated by domestics pollutant, marked by the existence of high organics substances, indicated by pathogen bacteria. Overall, Waters Environment Quality Indices in Semarang Coastal Waters was polluted. Community response about environmental sanitation and the industrial existence around their neighborhood, about prokasih program by government, was expected by regression test for the three rivers, namely Tapak Stream, West Banjir Kanal River, and Babon Stream. Result form analysis showed a positive correlation between sanitation and industry variable that simultaneously influence prokasih variable. Kawasan Perairan Pesisir Semarang, seperti halnya kawasan perairan pesisir yang ada di Indonesia, banyak dimanfaatkan untuk kegiatan di bidang perikanan, namun banyak mengalami tekanan yang cukup serius di lingkungan perairan pesisirnya terutama dad sungai-sungai besar pemasok yaitu Sungai Banjir Kanal Barat, Sungai Tapak, dan Sungai Babon serta diperbesar oleh adanya pemusatan industri di sepanjang sungai-sungai yang bermuara di Kawasan itu. Air limbah domestik yang mengandung bahan organik tinggi telah menyebabkan masalah pencemaran lingkungan di Indonesia. Buangan domestik menyebabkan pencemaran air sekitar 70%, disamping limbah dad industri dari aktivitas lain (Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI, 1997). Meskipun bersifat biodegradabel limbah organik dapat menurunkan kualitas air ditandai dengan terjadinya yutrofikasi, tingkat kesuburan yang tinggi dan mematikan biota. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji kualitas air di Perairan Pesisir Semarang melalui derajat pencemaran bahan organik ke sungai-sungai pemasok Perairan Pesisir Semarang balk secara fisik, kimia dan biologi; 2) Mengkaji pengaruh pencemaran air terhadap kehidupan makrobenthos dan kerang¬kerangan; 3) Mengkaji pengaruh pola sanitasi lingkungan masyarakat dan keberadaan industri-industri terhadap Prokasih bagi masyarakat sekitar sungai. Metodologi yang digunakan adalah kajian data primer dengan uji statistik regresi linier berganda dan data sekunder. Dad beberapa sungai besar yang melintasi kota Semarang yang bermuara di Perairan Pesisir Semarang, yaitu Sungai Banjir Kanal Barat, Sungai Tapak, dan Sungai Babon, diketahui bahwa beberapa parameter kualitas air secara fisik dan kimia telah melampaui baku mutu peruntukannya seperti parameter BOD5, COD, DO, pH, TDS, dan kekeruhan. Diketahui pula bahwa dad parameter biologi yaitu analisa komunitas keanekaragaman dan keseragaman makrobenthos di stasiun I, II, Ill dan IV menunjukkan nilai yang rendah, dengan demikian diketahui bahwa kondisi lingkungan di daerah penelitian dianggap kurang mampu mendukung berlangsungnya kehidupan organisme perairan secara baik atau perairan pesisir dalam keadaan tercemar. Keberadaan bakteri Eschericia coli, Salmonella, dan tingginya nilai TPC di lingkungan Perairan Pesisir Semarang telah tercemar oleh limbah domestik yang ditandai dengan keberadaan bahan organik yang tinggi dengan petunjuk keberadaan bakteri¬bakteri pathogen. Secara keseluruhan Indeks Mutu Lingkungan Perairan di Perairan Pesisir Semarang dalam kondisi tercemar. Tanggapan masyarakat tentang sanitasi lingkungan dan keberadaan industri di sekitar lingkungan tempat tinggalnya terhadap Prokasih diketahui dengan melakukan uji regresi pada ketiga sungai yaitu Sungai Tapak, Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Babon. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif pada variabel sanitasi dan industri yang secara bersama-sama mempengaruhi variabel Prokasih.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12487
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 May 2010 14:27
Last Modified:31 May 2010 14:27

Repository Staff Only: item control page