PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR (Studi Kasus Pemanfaatan dan Konfigurasi ruang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Propinsi Jawa Tengah)

Irianto, Hartono (2002) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR (Studi Kasus Pemanfaatan dan Konfigurasi ruang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Propinsi Jawa Tengah). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
5Mb

Abstract

The intergrated coastal area management is the appoached of the area then use two or more of human resource ecisistem and the activity to use (development) compactly (integrated), So that development of coastel area can reached, but in the fact, there is the usesd and konfiguration of lay out isn't aggrement with the coastal lay out in Kec. Bonang. The research is in June to Desember 2001 has purposes they are : 1. To know the problem of lay aut that has relation ship with the used of lay out, 2. To know the pattern of public participatory in the activity of lay aut planning, 3. To develop the pattern of public participatory to take and plan the coastal in Kec. Bonang. The metod that's used in the research is case study in coastal area of Kec. Bonang and survey this place, to get the new things abaut lay out. Use the repeat rural apprasial in the time to understand this problem. The takig of scunder is done by this departement and the taking is primer data and the filling of kwisioner that has been examined, the validitas and reliabilitision, the patter of public participatory is gotten by analisys of linkert scale to get, the knowledge, attitude, attention, and public behavior in the used and konfiguration of costal lay out in Kec. Bonang Kab. Demak. From the reaserch get the konfiguration and the used of river. The change of rice field and the housing that get rob, that isn't in agreement with the lay out with overly mapping analisis, we get fact condition that's in agreement with the lay aut planning and with linkert scale analisis. We get the answer, there are the public support to keep together from, the rubbish throwing until to use the river simpadan so that the water flow fluently so the reshuffle of the first housing get the new places. For the peaple that live in rob area , they won't move from their places but they will repair themselve so they can live suitable, and they can support the regulation abaut the housing and home industries. The changing of rice field to be fispond (dam) areas. That is because the follow their neighbours, and the salty water that flow until the rice field area and go down the income if it's compared with fishpond area. This way is done to use this human resource, that is in agrement with UU No 24, 1992 and UU No.2 , 1999. Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu merupakan pendekatan wilayah yang melibatkan dua atau lebih ekosistem sumberdaya alam dan kegiatan pemanfaatan (pembangunan ) secara terpadu (integrated) agar pembangunan wilayah pesisir secara berkelanjutan tercapai, namun dalan kondisi lapang terdapat pemanfaatan dan konfigurasi ruang yang tidak sesuai dengan tata ruang wilayah pesisir kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Juni s/d bulan Desember 2001 ini bertujuan 0 (1) Mengkaji permasalahan tata ruang yang ada dalam hubungannya dengan aspek pemanfaatan ruang, (2) Mengkaji pola/cara partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan tata ruang, (3) Mengembangkan cara / pola partisipasi masyarakat untuk pengambilan dan perencanaan tata ruang kawasan pesisir Kabupaten Demak. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi kasus di wilayah pesisir Kecamatan Bonang dan dilakukan survey lapang, untuk mendapatkan hal-hal yang baru/permasalahan tata ruang:Memakai pendekatan pedesaan dalam waktu singkat untuk mendalami permasalahan yang ada. Pengambilan data sekunder dilakukan Dinas terkait dan pengambilan data primer dengan pengisian kuesener terdiri dari 90 responden terpilih dengan tiga aspek. Menggunakan instrumen yang teruji validitas dan reliabilitasnya, pola / cara partisipasi masyarakat digali dengan analisa Skala lingkert untuk mendapatkan: pengetahuan, sikap, minat dan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan dan konfigurasi ruang wilayah pesisir Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Dad hasil penelitian didapatkan adanya konfigurasi dan pemanfaatan sungai, pengubahan lahan sawah dan pemukiman yang terkena rob yang tidak sesuai dengan tata ruang yang telah ada. Melalui analisa tumpang susun peta didapatkan kondisi lapang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan dengan analisa skala lingkert didapat jawaban adanya semangat peran serta masyarakat untuk menjaga secara bersama mulai dari pembuangan limbah/sampah s/d pemanfatan sepadan sungai agar anis air tetap lancar serta pergeseran pembenahan tempat hunian/usaha asal ada tempat penggantinya. Untuk hunian didaerah rob, masyarakat tidak akan pindah dari tempat huniannya dan akan membenahi din agar tetap latyak ditempati, dan siap mendukung pengaturan baik tempat hunian maupun industri numb tangga. Pengubahan lahan sawah menjadi pertambakan hal ini dilaksanakan disamping ikut-ikutan dengan tetangga juga karena adanya air asin yang sampai kelahan sawah ditambah dengan menurunnya pendapatan bila dibandingkan dengan lahan tambak. Cara ini ditempuh semata-mata untuk mendayagunakan sumberdaya yang tersedia. Hal ini sesuai dengan UU No. 24 tahun 1992, dan penerapan otonomi daearh UU No. 22 tahun 1999.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12476
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 May 2010 14:03
Last Modified:31 May 2010 14:03

Repository Staff Only: item control page