PEMERIKSAAN HITUNG JENIS MENGGUNAKAN SEDIAAN APUS BUFFY COAT PADA PENDERITA LEUKOPENIA

AFIDA, ANNA MARTIANA (2005) PEMERIKSAAN HITUNG JENIS MENGGUNAKAN SEDIAAN APUS BUFFY COAT PADA PENDERITA LEUKOPENIA. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1440Kb

Abstract

Backgrounds: Leucopenia is a condition in which the number of leucocyte is less than 3500/mm3. The percentage of subgroups of cells with reduced number can be detected by counting on a peripheral blood smear that is a part of a routine examination or by using an Automated Hematology Analyzer device. There are difficulties if the Automated Hematology Analyzer device is not available meanwhile the leucocyte counts are less than or equal to 1000/mm3, because the number leucocyte cells in blood smears are usually less than 100 cells. The cost of examination using an automatic method is relatives expensive and is fact not all laboratories in Indonesia have the devices. An alternative method can be performed for blood counts in leucopenia where the number of leucocytes are less than or equal to 1 000/mm3 by doing smears from buffy coat specimens and stain them with Giemsa stain. This method is relatively cheap and can be performed in every laboratory especially smalls / simple or Public Health Center laboratories. Purpose of Study: To find out the differences between blood counts using buffy coat smear and automatic method in leucopenia. Materials and Methods: The study was performed on 26 patients with leucopenia that fulfilled inclusion criteria where the clinicians had ordered routine hematologic examination in Clinical Pathology laboratory subdivision of Dr. Kariadi Hospital Semarang. The design of this study was an analytical descriptive and cross sectional approached. The buffy coat and automatic methods were done to leucocyte numbers of less than 100 cells. Results: There were no significant differences in the result of eosinophil count between automatic and buffy coat smear methods with p = 0.414. There were significant differences in the result of basophil count between automatic method and buffy coat smear methods with p = 0.005. There were no significant differences in the result of neutrophil count between automatic and buffy coat smear methods with p = 0.293. There were no significant differences in the result of lymphocyte count between automatic method and buffy coat smear methods with p = 0.634. There were no significant differences in the result of monocyte count between automatic method and buffy coat smear methods with p = 0.071. Conclusion: There were no significant differences in the results of eosinophil, neutrophil, lymphocyte and monocyte count between buffy coat and automatic methods. There was a significant difference in the result of basophil count between buffy coat and automatic method. Latar Belakang : Leukopenia adalah jumlah sel darah putih (leukosit) kurang dari normal, yaitu kurang dari 3500 / mm3 Persentase jenis-jenis sel yang berkurang jumlalmya tersebut dapat diketahui dengan pemeriksaan hitting jenis sediaan apus darah tepi yang merupakan bagian dari pemeriksaan rutin atau menggunakan alat Automated Hematology Analyzer. Kesulitan timbul apabila tidak memiliki alat Automated Hematology Analyzer tersebut sedangkan jumlah leukosit kurang atau sama dengan 1000 / mm3, karena sel leukosit pada pemeriksaan sediaan apus biasanya ditemukan tidak sampai 100 sel. Kenyataannya dengan menggunakan metoda otomatis biaya pemeriksaan relatif mahal dan tidak semua laboratorium di Indonesia dapat mengerjakan / memiliki alat tersebut. Metode alternatif dapat dilakukan untuk pemeriksaan hitung jenis pada leukopenia dengan jumlah leukosit kurang atau sama dengan 1000 / mm yaitu dengan sediaan apus be coat yang dicat dengan pengecatan Giemsa. Cara ini relatif murah dan dapat dikerjakan di setiap laboratorium terutama laboratorium menengah, kecil atau Puskesmas. Tujuan Penelitian : Menilai perbedaan pemeriksaan hitung jenis antara sediaan apus be coat dengan pemeriksaan hitung jenis metoda otomatis pada leukopenia. Bahan dan metode : Penelitian dilakukan terhadap 26 penderita leukopenia yang oleh klinisi dimintakan pemeriksaan hematologi rutin pada laboratorium sub divisi Patologi Klinik RS Dr. Kariadi Semarang yang memenuhi kriteria inklusi dengan rancangan penelitian deskriptif analitik dan pendekatan belah lintang. Pemeriksaan hitung jenis dengan menggunakan be coat dan metoda otomatis (Automated Hematology Analyzer Cell Dyn 3700 ) dilakukan terhadap spesimen dengan hitung jenis tidak mencapai 100 sel. Hasil : Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hitung jenis eosinofil antara metoda otomatis dan sediaan apus be coat dengan p = 0,414. Terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hitung jenis basofil antara metoda otomatis dan sediaan apiis buffy coat denganp = 0,005. Tidak terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hitting jenis neutrofil antara metoda otomatis dan sediaan apus buffy coat dengan p = 0,293. Tidak terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hitung jenis limfosit antara metoda otomatis dan sediaan apus huffy coat dengan p = 0,634. Tidak terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hitung jenis monosit antara metoda otomatis dan sediaan apus burn) coat denganp = 0,071. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan bermakna pada hitung jenis eosinofil, neutrofil, limfosit dan monosit dengan menggunakan be coat dan metoda otomatis. Terdapat perbedaan bermakna pada hitting jenis basofil dengan menggunakan be coat dan metoda otomatis.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12469
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 13:56
Last Modified:31 May 2010 13:56

Repository Staff Only: item control page