SKOR KEBOCORAN VASKULER SEBAGAI PENANDA AWAL TERJADINYA SYOK PADA DEMAM BERDARAH DENGUE

RATNANINGSIH, ANASTASIA (2005) SKOR KEBOCORAN VASKULER SEBAGAI PENANDA AWAL TERJADINYA SYOK PADA DEMAM BERDARAH DENGUE. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1519Kb

Abstract

The occurrence of shock in dengue hemmoragic fever (DHF) patients is difficult to be predicted. The diagnosis oftenly late and thus, increased mortality of DHF. The level of plasma protein, albumin, hematocrite and Pleural Effusion Index (PEI) as parameters of vascular leakage may be have benefit to predict the occurrence of shock in DHF patients. The aim of this study is to develop Vascular Leakage Score (VL Score ) that can be used for prediction and calculate the probability of the occurrence of shock in DHF patients. Material and Methods This cross-sectional study was conducted in Dr. Kariadi General Hospital Semarang, Indonesia in the period of 2001 to 2003. Subjects were 138 DHF patients, age 3 to 14 years. DHF cases without shock were found in 62 children and DSS were 76 cases. The level of plasma protein, albumin, hematocrite and PEI were measured at the day of admission. Those parameters were catagorized according to ROC analysis and WHO 's criteria. Multivariate logistic regression analysis was performed and p value of those parameters were used to give value for the score. Results VL score has potential ability to predict shock on DHF with 90% area under the curve. The equation of VL score is: 23 X hematicrite + 21 X PEI + 33 X total protein level + 10 X albumin level. The cut-off-point for score is 125 and the risk to get shock with VL Score > 125 is 26.9 vs VL score < 125. Conclusion Vasculer Leakage score can be used to predict shock for Dengue Haemorrhagic Fever patients. Kejadian syok pada Demam Berdarah Dengue sulit diprediksi, sehingga menyulitkan pengenalan syok secara dini. Hal tersebut sering menyebabkan keterlmabataan pengelolaan dan dapat berakibat kematian. Kadar protein, albumin, hematokrit, dan PEI merupakan penanda kebocoran vaskuler yang diharapkan dapat untuk memprediksi kejadian syok pada DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun sistem skoring Skor Kebocoran Vaskuler (SKV) yang dapat digunakan sebagai prediktor syok, dan probabilitas kejadian syok pada masing-masing total skor. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain belah lintang, di RSDK, Semarang pada periode 2001 s/d 2003. subyek penelitian adalah 138 anak dengan DBD umur antara 3-14 tahun, yang terbagi atas DBD tanpa syok sebanyak 62 kasus dan 76 kasus dengan Sindrom Syok Dengue. Kadar protein, albumin, PEI dan Hematokrit diperiksa pada saat penderita masuk RS. Dilakukan pengkategorian terhadap keempat parameter tersebut, berdasarkan analisis kurva ROC pada penelitian sebelunmya, dan berdasarkan kriteria WHO. Untuk membuat rumus SKV dilakukan pembobotan pada masing-masing parameter dengan menghitung koefisien 13.dan dilanjutkan penghitungan probabilitas SSD berdasarkan total gabungan keempat kategori tersebut dengan uji multivariat regresi logistik. Hasil Skor Kebocoran Vaskuler mempunyai kemampuan yang baik untuk memprediksi syok pada DBD dengan luas area dibawah kurva sebesar 90%. Rumus SKV: 23 X HMT + 21 X PEI + 33 X protein total + 10 X albumin. Cut of point untuk SSD adalah 125 dimana bila SKV > 125 mempunyai resiko terjadinya syok 26,9 kali dibanding SKV < 125. Kesimpulan Skor Kebocoran Vaskuler dapat digunakan untuk memprediksi syok pada DBD.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12467
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:31 May 2010 13:54
Last Modified:31 May 2010 13:54

Repository Staff Only: item control page