ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM 'CREDIT USAHA KELUARGA SEJAHTERA (KUKESRA) DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG (Studi Tentang Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan Terhadap Implementasi)

WIDODO, AGUS SETIO (2002) ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM 'CREDIT USAHA KELUARGA SEJAHTERA (KUKESRA) DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG (Studi Tentang Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan Terhadap Implementasi). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3983Kb

Abstract

The Implementation of KUKESRA (Kredit Usaha Keluarga Sejahtera) in Taman sub district of Pemalang regency has not been effective yet. It was indicated from many delinquents of KUKESRA. The debt was unpaid. Until June 2002 the unpaid debt was 1,45 million rupiahs. Ironically 65,7% of the unpaid debt was on the leader or cadre of KUKESRA groups. They were from wealthy families. Whereas normatively KUKESRA was allocated for the poor families in order to increase their welfare. It means that the policy of KUKESRA is not effective. It is assumed that there was a correlation between attitude, resources and monitoring toward the implementation of KUKESRA. This research will analyze the correlation of variables that may influence.This research used quantitative approach. Sample was taken from the recipients of KUKESRA in Taman sub district. It was taken randomly based on geographical cluster with multi stage level. The number of the sample is 64. After the test of validity and reliability the questionare as the main data instrument were spread. Then the data were processed through statistical analysts (regression analysis). Here the computer software (SPSS 10 for Windows) was used. The printouts of the computer give some statistical numbers. The correlation coefficient ( r ) is 0,363. According to the guide for interpreting of correlation coefficient Sugiyono (2002: 216), it means that the correlation was low. This coefficient was significant for the level of confidence 0,05. The determination coefficient ( r2 )is 0,132. It means that the influence of attitude, resources dan monitoring variables together towards the implementation of KUKESRA is 13,2%.Finally, this research has two main implications. First, theoretic implication that the policy theories from George C. Edward III (1980), David C. Korten (1988), William N. Dunn (1992) and many other theorists was proved. It means that there was a correlation between attitude, resources and monitoring toward the implementation of a policy. Second, practical implication that BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiondl) as the executor of KUKESR,4 should improve its policy performance. It needs to pay more attention of human resources development in implementing KUKESRA as a public policy. Penelitian ini berangkat dari permasalahan bahwa implementasi program KUKESRA (Kredit Usaha Keluarga Sejahtera) di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang masih rendah. Kondisi ini tercermin dari tingginya tunggakan KUKESRA yang ada di masyarakat. Ironisnya 65,7% tunggakan itu justru berada pada Kader/ Ketua Kelompok yang berasal dari Keluarga Sejahtera III. Padahal sesuai dengan - acuan normatif fasilitas KUKESRA hanya diperuntukkan bagi Keluarga Pra Sejahtera dan keluarga Sejahtera I (alasan ekonomi) untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha ekonomi produktif. Mengacu pada temuan selama pra survei paling tidak terdapat tiga faktor yang diduga menjadi penyebab ketidakberhasilan program KUKESRA di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Pertama, adalah sikap yang rendah terhadap program tersebut. Kedua, adalah sumber daya yang rendah bagi kelancaran program Ketiga, adalah pengawasan yang rendah terhadap pengelolaan dana KUKESRA. Sesuai dengan identifikasi masalah tersebut kemudian diadakan analisis untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara sikap, sumber daya dan pengawasan dengan implementasi program KUKESRA di Kecamatan taman Kabupaten Pemalang. Hasil pengujian hipotesis melalui analisis regresi dengan bantuan komputer SPSS 10 menemukan bahwa koefisien korelasi ( r ) adalah 0,363. Nilai ini signifikan untuk ukuran sampel ( n ) 64 pada tingkat kepercayaan ( a ) 5%. Sesuai dengan pedoman untuk memberikan interpretasi atas koefisien korelasi (Sugiyono, 2002: 216) maka nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,363 tergolong dalam kategori hubungan yang rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara statistik hubungan antara Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan dengan Implementasi program KUKESRA di Kecamatan taman Kabupaten pemalang adalah rendah. Adapun koefisien detenninasi ( r2 ) yang didapat adalah 0,132. Artinya pengaruh variabel Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan secara bersama-sama terhadap variabel Implementasi Program KUKESRA adalah 13,2%. Sisanya sebesar 86,8% dipengaruhi oleh variabel lain selain Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan. Temuan menonjol yang didapat dari penelitian adalah lemahnya sumber daya bagi implementasi program KUKESRA. Sumber daya dimaksud adalah pengetahuan dan pelatihan kewirausahaan yang memadai. Kebijakan pengadaan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan yang digariskan oleh BKKBN ternyata tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh aparat pelaksana di lapangan. Di pihak lain resipien justru cenderung memanfaatkan dana KUKESRA untuk keperluan-keperluan konsumtif. Akhimya terdapat dua implikasi penting yang menjadi temuan penelitian ini. Pertama, menyangkut aspek teoritis. Semakin menguatkan teori tentang hubungan antara Sikap, Sumber Daya dan Pengawasan dengan Implementasi Kebijakan. Artinya teori-teori kebijakan dari George C. Edward III (1980), David C. Korten (1988), William N. Dunn (1992) danlain-lain yang menjadi pijakan penelitian terbukti. Kedua, adalah implikasi praktis yaitu sebagai umpan balik (feed back) kepada BKKBN Kabupaten Pemalang selaku organisasi pelaksana untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap implementasi program KUKESRA. Alternatif yang diajukan adalah dengan memprioritaskan program KUKESRA Mandiri (yaitu KUKESRA yang diperuntukkan bagi kelompok yang memiliki jenis usaha yang sudah berkembang) tanpa meninggalkan penanganan terhadap tunggakan KUKESRA dengan pembinaan dan pelatihan kewirausahaan yang memadai.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:12456
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 May 2010 13:18
Last Modified:31 May 2010 13:18

Repository Staff Only: item control page