ANALISIS KINERJA PEGAWAI SEGERI SIPIL PADA KANTOR SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH

SUPRWANTO, TAVIP (2002) ANALISIS KINERJA PEGAWAI SEGERI SIPIL PADA KANTOR SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

The public administration will face a big threat in the 21 century, especially those with close relation to the development of public management and administration operation. In line with various changes happen in the society, both domestic and international, recently has happened in the operation of public management significantly all over the world, even though each country has as different ideological background. To cope with the changes of regional autonomy paradigm, The Central Java Provincial Government has reformed its organization and management, through the issued of Regional Law Of Central Java province No. 2/2001 about The Organization and structure of Provincial Government Administration Secretariat. Besides, the government has also increased the human resource quality through functional training and education. Internal control has also been activated to create a more efficient and effective working mechanism, to increase working motivation and to give a clearer role for the officials. Those three factors seem have a strong implication to the official's low motivation of work and worth to be studied to find of they really are significant. This study is done and analyzed quantitative and qualitative methods. The hypothesis is proven through the correlation coefficient test of Kendal's rank and concordance. A. Result 1. The low working system of the official/worker of the provincial government administrative secretariat is determined by 3 factors : internal control, motivation and the clear role for the officials. 2. The correlation coefficient of internal control to the working system is 0,590 with the degree of significance of 0,000. This means that the relation is strong. 3. The correlation coefficient of work motivation and working system is 0,637 with degree of significance of 0,000, means that both have strong relation. 4. The correlation of work motivation and working system is 0,570 with degree of significance of 0,000, means that they are strong correlating. 5. The hypothesis test to find the positive relation of the three independent factors and the dependent factors, using Kendall Test resulted in correlation coefficient of 0,751 with significance of 0,000. This means their correlation is significant. 6. The determined coefficient of 60,45% and 39,55% can be interpreted that the three independent variables only influence the working system of 60,45% while the other 39,55 is influenced by external factors. 7. According to the partial model, the internal control variable has correlation coefficient of 0,9483, the motivation variable has 0,7706 correlation coefficient and the clearer role has 0,4866 correlation coefficient. Comparing each other, the most dominant variable is the internal control. Administrasi Publik akan menghadapi tantangan yang cukup strategis pada abad XXI, karena hal ini sangat erat relevansinya terhadap perkembangan operasionalisasi manajemen dan administrasi publik. Selaras dengan berbagai perubahan masyarakat, baik dalam skala domestik maupun dalam skala internasional yang saat ini telah terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam operasionalisasi manajemen publik di hampir semua negara meskipun masing-masing negara mempunyai latar belakang ideologi yang berbeda-beda. Dalam menyikapi perubahan paradigma otonomi daerah Pemerintah Propinsi Jawa Tengah telah melakukan langkah-langkah reformasi manajeman, dan restrukturisasi organisasi melalui penyempumaan Peraturan Daerah Propinsi Dati I Jawa Tengah Nomer 6 Tahun 1993 diubah dengan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomer 2 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah. Selain itu dilakukan peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan dan latihan pegawai struktural dan teknis fungsional. Guna mendukung kinerja pegawai yang efisien dan efektif, sekiranya perlu ditingkatkan finigsi pengawasan melekat, motivasi kerja pegawai yang rendah dan tidak adanya kejelasan peranan pegawai dalam bidang tugasnya. Sehingga mempunyai implikasi terhadap rendahnya kinerja pegawai. Ketiga faktor tersebut nampaknya sangat domain untuk dikaji, karena secara empiris mempunyai hubungan signifikan dengan kinerja pegawai. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analisis kuantitatif yang dipertajam dengan tipe kualitatif. Uji hipotesis menggunakan koefisisen korelasi Rank Kendall dan Konkordansi Kendall. A. Hasil Penelitian 1. Rendahnya Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Propinsi Jawa Tengah ditentukan oleh 3 (ketiga) faktor yaitu pengawasan melekat, motivasi dan kejelasan peranan pegawai. 2. Hubungan pengawasan melekat dengan kinerja pegawai mempunyai korelasi koefisien sebesar 0,590 dengan tingkat signifikan 0,000 Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa hubungan pengawasan melekat dengan kinerja pegawai terdapat hubungan yang signifikan.. 3. Hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai terbukti mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,637 dengan derajad signifikan 0,000 Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa variabel motivasi dengan lcinerja pegawai terdapat hubungan signifikan 4. Hubungan kejelasan peranan dengan kinerja pegawai terbukti mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,870 dengan tingkat signifikan 0,000 Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa kejelsan peranan dengan kinerja pegawai terdapat hubungan signifikan.. 5. Untuk uji hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan positif antara ketiga variabel independen dengan dependen telah digunakan teknik Konkordansi Kendall, terdapat korelasi koefisien 0751 dengan tingkat signifikan 0,000. sehingga dapat diinterprtasikan bahwa tingkat hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent adalah signifikan. 6. Adapun koefisien determinasi 60,45 % dan 39,55 %. Angka ini dapat diinterpretasikan bahwa ketiga variabel independen hanya berpengaruh terhadap kinerja pegawai sebesar 60,45% sedangkan sisanya 39,55 dipenganihi oleh faktor-faktor lain di luar model. 7. Menurut model parsial variabel pengawasan melekat mempunyai korelasi koefisien 0,9483, variabel motivasi mempunyai korelasi koefisien sebesar 0,7706 sedangkan variabel kejelasan peranan mempunyai korelasi 0,4866 Sehingga di antara ketiga variabel tersebut, variabel yang paling dominan adalah variabel pengawasan melekat.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:12454
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 May 2010 13:14
Last Modified:31 May 2010 13:14

Repository Staff Only: item control page