HUBUNGAN ANTARA KADAR IMUNOGLOBULIN E TOTAL DAN KADAR EOSINOFIL ABSOLUT DENGAN UJI FAAL PARU PADA EKSASERBASI ASMA BRONKIAL ATOPI

RUMBIANA, ALBERTUS (2004) HUBUNGAN ANTARA KADAR IMUNOGLOBULIN E TOTAL DAN KADAR EOSINOFIL ABSOLUT DENGAN UJI FAAL PARU PADA EKSASERBASI ASMA BRONKIAL ATOPI. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1667Kb

Abstract

Background : The prevalence of asthma bronchiale has increased. In 1992, Household health survey / SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga) in Indonesia indicate asthma bronchiale, bronchitis and emphysema hold the th position of mortality cause (5,6 from total mortality). Asthma bronchiale exacerbation indicate there is an alergen exposure and unsucces of medicine therapy long range. Asthma bronchiale is disease of chronic inflamation which allow immunologic process. IgE is important factor for immunologic process in asthma, while eosinophyl is major cell of inflamation. Elevated IgE level and eosinophyl level in blood are associated with decreased of lung function. Objective : To evaluate charactheristic of patients with atopy asthma bronchiale exacerbation and to know correlation between IgE level and absolute eosinofil level with lung function test in atopy asthma bronchiale exacerbation patients treated in emergency room and clinic of pulmonology of Kariadi hospital in Semarang. Material and Method : A cross sectional study was performed in 34 atopy asthma bronchiale exacerbation patiens that fulfil inclusion criteria and history taking, physical, total IgE, absolute eosinophyl, and lung function test (FEVI and FEVIIFVC). The data were analyzed by Pearson correlation Result : There were 12 male and 22 female (1:1.6). Mean age : 34.7 years, range 15-56 years, most frequency is second and third decade (26,5%). Infection of upper respiratory tract is major trigger of asthma exacerbation (70%). Mean of total IgE level of female is inclined lower than male. Mean of total IgE level is inclined low with increased of age. Lung function test of female is better than male. Total IgE level show negative correlation with lung function test (% predicted FEVI: r=0.63I , p<0.0001 ; FEVI/FVC %: r=0.393 , p<0.0001). While absolute eosinofil level does not show correlation with lung function test (% predicted FEVI: 1=0.001 , p=0.879 ; 1,EIVI/FVC %: r=0.012 , p=0.536) Conclusion : Total IgE level has negative correlation with lung function test (% predicted FEVI,FEV1/FVC %), while absolute eosinofil level does not have correlation with lung function test (% predicted FEVI, FEV1/FVC %) in atopy asthma bronchiale exacerbation. Latar Belakang : Asma bronkial dari dulu sampai sekarang prevalensinya tetap tinggi. Suryei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1992 di Indonesia menunjukkan asma bronkial, bronkitis dan emfisema paru menduduki urutan ke 7 dari penyebab kematian (5,6 dari total kematian). Eksaserbasi asma bronkial menunjukkan adanya pajanan dari pencetus atau kegagalan dalam penatalaksanaan asma jangka panjang. Asma bronkial merupakan suatu penyakit inflamasi kronis yang melibatkan proses imunologik. IgE merupakan faktor penting untuk proses imunologik pada asma bronkial, sedangkan eosinofil merupakan sel inflamasi utama. Peningkatan kadar IgE maupun kadar eosinofil dalam darah seiring dengan memberatnya derajat asma bronkial yang ditunjukkan dengan menurunnya faal paru. Tujuan : Untuk mengetahui ciri-ciri karalcteristik penderita eksaserbasi asma bronkial atopi dan hubungan antara kadar IgE total dan kadar eosinofil absolut dalam darah dengan uji faal paru pada penderita eksaserbasi asma bronkial atopi yang datang di instalasi gawat darurat dan instalasi rawat jalan RSDK, Semarang. Bahan dan Cara : Penelitian observasional analitik cross sectional terhadap 34 pasien eksaserbasi asma bronkial atopi yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, IgE total, eosinofil absolut, dan uji faal paru (FEVI dan FEVt/FVC). Untuk mengetahui hubungan antara kadar IgE total dan kadar eosinofil absolut dengan uji faal paru dilakukan analisis statistik dengan metode Korelasi Pearson. Hasid : Terdapat 12 orang laki-laki dan 22 orang perempuan (1:1,6). Umur berkisar antara 15-56 tahun, frekuensi tertinggi pada usia dekade kedua dan ketiga yaitu 26,5%. Faktor pencetus tersering adalah infeksi saluran pernapasan atas sebesar 70%. Rerata kadar IgE total pada perempuan cenderung lebih rendah daripada laki-laki. Kadar IgE total cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada uji faal paru perempuan cenderung lebih baik dibanding laki-laki. Kadar IgE total berhubungan negatif dengan uji faal paru (FEVI% prediksi : 1=0,631 , p<0,0001 ; rasio FEVI/FVC% prediksi r=0,393 , p<0,0001). Sedangkan kadar eosinofil absolut darah perifer tidak berhubungan bermakna dengan uji faal paru (FEVI% prediksi: r=0,0001 , p=0,879 ; rasio FEVI/FVC% prediksi: 1=0,012 , p=0,536).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12364
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 15:48
Last Modified:30 May 2010 15:48

Repository Staff Only: item control page