PENGEMBANGAN HUTAN WISATA TINJOMOYO

PRIBADI ADI NUGROHO, TEGUH (2004) PENGEMBANGAN HUTAN WISATA TINJOMOYO. Undergraduate thesis, Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
26Kb

Abstract

1.1 Latar Belakang Pembahasan Pengembangan Kota Semarang diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah. Oleh karena itu, kota tersebut harus dikembangkan unutk mampu menyediakan sekaligus memberikan pelayanan kepada daerah-daerah belakangnya pada khususnya dan Propinsi Jawa Tengah pada umumnya, pada sektor-sektor utama yang telah ditetapkan, yaitu sektor pemerintah, industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Kawasan Margasatwa dan Kebun Raya (Margaraya) Tinjomoyo yang lebih dikenal sebagai Bonbin Tinjomoyo, dalam perjalanannya sebagai pengemban fungsi pembangunan berkesinambungan yang juga harus melestarikan sumber daya alam hayati sesuai dengan UU No.5 tahun 1990 serta lembaran negara tahun 1990 No. 49 dan No. 3419, setelah dilakukan pemindahannya dari Tegal Wareng dan dibuka pertama kali pada Februari 1991 (tulisan sejarah relokasi pemidahan kebun binatang dari Tegal Wareng ke Tinjomoyo, pengelola), kembali menemui kendala untuk mengembangkan fungsi penyelenggaraan kebun binatangnya untuk masa yang akan datang. Hal ini dominan disebabkan oleh keadaan tanah pada kawasan tersebut yang kurang mendukung. Berdasarkan Laporan Studi Evaluasi dan Pengembangan Obyek Wisata Taman Margasatwa Tinjomoyo yang dilakukan oleh FT. Undip pada 1997, keadaan tanah Tinjomoyo didominasi jenis batuan lempung dengan sifat merekah yang relatif besar, dan terlalui oleh jalur-jalur sesar sehingga labil. Labilnya tanah berdampak pada mudah rusaknya kandang-kandang atau fasilitas bangunan lain. Bapak Kusyanto sebagai Kepala Penanggungjawab menyebutkan bahwa perbaikan dapat dapat saja dilakukan namun dengan syarat-syarat konstruksi khusus sehingga mempertahankan fungsi kebun binatang ataupun pengembangannya kedepan akan membutuhkan dana yang besar. Langkah akhir yang diambil Dinas Pariwisata (DIPARTA) Kota Semarang sebagai pengelola Bonbin Tinjomoyo adalah melakukan relokasi kebun binatang ke daerah Mangkang, Status Kawasan Tinjomoyo sendiri dengan adanya relokasi kebun binatang tersebut secara otomatis berubah. DIPARTA Kota Semarang saat ini menetapkan Margaraya Tinjomoyo sebagai Hutan Wisata. Tinjomoyo dengan status barunya sebagai Hutan Wisata dirasakan masih memiliki peluang besar dalam persaingan lokasi wisata serupa di jawa tengah ataupun Kota Semarang, dan mengingat lokasi Tinjomoyo memiliki beberapa potensi seperti strategis berada didalam kota, memiliki akses cepat dan mudah, masih alami, bertopografi unik, serta sejuk dan rindang. Kawasan Tinjomoyo pun saat ini memiliki keunggulan lain dengan seringnya digunakan sebagai arena permainan perang (battle simulation / skirmish) dengan kategori perang woodland dan Close Quarter Battle (CQB) bagi penggemar simulasi tembak dan perang yang menggunakan senjata jenis paint ball dan airsoftgun. Dengan banyaknya fasilitas lama yang rusak dan dengan status baru serta pemawadahan jenis aktivitas baru, maka pengembangan Kawasan Tinjomoyo perlu segera dilakukan. 1.2 Tujuan dan Sasaran Pembahasan Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat ditentukan tujuan pembahasan ini adalah merencanakan pengembangan Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo setelah dilakukan pemindahan kebun binatangnya ke Mangkang serta perubahan peruntukannya menjadi Hutan Wisata. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam pembahasan ini adalah menyusun landasan konsepsual dan program dasar perancangan bagi pengembangan Kawasan Tinjomoyo sebagai sarana wisata alam dan minat khusus. 1.3 Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan dititik beratkan pada masalah-masalah dalam disiplin ilmu arsitektur yang berkaitan dengan pengembangan Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo. Menganalisa dan menarik kesimpulan dari data berupa regulasi, referensi, serta studi banding dengan data eksisting makro dan mikro. Hal-hal diluar lingkup arsitektur namun perlu dan berkaitan, dimasukkan sebagai penguat dan akan dibahas secara garis besar saja. 1.4 Metode Pembahasan Metode Pembahasan yang digunakan dalam penyusunan LP3A ini adalah metode deskriftif dan komparatif. Mendeskripsikan fenomena yang ada saat ini dan melihat kaitan fenomena tersebut dengan regulasi, referensi serta komparasi dengann objek yang telah ada. Metode unutk pengumpulan data diuraikan senagai berikut : 1. Pengumpulan data primer. Kegiatan ini meliputi observasi langsung ke Kawasan Tinjomoyo unutk mendapatkan data aktual serta akurat dan wawancara dengan pihak terkait seperti Kepala Pengelola Kawasan dan Kepala DIPARTA Kota Semarang. 2. Pengumpulan data Sekunder. Dimaksudkan unutk memperkuat dan melengkapi data yang ada, serta dapat dilakukan analisa sehingga timbul kesesuaian dengan maksud yang ingin dicapai. Data sekunder ini dikumpulkan melalui studi pustaka yang berhubungan dengan pariwisata, kebijakan-kebijakan, dan studi banding pada objek lain yang telah ada. 1.5 Sistematika Pembahasan Secara garis besar, pembahasan LP#A ini dapat diuraikan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Membahas mengenai latar belakang pembahasan, tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup pembahasan, metode pembahsan, dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Membahas tinjauan tentang definisi pengembangan, kepariwisataan serta rekreasi, tinjauan teori-teori perancangan kawasan serta lanskap dan studi komparasi. BAB III KAJIAN HUTAN WISATA TINJOMOYO DI KOTA SEMARANG Membahas mengenai Kawasan Tinjomoyo secara makro dan mikro. BAB IV KESIMPULAN BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi kesimpulan serta batasan dan anggapan unutk penentuan landasan program selanjutnya. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Menjelaskan tentang dasar pendekatan, perencangan kawasan juga arsitektual dan kinerjanya serta pendekatan pengguna, kebutuhan fasilitas, serta besaran ruang. BAB VI KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang konsep dan dasar perancangan kawasan, rekapitulasi program ruang dan kebutuhan besaran tapak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:1236
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:09 Oct 2009 10:37
Last Modified:21 Oct 2009 11:40

Repository Staff Only: item control page