PERIKANAN BUNDES (DANISH SEINE) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KELESTARIAN STOK IKAN DI PERAIRAN K0TA TEGAL

JASMAN, THIMOTIUS (2004) PERIKANAN BUNDES (DANISH SEINE) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KELESTARIAN STOK IKAN DI PERAIRAN K0TA TEGAL. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2181Kb

Abstract

Fisheries resource is a kind renewable resources, but it depends on the destruction level and biological characteristic. Fisheries resource utilization in some areas, including the research area, is guessed to use unfamiliar fishing gears to environment, one of them is bundes. Using bundes gear with small mesh size (2 — 3 mm) will influence the recruitment of fish in coastal waters of northern Java especially in Tegal City. The research was carried out from August to September 2001, and the objectives were : (1) to know the composition and kind of caught fish, (2) to know variation between legth of fish and gonad maturity level (GML), (3) to analyze bundes fishery activity on the fish stock sustaining in Tegal City Weter. The method used in the research was descriptive analysis, while the data were primery and secondary ones. Based on the research, there were 12 species caught by bundes gear, and were dominated by four species, namaly • teri (Stolephorus spp) 178 kg, petek (Leiognathzts spp.) 152 kg, tiga waja (Scienidae) 133 kg, and lapan (Thzyssa hatnillonii) 64 kg. The range of fish standard length of teri was 35 — 64 mm with GML IV was 7,50 %, petek was 30 — 60 mm with GML IV was 75,46 %, tigawaja was 80 — 159 mm with GML IV was 79,85 %, and lapan was 50 — 80 mm with GML IV was 32,17 %. During the research, the caugth fish were small and still in growth periods, but the GML attained IV and the eggs have manured. Production Surplus Analysis by Schaefer, with time series data during 9 years, was obtained Maximum Sustainable Yeald (MSY) amount 1.933,06 ton/year with optimal effort 1.016 trips of bundes gear. The lowest utilization level occurred in 1995 (51,93 % of MSY), while the highest in 1992 (141,94 MSY). The average of utilization during 9 years was 92,13 %. It was shown that bundes fisheries utilization level in Tegal City was greater than Total Allowable Catch-TAC (TAC was 80 % MSY). Sumberdaya Ikan adalah sumberdaya yang dapat pulih kembali (Reneawable resources), namun cepat lambatnya pemulihan sangat tergantung pada tingkat kerusakan dan sifat biologisnya. Penangkapan sumberdaya ikan dibeberapa wilayah termasuk daerah penelitian disinyalir banyak menggunakan alat tangkap yang diduga kurang ramah lingkungan, diantaranya adalah alat tangkap bundes. Dengan beroperasinya bundes menggunakan mata jaring yang lembut kurang lebih 2 — 3 mm, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi rekruitmen ikan-ikan di perairan pantai utara 'Jawa khususnya di perairan Kota Tegal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2001, bertujuan : 1) untuk mengetahui komposisi dan jenis ikan yang tertangkap, 2) untuk mengetahui variasi panjang ikan dan tingkat kematangan gonad, 3) menganalisis perikanan bundes terhadap kelestarian stok ikan di perairan Kota Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis. Data yang diamati terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 12 (dua belas) jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap bundes, sedangkan 4 jenis ikan yang dominan tertangkap, yaitu : ten (Stolephorus spp) 178 kg, petek (Leiognathus spp.) 152 kg, tiga waja (Scienidae) 133 kg dan lapan (Thryssa hamiltonii) 64 kg. Sebaran panjang standar ikan teri 35 — 64 mm dengan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) IV sebanyak 7,50 %, sebaran panjang standar ikan petek 30 — 60 mm dengan TKG IV sebanyak 75,46 %, sebaran panjang standar ikan tiga waja 80 — 159 mm dengan TKG IV sebanyak 79,85 % dan sebaran panjang standar ikan lapan 50 — 80 mm dengan TKG IV sebanyak 32,17 %. Selama penelitian ikan yang tertangkap ukurannya masih kecil dan masih dalam tahap pertumbuhan, sedangkan TKG-nya sudah mencapai tingkat IV atau sudah matang telur. Analisis dengan menggunakan model surplus produksi dari schaefer dengan data selema 9 tahun diperoleh angka Maximum Sustainable Yeald (MSY) sebasar 1.933,06 ton/tahun dengan upaya optimal sebesar 1.016 trip alat tangkap bundes. Tingkat pemanfaatan terendah terjadi pada tahun 1995 sebesar 51,93 % dan pemanfaatan tertinggi pada tahun 1992 sebesar 141,94 %. Dan tingkat upaya keselurahan selema 9 tahun sebesar 92,13 %. Hal ini menunjuldcan bahwa tingkat pemanfaatan perikanan bundes di Kota Tegal sudah melebihi jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sekitar 80 persen dari potensi sumberdaya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12351
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 15:07
Last Modified:30 May 2010 15:07

Repository Staff Only: item control page