PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA ( Studi' Kasus Pelaksanaan Program P4K di di Desa Bugo Keeamatan Wetahan Kabupaten Jepara)

WIJAYANTO, BASUKI (2004) PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA ( Studi' Kasus Pelaksanaan Program P4K di di Desa Bugo Keeamatan Wetahan Kabupaten Jepara). Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3507Kb

Abstract

Poverty in Indonesia is a massive problem and one that will determine success or failure in achieving the Nation Goal: welfare, prosperious and justness. More than a half of the poor live in rural . Rural poor need: legally secure entitlements to assets, especially land and water, and technology, particularly to increase the output and yield of staple foods; opportunities to participate in decentralized resource management; and access to markets and microfinance. Many program organize in Indonesia to reduce poverty, the contously one is Pembinaan Pettingicatan Pendapatan Petani-nelayan Kea (P4K) is a group-based micro enterprise promotion and lending program targeting the rural poor. It is jointly implemented by the Ministry of Agriculture and BRI. The program receives significant financial and management support from the International Fund for Agricultural Development (IFAD), The United Nations Development Program (UNUP), and the Dutch Government. The Asian Development Bank (ADS) is also considering supporting the project. Directly the • program focuses on building tern enterprise skills, providing credit, and promoting savings. In addition, the program attempts to link borrower groups with community activities and social service agencies. The program operates too in Desa Bugo Kecamatan Welahan Kabupaten fepara. is the P4K program be able to reducing pooverty in Bugo village, how far government role policies in rural poverty, there are local community participation in this program and what obstacles found in economic vulnerability empowerment, make up • this aim research Involve the use of reasearch methodology are descriptive- qualitative, pared:pant-observation, induction data analisys and phenomenon approach. The result of this researh stresses that the rural poor, despite their increased vulnerability in a changing world, can overcome their poverty if enabled to do so. While focusing on these themes, the document states that "poverty reduction - and indeed peace, stability and sustainable economic growth -can only be achieved by modifying the unequal power relations that contribute to generating poverty, and by making a conscious cart to enable historically excluded people to exercise their fill potential.' Kemiskinan di Indonesia adakah masalah besar dan sesuatu yang airan mengliambat atau mengganggu datam mencapai tujuan Nasional, kesejaineraan, kemakmuTan dan keadilan. Lebut dart seputift pendudtik miskin ringgai di pedesaan. Penduduk miskin di desa membututilcan pertindtmgan terhadap aset, khususnya matt, air dan teknologi yang dijamin undang-undang, tenuama sekati untuk meningkatkan basil makanan pokok, kesempatan berpartisipasi sebagai sumber daya menejemen dan akses terhadap pasar dan lembaga keuangan miluo. Banyak program dilaksanakan di Indonesia untuk mengurangi kemiskinan, salah sate yang terns berlanjut adalab Pembinaan Peningkatan Pendapatan Pendapatan petani-nelayan Kecil ( P4K), suatu program kelompok yang didasarkan pada pengenalan tediada-p lembaga keuangan mikro dan pinjaman dengan sasaran penduduk miskin di desa Program ini dalam pelaksanaannya merupakan kerjasama antara 'Mewl Pertanian dan Bank Rakyat Indonesia. Program P4K ini mendapat dukungan keuangan dan menejemen dari IFAD, UNDP, ADB dan pemerintah Belanda. Secara Iangsung program ini difokuskan dalam meningkatkan ketrampiIan pengembangan lembaga keuangan mikro, penyediaan kredit dan Wrap gema- menabung. Program ini selanjutnya juga mencoba mengadakan jaringan kepada kelompok peminjam dengan aktivitas masyarakat setempat dan penyukh lapangan Program Int dilaksanakan juga di desa Bugo Kecatnatanlahan Kabupaten Septa. Apakah P4K dapat mengurangi kemiskinan di Desa Hugo, seberapa jauh peran kebijakan pemerintah dalam kemiskinan desa, adakah partisipasi masyarakat dalam program P4K dan kendala apa yang dihadapi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adaledi merupakan tujuan penelitian ini Dalam penelitianiTii metode yang digunakan adakah diskriptilkwalltatit; observasi keikutsertaan; analisis data induksi dan pendekatan tenomena. Hash dart' penelitian adalith babwa kaum miskin pedesaan , meskipun dalam dtmia yang berubah ini ketidak berdayaan mereka meningkat, dapat menariggulangi kemiskinan jika mereka berdaya untuk berbuat sesuatu. Sementera itu tbkus dan kata kunci dan tulisan ini adalah apengurangan kemiskiimn dalam keadaan pertumbuban ekonomi yang damai, stabil, tents menerus hanya dapat dicapai dengan memodifficasi ketidak seimbangan hubungan kekuasaan yang memberikan andil dalarn penyebab kemiskinan , dan dengan membuat upaya secara sadar untuk memtnigkinkan masyarakat yang secara tumn-temurun terkungkung untuk melatin' potensi mereka secara penult" Model pembangunan yang diterapkan Indonesia dan di beberapa negara berkembang lainnya selama ini banyak menemui kegagalan, kemiskinan makin meluas, hat ini karena kurang memperhatikan partisipasi masyarakat dan menempatkan masyarakat sebagai obyek pembangtman, yang temyata mendorong terciptanya struktur ekonomi yang timpang. Hal demildan karena model pembangunan tersebut tidak memberikan kesempatan kepada rakyat miskin untuk ilcut dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut pemiliban, perencanaan dan petaksmaan progran pembangunan. Di Indonesia terdapat 70 jura °tang miskin pada th 1970 atau 60 % penduduk , sedang prosentase keluarga miskin di Kabupaten lepton pada tahun 2001 adalah sebesar 42,29% dart 105540 keluarga. Keluarga miskin desa penelitian Bugo Kecamatan Welahan, cukup tinggi yaitu sebesar 36,31 %. Tingginya jumlah penduduk miskin di desa mendorong pemerintah untuk mengkaji program pembangunan yang timpang selama ini. Dalam rangka mengentaskan kemiskinan, pemerintah berusaha sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan, mengeivarkan program-program pengentassan kerniskinan yang langstmg ditujukan kepada masyarakat diantaranya adalab program pemberdayaan parnasyarakat yang disebut Program Pembinan Peningkatan Pendapatan Penal Nelayan Kecil (P4K) Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa seberapa jauh program P4K dapat memberdayakan petani kecil pecan pemerintah sebagai motivator, dinamisator dan pendorong pembangunan ekonomi masyarakat meiaiui program P4K, Seberapa jauh partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program P4K kendala yang dijumpai dalam proses pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini mat a lain: Kegiatan pendampingan merupakan hat yang sangat dibutuhkan dalam pemberdayaan masyarakat selain partisipasi, dernokrasi, motivasi stimulasi, pembelajaran dan otonorni; petugas pendamping yang tidak mempunyai pengetahuan dan skill yang ses-uai dengan bidang kegiatan kelompok , tidak akan membantu berkembangnya kelompok yang anggotanya lemah; kemajuan antar anggota kelompok dalam satu kelompok yang tidak merata, akan menghambat kemajuan masing-masing anggota kelompok secara optimal.; delapan (8) kelompok berhasil mengakses program P4K sampai dengan Fase 3 ini, lima (5) kelompok tersingkir; otononn pengambilan keputusan yang berleairan dengan penIceindupan .mereka khusuatya yang berhubungan dengan modal, akses jalan mast*, untuk memperinas pemasaran, terbetiur lernattnya kektratas politik untuk membuat stabholders merespon; dan larrangnya perhatian, keterlibatan , keberpihakan pemerintah pusat, propinsi dan daerah terhadap kelompok P4K., menimbulican kahawatiran akan kelmgstmgan usaha kelompok yang belum mandiri bila program ini berakhir.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:12333
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 13:58
Last Modified:30 May 2010 13:58

Repository Staff Only: item control page