EOSINOFILIA PADA PREPARAT DARAH HAPUS PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE

NURINDIRANI, FAUZIA ARIH (2003) EOSINOFILIA PADA PREPARAT DARAH HAPUS PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1337Kb

Abstract

Objective To describe eosinophyl count among DIU cases in Kariadi Hospital and to evaluate eosinophylia with degree of illness, limphocyte count and the cause of disease (primary/secondary infection). Methods. Design of this study is a cross sectional study, with 50 DHF/DSS patients admitted in the Kariadi hospital, commencing Februari 2001. DHF/DSS were diagnosed using WHO criteria (1997). The eosinophyl dan lymphocyte blood smears of DHF/DSS patient were examined at day 0, 2, and 7. The criteria of eosinophylia was 0.4 x 109/L or 3% of total leucocyte count. Patients with history of atopy in the family and helminthiasis investation were excluded. Results. Eosinophyl count in convalescent phase (day 7) was found significantly different from that in acite phase (day 0 & 2) (p = 0.000). There was no significant difference in eosinophyl count according degree of illness, lymphocyte count and the cause of disease (primary/secondary infection) (p > 0.05). Conclusions. Eosinophylia developed during convalecent phase of Dengue Haemorrhagic Fever in both group with and without shock. Suggestions. Further research to elucidate when exactly eosinophylia begin to develope to find out the possibility of using eosinophyl is a marker of convalecent, and to measure Ig E Dengue titer so as to prove the role of Ig E spesific Dengue on severity of Dengue Haemorrhagic Fever. Tujuan. Untulc mengetahui hitung eosinofil pada preparat darah hapus penderita DBD di Rumah Sakit Dokter Kariadi (RSDK) dan untuk mengetahui hubungan eosinofilia dengan fase sakit, derajat sakit, hitung limfosit dan jenis infeksi dengue primer dan sekunder. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sect °nal, dengan 50 penderita DBD yang dirawat di RSDK, mulai Februari 2001. Diagnosis penyakit DBD berdasarkan kriteria WHO (1997). Hitung eosinofil dan limfosit pada preparat darah hapus penderita DBD diperiksa pada hari 0, 2 dan 7. Kriteria eosinofilia adalah 0.4 x 109 /L atau 3% dari total hitung jenis lekosit. Riwayat atopi pada keluarga juga dicatat, dan dilakukan pemeriksaan infestasi cacing. Basil. Didapatkan perbedaan bermakna hitung eosinofil pada saat fase ain't (hari 0 dan 2) diband ngkan fase konvalesen (hari 7) (p < 0.001). Tak didapatkan perbedaan bermakna adanya eosinofilia menurut derajat sakit, hitung limfosit dan jenis infeksi dengue primer dan sekunder (p > 0,05). Kesimpulan. Eosinofilia terjadi pada fase konvalesen penyalcit DBD baik pada kelompok Non SSD maupun SSD. Saran. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui waktu mula nya terjadi eosinofilia pada DBD dan dilakukan pula pemeriksaan subtipe Ig E Dengue spesifik untuk membulctikan bahwa eosinofil dengan Ig E Dengue spesifik dapat digunakan untuk rnemperkirakan tingkat keparahan penyakit DBD.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12309
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 12:39
Last Modified:30 May 2010 12:39

Repository Staff Only: item control page