RESPON KARDIOVASKULER PADA LARINGOSKOPI INTUBASI PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN LIDOKAIN DAN FENTANIL

SUSUASTA, I MADE (2002) RESPON KARDIOVASKULER PADA LARINGOSKOPI INTUBASI PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN LIDOKAIN DAN FENTANIL. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1164Kb

Abstract

Background : Laryngoscopy intubation often provoke a reflex increase in both sympathetic and sympathoadrenal activity, which may result hypertension, tachycardia and dysritmia. In susceptible individuals, especially those with hypertension, intracranial aneurysm, coronary and cerebrovascular disease, the effect of this transient sympathetic respon can evoke life threatening conditions. Many pharmacological techniques have been devised to reduce this responses, including the use of opioids, local anaesthetics, 13-blocker and vasodilating agents. Fentanyl is an alternative agent to reduce cardiovascular responses with minimal side effect. The objective study is to show whatever fentanyl is elective to reduce cardiovascular response to laryngoscopy intubation. Methods : In this randomised, double-blind controlled study, 48 physical status ASA I or II patients undergoing elective surgery under general anaesthesia in Dr. Kariadi Hospital Semarang, were divided into two groups of 24 patients each. Patient in different groups either received 2,0 ug kg-1 fentanyl (group F) or 1,0 mg kgri (group L) as a single bolus intravenous dose before laryngoscopy and intubation. No premedication was given. Induction of anesthesia is thiopentone 5,0 mg kg and vecuronium 0,1 mg , maintained with 50% N20 in oxygen and 1,0 vol% isoflurane. Systolic, diastolic and mean arterial pressure and heart rate were monitored at 13`, 3M and .5m minute after tracheal intubation, and also side effect. Data was analyzed using student t-test and chi-square at significancy level 0,05. Result : There is no significant difference on demografic and preinduction data. Two groups showed increasing cardiovascular responses but increasing of fentanyl group less than lidocaine group. There was significant difference on systolic, diastolic and mean arterial pressure and heart rate on first, third and fifth minute (p < 0,05), except heart rate on fifth minute no significant difference (p > 0,05). The incidence of hypertension was significantly lower in group F than group L. There were no differences in the incidence of hypotension, tachycardia and bradycardia among the two groups. Conclusion : fentanyl 2 ug kg' bolus reduce the cardiovascular response to laryngoscopy intubation is better than lidocaine 1,0 mg kg-1 bolus with minimal side effect. Keywords : fentanyl, lidocaine, cardiovascular, intubation. Latar belakang : Laringoskopi intubasi endotrakhea sering menimbulkan refleks peningkatan aktivitas bails simpatis maupun simpatoadrenal yang menimbulkan hipertensi, takikardi dan disritmia. Pada pasien yang rentan terutama pasien dengan hipertensi, aneurisma intrakranial, coronary and cerebrovascular disease, efek sementara dari respon simpatis ini dapat menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa. Beberapa obat telah dicoba digunakan untuk mengurangi respon ini seperti opioid, obat anestesi lokal, /3-blocker dan vasodilator. Fentanil merupakan obat alternatif untuk mengurangi respon kardiovaskuler, dengan efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah fentanil efektif untuk mengurangi respon kardiovaskuler akibat tindakan laringoskopi intubasi. Metode : Dengan cara random dan tehnik double-blind controlled study, 48 pasien status fisik ASA I atau II yang direncanakan operasi elelctif dengan anestesi umum di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 24 pasien. Setiap pasien pada masing-masing kelompok menerima 2,0 ug/kgBB fentanil (kelompok F) atau 1,0 mg/kgBB lidokain (kelompok L) secara bolus intravena sebelum laringoskopi intubasi. Semua pasien tidak diberikan premedikasi. Induksi dengan pentothal 5 mg/kgBB dan vecuronium 0,1 mg/kgBB, maintenance dengan N20 50% dalam oksigen dan isofluran 1 vol%. Tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan arteri rerata dan laju jantung di catat pada 1, 3 dan 5 menit setelah intubasi, dan juga efek samping Data dianalisa dengan student t-test dan Chi-square dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Basil : Data demografi dan keadaan Idinis awal pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan respon kardiovaskuler, tetapi peningkatan pada kelompok F lebih rendah dibanding kelompok L. Pada menit pertama, ketiga dan kelima setelah intubasi respon kardiovaskuler pada kedua kelompok (sistolik, diastolik, tekanan arteri rerata dan laju jantung) menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0.05), kecuali laju jantung pada menit kelima setelah intubasi berbeda tidak bermakna (p > 0.05). Insiden hipertensi bermakna lebih rendah pada kelompok F dibanding kelompok L. Tidak ada perbedaan bermalma pada insiden hipotensi, takikardi dan bradikardi diantara kedua kelompok. Kesimpulan : fentanil 2 ug/kgBB intravena cukup efektif dan lebih efektif dibandingkan lidokain 1 mg/kgBB intravena untuk mengurangi respon kardiovaskuler pada tindakan laringoskopi intubasi endotrakhea, dengan efek samping yang minimal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12265
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 08:53
Last Modified:30 May 2010 08:53

Repository Staff Only: item control page