KAJIAN FAKTOR SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA DAL AM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN BURUH NELAYAN GILLNET DI KABUPATEN BANTUL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ADENAN, DERMAWAN (2002) KAJIAN FAKTOR SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA DAL AM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN BURUH NELAYAN GILLNET DI KABUPATEN BANTUL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

Gilinet fishermen worker is one of profession as a fisherman widely seen in the village of Poncosari, Srigading, and Parangtritis in the District of Bantulthe Special Territory of Yogyakarta. In doing their activities, there are some barriers and obstacle faced by the gilinet fishermen worker. It resulted in the income level difference among the gillnet fishermen worker in the harvest time, middle-time, and non-harvest time. The factor influencing the income level of gillnet fishermen workers are social, economic, and cultural factors. The purpose of this study is to determine the social, economic and cultural condition of gilinet fishermen worker in the District of Bantul, the income level of gillnet fishermen worker obtained from fishing in the District of Bantul, the effect of social, economic, and cultural factors to the income, and the obstacles faced by the gillnet fishermen worker in the District of Bantul, and the alternatives in the effort to increase the income of gillnet fishermen worker in the District of Bantul. The method used in this study is survey method by choosing the Village of Poncosari, Srigading, and Parangtritis as the study location. The data analysis used is descriptive-qualitative one to analyze the social, economic, and cultural condition and the income level of gillnet fishermen workers. Multiple correlation and partial correlation statistic analysis are used to determine the relationship between independents and dependent variables. The result of study showed that the social, economic, and cultural condition of gillnet fishermen workers in the Village of Poncosari, Srigading, and Parangtritis has been adequate enough, but there are some of them living in the bad condition. These bad conditions are the low education levels of gillnet fishermen workers, and the minimum levels of capability of gillnet fishermen workers to market their product. Those good enough things are that gilinet fishermen workers averagely has a special skill related to fishing activities, and their age is still young and productive. The income level of gillnet fishermen activities in the villages of study in the three seasons, i.e. harvest season, middle season, and non-harvest season is very different. The statistic test using multiple correlation and partial correlation showed that there's a positive and significant relationship between social, economic, and cultural factors in the strong category. The partial correlation test showed that all independent variables correlate positively to the income of gillnet fishermen workers (Y). The independent variables i.e. the time devotion, job experience, and occupation are more dominant to the income level of gillnet fishermen workers. The alternatives to increase the income of gillnet fishermen income in the Village of Poncosari, Srigading, and Parangtritis in the District of Bantul is by entering another job type, increasing the fishing equipments, looking for another market efforts so it will increase their income. Buruh nelayan gillnet merupakan salah satu jenis protest sebagai nelayan yang banyak dijumpal Di Desa Poncosari, Desa Srigading, dan Desa Parangtritis, di Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam menjalankan kegiatannya melaut ada berbagai hambatan dan kendala yang dihadapi oleh buruh nelayan gillnet. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet yakni pada musim panen, musim antara, dan musim paceklik. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet di antaranya faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Penatitian ini bertujuan untuk mengetahui: kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pada buruh nelayan gillnet di Kabupaten Bantul, tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet yang diperoleh dad melaut di Kabupaten Bantul, pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan budaya terhadap pendapatan dan kendala yang dihadapi buruh nelayan gillnet di Kabupaten Bantul, dan alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan buruh nelayan gillnet di Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey di lapangan dengan memilih Desa Poncosari, Desa Srigading, dan Desa Parangtritis sebagai lokasi penelitian. Untuk analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif yakni untuk menganalisis kondisi sosial, ekonomi,dan budaya, serta tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet. Sedangkan analisis statistik korelasi berganda dan korelasi parsial untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi sosial, ekonomi, dan budaya buruh nelayan gillnet di Desa Poncosari, Srigading, dan Desa Parangtritis Kabupaten Bantul, sebagian besar sudah memadai, namun sebagian lainnya masih cukup memprihatinkan. Hal yang dianggap masih cukup memprihatinkan adalah tingkat pendidikan buruh nelayan gillnet yang tergolong rendah, minimnya kemampuan buruh nelayan gillnet untuk pemasaran hash tangkapannya. Sedangkan yang dianggap sudah memadai, bahwa buruh nelayan gillnet rata-rata sudah memiliki ketrampilan khusus yang berhubungan dengan kegiatan melaut, umur masih muda dan produktif. Tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet di desa penelitian pada tiga musim yakni musim panen, musim antara, dan musim paceklik memiliki perbedaan yang tajam. Berdasarkan up statistik dengan menggunakan korelasi berganda dan korelasi parsial, memperlihatkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara faktor sosial, ekonomi, dan budaya dengan kategori hubungan kuat. Sedangkan uji korelasi parsial memperlihatkan bahwa semua variabel independen, berkorelasi secara positif terhadap pendapatan (Y) buruh nelayan gillnet. Variabel-variabel independen yakni curahan waktu, pengalaman kerja, mata pencaharian, lebih dominan terhadap tingkat pendapatan buruh nelayan gillnet. Altematif upaya peningkatan pendapatan buruh nelayan gillnet di Desa Poncosari, Desa Srigading, dan Desa Parangtritis Kabupaten Bantul dilakukan dengan cara menekuni jenis-jenis pekerjaan lain, meningkatkan alat tangkap, mencari bentuk pemasaran lain, sehingga diperoleh pendapatan yang lebih besar.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:12260
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 08:28
Last Modified:30 May 2010 08:28

Repository Staff Only: item control page