ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN DI KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK (Studi tentang Komunikasi, Kemampuan Organisasi dan Pengawasan

ROHMAT, NUR (2002) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN DI KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK (Studi tentang Komunikasi, Kemampuan Organisasi dan Pengawasan. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

A problem that is still be a challenge for Indonesia nowadays is poverty. Poverty is a multi-dimensional problem in development that relates to the social, economy, cultural aspects and others. Therefore, the government attempt to reduce the number of poor people through developmental program, such as Inpres Desa Tertinggal (IDT), followed up with Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Program Pengembangan Kecamatan aims to speed up the solving of the poverty nationally by giving fund for improving the productive business activities and building the means and infrastructure that support the social-economy activities of rural society. Its main purpose are : (1) the increase of social participation in planning, implementing, and continuing the social-economy activities of rural society, (2) the increase of business activity, opportunities of employment, and living-source for rural society, (3) the availability of means and infrastructure for developing the social-economy activity of the society, (4) the increase of the institution's and officials' ability in the rural area and district level to coordinate and empower the society in implementing the developmental program. This research focuses on communication, institutional ability, and control aspects toward the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK) in Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. The research design is explanatory which's have purposes on examining the hypothesis of the causal correlation among communication, institutional ability, and control variables toward the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Statistical methods uses Rank-Kendall's Correlation and Rank-Kendall's Concordance. The survey results found that: (1) there is a significant correlation between communication and the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK) with coefficient correlation is 0,329 by significance level is 95%. (2) there is a significant correlation between institutional ability and the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK). While the significance level is 95%, the coefficient correlation is 0,392, (3) there is a significant correlation between control and the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK) with significance level is 95% and the coefficient correlation is 0,397, (4) Simultaneously, communication, institutional ability and control create a significant correlation toward the implementation of Program Pengembangan Kecamatan (PPK) in Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Its coefficient correlation is 0,666. Dewasa ini masalah yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia adalah masalah kemiskinan. Kemislcinan merupakan masalah dalam pembangunan yang bersifat multi dimensi yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspek laittnya. Oleh karena itu Pemerintah berusaha untuk mengurangi jumlah penduduk miskin tersebut melalui program-program pembangunan masyarakat miskin, antara lain Inpres Desa Tertinggal (IDT) , yang ditindak lanjuti dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Program Pengembangan Kecamatan (PPK) bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara nasional melalui pemberian modal usaha untuk pengembangan kegiatan usaha produktif dan pembangunan prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan sosial-ekonomi pedesaan dengan sasaran pokok yaitu (1) meningkatnya partisipasi masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, dan melestarikan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pedesaan, (2) Meningkatnya kegiatan usaha, lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan, (3) tersedianya prasarana dan sarana bagi pengembangan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat, (4) meningkatnya kemampuan lembaga dan aparat di tingkat desa dan di tingkat kecamatan untuk mengkoordinasikan dan memberdayakan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan. Penelitian ini memfokuskan pada aspek Komunikasi, Kemampuan Organisasi dan Pengawasan terhadap Implementasi Program Pengembangan Kecamatan di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Penelitian ini adalah jenis explanatory yang bertujuan untuk menguji hipotesa-hipotesa tentang adanya hubungan sebab akibat berbagai variabel yang diteliti. Uji hipotesa menggtmakan Korelasi Rank-Kendall's dan Koncordansi Rank-Kendall's, dengan hasil sebagai berikut : (1) Ada hubungan yang signifikan antara Komunikasi dengan Implementasi PPK dengan signifikansi sebesar 95%, dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,329, (2) ada hubungan yang signifikan antara Kemampuan Organisasi dengan Implementasi PPK dengan tingkat signifikansi sebesar 95%. Sementara koefisiensi korelasinya sebesar 0,392, (3) ada hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan Implementasi PPK dengan tingkat signifikansi sebesar 95%, dan koefisiensi korelasi sebesar 0,397, (4) Secara bersama-sama ada hubungan yang signifikan antara Komunikasi, Kemampuan Organisasi dan Pengawasan terhadap Implementasi PPK di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,666. Penelitian ini berawal dari temuan Konsultan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Propinsi Jawa Tanga!' di Bappeda Propinsi Jawa Tengah pada bulan Maret 2002, yang menyebutkan bahwa implementasi PPK di Kabupaten Demak pada Tahun Panama (98/99) dan Tabun Kedua (1999/2000) kurang berhasil. Kondisi ini tercermin dari pertama besarnya tunggakan angsuran untuk kegiatan simpan pinjam, dari total pinjaman Rp. 3.433.795.600,- telah tetjadi tunggakan angsuran sebesar RR 665.908.574,-. Khusus Kecamatan. Wedung besarnya tunggakan angsuran simpan pinjam dari total pinjaman Rp. 515.782.400,- telah terjadi tunggakan angsuran sejumlah Rp. 172.449.250,-. Kedua prasarana fisik yang telah dibangtm misalnya. Bandung Gerak di desa Tedunan dan saluran air di desa Mutih Wetan tidak bennanfaat, karena kondisi bangunanya tidak sempurna. Ketiga, Tidak tersedianya dana untuk pemeliharaan prasarana dan sarana yang rusak, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan semakin membesar. Keempat, kurangnya media komunikasi seperti papan informasi di desa-desa dan lcelima adalah penanganan penyelesaian masalah PPK yang suing terlambat. Mengacu pada temuan selama pra survei, paling tidak terdapat 3 faktor yang diduga menjadi penyebab kurang berhasilnya Implementasi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Demak, khususnya Kecamatan Wedung adalah pertama komunikasi kurang berjalan bait Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa masalah yang ada di desa adalah aib desa sehingga tidak perlu disebarluaskan Ice desa lain. Kedua kemampuan organisasi masih rendah, hal ini disebabkan karena insentif pengelola PPK yang sangat kecil, tidak tersedianya fasilitas misalnya mesin ketik, komputer sehingga menyebabkan sering tedadi keterlambatan dalam pembuatan laporan. Ketiga pengawasan yang masih lemah, hal ini disebabkan karena pengawasan prevrntif masih kurang dan sanksi pelanggaran tidak ditegakkan. Sesuai dengan permasalahan di atas kernudian diadakan analisis untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara Komunikasi, kemampuan organisasi dan pengawasan dengan implementasi PPK di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Hasil pengujian hipotesis melalui analisis konkordansi Kendall's terhadap ketiga variabel independen dengan variabel dependen menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,666 dengan nilai Chi-Square terdapat koefisien sebesar 26,595 dan apabila dikonsultasikan dengan harga tabel dengan tingkat kebenaran 95% maka. nilai Chi-Square tabel adalah 7,82, sehingga harga Chi-Square hitung lebih besar jika dibandingkan dengan harga Chi-Square tabel (26,595 > 7,82). Ini artinya bahwa ada hubungan secara bersama-sama antara variabel komunikasi, kemampuan organisasi dan pengawasan dengan implementasi PPK di Kecamatan Wedung kabupaten Demak. Sedangkan besar pengaruh antara ketiga variabel tars abut terhadap Implementasi PPK adalah 0,44 atau mempunyai pengaruh. sebesar 44% dan sisanya adalah disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:12252
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 07:55
Last Modified:30 May 2010 07:55

Repository Staff Only: item control page