PENILAIAN TINGKAT AMBULASI PENDERITA HEMIPARESIS PASCA STROKE DENGAN FUNCTIONAL AMBULATION CATEGORY (FAC) BAGI YANG MENDAPAT PROGRAM REHABILITASI MEDIK DI RS Dr. KARIADI SEMARANG

WIDAGDA, I MADE (2002) PENILAIAN TINGKAT AMBULASI PENDERITA HEMIPARESIS PASCA STROKE DENGAN FUNCTIONAL AMBULATION CATEGORY (FAC) BAGI YANG MENDAPAT PROGRAM REHABILITASI MEDIK DI RS Dr. KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1900Kb

Abstract

Widagda, I Made. fissesment of level ambulation of post stroke patient using Functional Ambulation Category (FAC) after medical rehabilitation at Dr. Kariadi Hospital in Semarang. Scientific research 2002. Objectives : To find out of characteristic, improvement of ambulation level and standing balance of post stroke patient after ambulation exercises. Design : Pretest — post test one group description. Subjects : Thirty five post stroke patients consisting of men (N=22) and women (N=13) were included in the research consecutively and all of the subjects had been consulted at Medical Rehabilitation Instalation. Location : Neurological Ward and Medical Rehabilitation Instalation at Dr. Kariadi Hospital in Semarang. Periode : March 2002 up to May 2002. Treatment : All subjects, were given ambulation exercise for 2 session (12 x exercises). Subjects were examined before exercise (pre), at the end of session I (mid) and at the end of session 11 (post). Main measurement result : Ambulation level of post stroke patient was assesed using FAC, standing balance posture using standing balance test, muscle strength using muscle test on MRC and muscle tone using Asworth Scale Spasticity. Result : Muscle strength improves significanly from 2.68 f 1.11 to 3.61 t 1.14 (p=0.000) and the standing balance also increases (p=0.000) from 1.61 ± 1.36 to 3.29 ± 0.94. On the other hand, the muscle tone of the paretic limb increases significanly (p =0.000) from 0.29 ± 0.53 to 0.84 ± 0.52 and FAC level improves (p=0.000) from 1.06 ± 1.21 to 3.35 ± 1.43. There is a positive corelation between improvement of muscle strength and FAC (r=0.449) and value of p=0.011 (p < 0.05). However there is no significant corelation between improvement of standing balance to FAC (r=0.284, p=0.121) and improvement of muscle tone (r-0.131, p=0.483) does not significant corelation to FAC where value ofp> 0.05. Conclusion : Ambulation exercise can improve the muscle strength, standing balance, muscle tone and FAC level. Key words : stroke, ambulation exercise, improvement of level FAG. Widagda, I Made. Penilaian tingkat ambulasi penderita hemiparesis pasca stroke dengan Functional Ambulation Category (FAC) bagi yang mendapat program rehabilitasi medik di RS Dr. Kariadi Semarang. Karya ihniah penelitian 2002. Tuivan : Untuk mengetahui karakteristik, perkembangan tingkat ambulasi dan keseimbangan berdiri pada penderita hemiparesis pasca stroke setelah mendapat latihan ambulasi. Hannan : Descriptive one group pretest — post test design. Subyek : Tiga puluh lima hemiparesis pasca stroke yang terdiri dan pria (N=22) dan wanita (N=13) dimasukkan ke dalam penelitian secara konsekutif dan semua subyek telah dikonsultasikan ke Instalasi Rehabilitasi Medik secara tertulis. Tempat : IRNA B1 Saraf dan Instalasi Rehabilitasi Medik RS Dr. Kariadi Semarang. Waktu : iviaret 2002 sampai Mei 2002. Perlakuan : Semua subyek diberikan latihan ambulasi sebanyak 2 session atau (12 x latihan). Subyek dinilai sebelum latihan (pre), akhir session 1 (mid) dan akhir session Il (post). Hasil pengukuran utama : Tingkat ambulasi penderita hemiparesis pasca stroke dinilai dengan FAC, keseimbangan berdiri (posture) dinilai dengan standing balance test, kekuatan motorik dinilai dengan skala kekuatan menurut MRC dan tonus otot dinilai dengan Asworth Scale Spasticity. Hasil : Ternyata kekuatan motorik subyek meningkat secara signifikan dari 2.68 ± 1.11 menjadi 3.61 ± 1.14 (p--0.000) dan keseimbangan berdiri juga bertambah baik secara signifikan (p=0.000) dari 1.61 ± 1.36 menjadi 3.29 ± 0.94. Disamping itu tonus otot yang mengalami paresis juga meningkat secara signifikan (p=0.000) dari 0.29 ± 0.53 menjadi 0.84 ± 0.52 dan level FAC meningkat secara signifikan (p=0.000) dari 1.06 ± 1.21 menjadi 3.35 ± 1.43. Sedangkan hubungan antara selisih kekuatan motorik dengan selisih FAC memiliki korelasi positif (r=0.449) dimana nilai p=0.011 (p < 0.05). Tetapi selisih keseimbangan berdiri (r-0.284, p=0.12I) dan selisih tonus otot (F-0.131, p=0.483) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap FAC dimana nilaip > 0.05. Kesimpulan : Latihan ambulasi dapat meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan berdiri, tonus otot serta level FAC tetapi selisih tonus dan selisih keseimbangan berdiri tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap FAC. Kata kunci : stroke, latihan ambulasi, peningkatan level FAG.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12247
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 May 2010 17:37
Last Modified:29 May 2010 17:37

Repository Staff Only: item control page