PERBEDAAN STATUS GAKI IBU HAMIL DAN TIDAK HAMIL DI KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN PROPINSI JAWA TENGAH

Sudarsono, A. Imbar (2001) PERBEDAAN STATUS GAKI IBU HAMIL DAN TIDAK HAMIL DI KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN PROPINSI JAWA TENGAH. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1817Kb

Abstract

Background : Iodine deficiency disorders (IDD) is a wide spectrum of abnormalities that affect people of all age with the worst influence on pregnant women, foetus and neonatus. During pregnancy very complex metabolic and hormonat changes occur in the maternal - fetal system including the changes of thyroid gland function. Therefore the status of IDD for pregnant women and non pregnant in endemic area are expected to be different, that can be shown by examining the thyroid gland ( by palpation and ultrasonograptry ), urinary excretion of iodine ( US), and serum thyroid stimulating hormone. Objective : This study' was undertaken to determine the status of IDD among pregnant ( PW ) and non pregnant women ( NPW ) in the subdistrict of Buluspesantren, Kebumen Regency, Central Java. Methods : This was a cross-sectional study. 98 respondents was selected by random, then followed by the examination of the thyroid gland by palpation and ultrasonography, urinary excretion of iodine, serum TSH, and thiocyanate concentration in the urine. The status of IDD was then classified according to WHO criteria. Result : in this study it was found that - 1) The mother's Total Goiter Rate ( TGR) of39.7% in 1996 decreased to 9.9% in 2001. 2) The status of IDD ofPW is worse than that ofNPW. it was based on the TGR by palpation parameter (TGR PW=9.4%, TGR NPW=8.9%, p=0.0011), by thyroid ultrasonography (mean PW=5.1±3.9 ml, mean NPW=4.6±3.9 ml, p=0.017), serum TSH data (mean PW=1.4±0,6 1sU/L, mean NPW=1.2±0.6 p.U/L. p=0.015), US (median PW=65.0 mg/di, median NPW=-106.2 mg/di; p = 0.001), and I/SCN ratio data (p=0.003). 3)The status of IDD of pregnant womens differed between the first (FT), second (ST) and third trimester (77) where the status of IDD in the third trimester is worse than that of first and second trimester. It was the based on thyroid gland examination by USG ( mean FT=4.7±1. I ml, ST=4.5±l. I ml, and TT=5.6±1 .1 ml, p=0.0001 resp. ). UEI (median FT=61.4, ST=75.7. TT=65.0, p=0.034 resp.), and l/SCN ratio (p=0.0001). 4) We found that 12,5% of the pregnant women had high risk to deliver cretin with UEI < 25 mg/d1 9,1% of the pregnant women I/SCN ratio < 2). 5) Thiocyanate was found as a goitrogenic-factor that influenced in the subdistrict of Buluspesantren. Conclusions : In this study we found that the status of IDD of pregnant women is worse compared to that of non pregnant women. The status of IDD in third trimester is worse than that of first trimester and second trimester. Thiocyanate was found as a goitrogenic-factor that influenced in the subdistrici of Buluspesantren. Keywords : status of IDD, pregnant, trimester. * Professor of internal medicine. University ofDiponegoro, Semarang, Central Java La tar belakang : Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan spektrum ketidak normalan yang mempengaruhi masyarakat semua golongan dengan pengaruh terburuk pada wanita hamil, fetus dan neonatus. Selama kehamilan perubahan metabolik dan hormonal sangat kompleks lerjadi pada sislem maternal-fetal termasuk perubahan pada fungsi kelenjar liroid. Maka dad status GAKY pada wanita hamil dan non ham!! pada daerah endemis diharapkan akan berbeda. Dimana dapat diternukan dengan menilai kelenjar timid dengan palpasi dan USG, ekskresi yodium urin (UEI) dan serum TSH. Tujuan : Penetitian ini dilakukan untuk menilai status GAKY di antara wanita hamil dan tidak hamil di Kecamatan Butupesantren, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Metode : penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode potong lintang. Dimana 98 responden penelitian dipilih dengan acak kemudian diikuti dengan pemeriksaan kelenjar tiroid dengan palpasi dan USG, pemeriksaan ekskresi yodium dalam urin, serum TSH dan konsentrasi tiosianat dalam win. Status GAKY dikelompokkan herdasarkan kriteria WHO. Nast; :Pada penelitian ini diternukan bahwa : 1) Rata - rata goiter total pada ibu 39,7% pada 1996 menurun ke 9,9% ketika penelitian dilaksanakan pada tahun 2001. 2) Status GAKY ibu hamil (PW) berbeda bermakna dari wanita tidak hamil (NPW) dimana status GAKY wanita hamil lebih jelek daripada wanila lidak hamiL Ini berdasar pemeriksaan kelenjar tiroid dengan parameter palpasi (TGR PW=-9,4%, TGR NPW = 8,9 %, p=0,00I), USG tiroid ( mean PW =- 5,/±3,9m/, mean NPW = 4,6-1 3,9 ml, p-=0.017), serum TSH (mean PW = -1,4±0,6 NPW = 1,2±0,6 AUL, p 0,015), UEI (median PW = 65,0 mg/dl, median NPW = 106,2 mg/d1, p = 0,001) dan rasio (p = 0,003).3) Status GAKY wanita hamil berbeda selama trimester I (FT), II (ST), III (T7) dimana status GAKY trimester Ill lebih jelek daripada trimester I dan II. Ini berdasar pemeriksaan kelenjar tiroid dengan parameter palpasi (mean FT=4,7±.1,1 ml, mean ST = 4,5±1,1 ml, mean TT = S,6±1,1 ml) dan rasio I/SCN (p = 0,0001), UEI ( median FT = 61.4. median ST = - 5,7, median TT = 65,0, p = 0,034), dan rasio I/SCN (p = 0,0001). 4) Kami menernukan bahwa 12,2% dad responden wanita hamit mempunyai risiko tinggi untuk melehirkan kretin terutama pada trimester III (12,2% dad wanita hamit UEI < 25 mg/dl dan 9,1% dad wanita hamil rasio 1/SCN<2 ). 5) Tiosianat diternukan sebagai faktor goitrogenik yang mempengaruhi pada kecamatan Bulupesantren. Kesimpulan : Pada penelitian ini kami menernukan status GAKY wanita hamil lebih jelek daripada wanila tidak hamil dan status GAKY pada trimester III lebih jelek daripada trimester I dan II. Tiosianat diternukan sebagai faktor goitrogenik yang mempengaruhi pada kecamatan Bulupesantren.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12228
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 May 2010 16:46
Last Modified:29 May 2010 16:46

Repository Staff Only: item control page