HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KAPASITAS FUNGSI HATI DENGAN GANG.GUAN TOLERANSI GLUKOSA DAN KADAR INSULIN PUASA PADA PENDERITA SIROSIS HEPATIS

MAHAYANA, G.W. (1999) HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KAPASITAS FUNGSI HATI DENGAN GANG.GUAN TOLERANSI GLUKOSA DAN KADAR INSULIN PUASA PADA PENDERITA SIROSIS HEPATIS. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2563Kb

Abstract

Sudah sejak lama diketahui bahwa hati merupalcan organ tubuh yang sangat penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak berbagai jenis hormon. Metabolisme karbohidrat yang berupa homeostasis glukosa hampir semuanya (60 70 %) dikendalikan oleh hati. Demikian pentingnya peranan hati pada metabolisme karbohidrat sehingga sangat wajar bila pada gangguan fungsi hati misal Sirosis kadar gula darah, mengalami perubahan. Hal ini dibuktikan kekerapan terjadinya gangguan toleransi glukosa pada penderita Sirosis Hepatis (SH) dapat berupa SH dengan DM, SH dengan gangguan toleransi glukosa (GTG). Saat ini ditengarai adanya gangguan toleransi glukosa pada SH oleh karena adanya resistensi insulin dan adanya gangguan terhadap "non oxidative glucose disposal". Secara keseluruhan bukti — bukti saat ini bahwa resistensi insulin terjadi pada post reseptor otot bukannya di hati itu sendiri. Tujuan penelitian : untuk mengetahui bagaimana hubungan kapasitas fungsi hati pada SH berdasarkan Child — Pugh dengan gangguan toleransi glukosa, kadar insulin puasa. Metode penelitian : Cross sectional study, dengan jumlah sample 62 orang. Perbedaan proporsi data para metrik akan dianalisa Chi square test dengan nilai kemaknaan p < 0,05. Uji Anova dilakukan untuk variabel bebas yang nominal dan variabel tergantung yang numerik, sedangkan hubungan antar dua variabel numerik dihitung dengan koefisien korelasi Pearson kemudian dicari nilai P — nya. Berdasarkan uji Anova tidak berbeda bermakna antara insulin puasa dengan SH dengan DM SH dengan GTG, SH dengan TGN, dengan p = 0,707. Demikian juga antara kadar insulin puasa dengan Child Pugh A,B,C tak ada beda bermakna dengan p = 0,141. Sedangkan kadar insulin puasa dengan asites ternyata ada beda yang bermakna dengan p = 0,0007. Ada hubungan yang ringan antara insulin puasa dengaill kadar gula darah puasa dan ada beda bermakna dengan = 0,036; p = 0,05, r = 0,231 dan setelah dihitung dengan terdapat persamaan antara gula darah puasa dengan insulin puasa Y = 96,34 + 0,68 X. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara kapasitas fungsi hati berdasarkan Child Pugh dengan gangguan toleransi glukosa (SH dengan DM, SH dengan GTG, SH dengan TGN) dengan kadar insulin puasa. Adanya hiperglikemia dan hiperinsulinemia.pada penderita Sirosis I-lepatis. Sudah sejak lama diketahui bahwa hati merupalcan organ tubuh yang sangat penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak berbagai jenis hormon. Metabolisme karbohidrat yang berupa homeostasis glukosa hampir semuanya (60 70 %) dikendalikan oleh hati. Demikian pentingnya peranan hati pada metabolisme karbohidrat sehingga sangat wajar bila pada gangguan fungsi hati misal Sirosis kadar gula darah, mengalami perubahan. Hal ini dibuktikan kekerapan terjadinya gangguan toleransi glukosa pada penderita Sirosis Hepatis (SH) dapat berupa SH dengan DM, SH dengan gangguan toleransi glukosa (GTG). Saat ini ditengarai adanya gangguan toleransi glukosa pada SH oleh karena adanya resistensi insulin dan adanya gangguan terhadap "non oxidative glucose disposal". Secara keseluruhan bukti — bukti saat ini bahwa resistensi insulin terjadi pada post reseptor otot bukannya di hati itu sendiri. Tujuan penelitian : untuk mengetahui bagaimana hubungan kapasitas fungsi hati pada SH berdasarkan Child — Pugh dengan gangguan toleransi glukosa, kadar insulin puasa. Metode penelitian : Cross sectional study, dengan jumlah sample 62 orang. Perbedaan proporsi data para metrik akan dianalisa Chi square test dengan nilai kemaknaan p < 0,05. Uji Anova dilakukan untuk variabel bebas yang nominal dan variabel tergantung yang numerik, sedangkan hubungan antar dua variabel numerik dihitung dengan koefisien korelasi Pearson kemudian dicari nilai P — nya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:12202
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 May 2010 15:31
Last Modified:29 May 2010 15:31

Repository Staff Only: item control page