EFEKTIVITAS FLAVONOID TERHADAP INSUFISIENSI VENA KRONIK PADA VARISES TUNGKAI

MALIK, DIAH ADRIANI (1999) EFEKTIVITAS FLAVONOID TERHADAP INSUFISIENSI VENA KRONIK PADA VARISES TUNGKAI. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2179Kb

Abstract

Varicose leg veins are dilated, tortuous and elongated superficial veins with incompetent valves. Chronic venous hypertension in the lower extremities will increase venous diameter, leading to valvular insufficiency. Weak and incompetent valves, can be the trigger factor that are able to change vein hemodynamic, leading to varicose veins. Multiple predisposing factors play an important role in the development of varicose veins, including hereditary factors, pregnancy, hormonal influences, prolonged standing, obesity, age and physical factors. According to the clinical features, varicose leg veins may be divided into truncal, reticular, capillar veins. On the other hand, based on the severity, varicose leg veins are classified into 4 stages, namely stage I, II, III and IV. Varicose leg veins are a cutaneous manifestation of chronic venous insufficiency (CVI). CVI is defined as an abnormally functioning venous system due to venous valvular incompetence, with or without associated outflow obstruction, which may affect the superficial and deep venous systems, or both. The management of varicose leg veins are conservative and / or surgical methods. It depends on the general condition, patient's age, stage of the disorder, predisposing factors and hemodynamic evaluation of the venous system. They should not only relieve pain, promote venous function, achieved cosmetic improvement and preventing complications, but also to improve the patient's quality of life. Varises tungkai adalah vena superfisial yang mengalami dilatasi, pemanjangan dan berkelok kelok dengan fungsi katup yang abnormal. Hipertensi vena kronis pada ekstremitas bawah akan meningkatkan diameter vena, dan menimbulkan insufisiensi katup. Katup yang lemah atau tidak berfungsi dapat merupakan faktor pencetus yang mengubah hemodinamik vena sehingga terjadi varises. Banyak faktor yang mempengaruhi dan berperan bagi terbentuknya varises tungkai, diantaranya faktor keturunan, kehamilan, hormonal, berdiri lama, obesitas, usia serta faktor fisik. Berdasarkan gambaran klinis, varises tungkai dibagi menjadi varises trunkal, varises retikular dan varises kapiler, sedangkan berdasarkan berat ringannya terdapat 4 stadium, yaitu stadium I, II, III dan IV. Varises tungkai merupakan manifestasi kutaneus dari Insufisiensi Vena Kronik (IVK). IVK adalah suatu keadaan gangguan fungsi sistem vena disebabkan oleh inkompetensi katup, berhubungan atau tidak dengan obstruksi, dapat mengenai sistem vena superfisial, vena profimda atau keduanya. Penatalaksanaan varises tungkai dapat berupa konservatif dan / atau pembedahan, tergantung keadaan umum penderita, usia, berat ringannya penyakit, faktor predisposisi, evaluasi hemodinamik sistem vena. Penatalaksanaan bukan hanya ditujukan untuk menghilangkan keluhan, memperbaiki fungsi vena, perbaikan kosmetik dan mencegah komplikasi, tetapi juga untuk memperbaiki kwalitas hidup penderita. Akhir akhir ini telah dilakukan pendekatan farmakologi yang lebih rasional sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan konservatif IVK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas flavonoid terhadap pengobatan IVK pada varises tungkai. Penelitian dilakukan dalam waktu 4 bulan (Januari — April 1999) dengan menggunakan metode "one group pre and post test design". Penelitian ini diikuti oleh 40 penderita terdiri dan 28 wanita dan 12 pria, berusia 20 — 60 tahun, yang menderita varises tungkai stadium II — III dan memenuhi lcriteria penelitian. Pengobatan yang diberikan adalah mikronisasi fraksi flavonoid (Ardium®) dosis 2 tablet (1000 mg) oral setiap pagi selama 2 bulan. Evaluasi dilakukan sebelum pengobatan, dilanjutkan pada masing masing had ke 14, 28, 42 dan 56, dengan menilai gejala subyektif, tanda obyelctif sena efek samping yang timbul. Pengumpulan data dilakukan melalui : a. Anamnesis riwayat penderita b. Pemeriksaan Minis c. Pemeriksaan laboratorium darah d. Pemeriksaan fungsi vena dengan Photoplethysmography (PPG) dan Strain-gauge plethysmography untuk mengukur Refilling Time (1(T) dan kapasitas vena. Hasil penelitian : 1. Terdapat perbedaan yang sangat bermakna (p < 0,01) antara sebelum dan setelah pengobatan pada keluhan rasa lelah, rasa berat, rasa terbakar dan keluhan lcramikaku pada betis. 2. Terdapat perbedaan yang sangat bermakna (p < 0,01) antara sebelum dan setelah pengobatan pada perbaikan derajat insufisiensi vena, IVK derajat ringan mengalami penyembuhan yang lebih baik dibandingkan IVK derajat sedang (p = 0,004 ). 3. Varises stadium II mengalami perbaikan derajat IVK yang lebih besar dibandingkan pada varises stadium III (p = 0,008). 4. Respon pengobatan dengan kriteria sangat baik adalah 65%, kriteria baik 25% dan sedang 10%. 5. Efek samping berupa mual dan /atau nyeri lambung terdapat pada 6 penderita yang swasima. Tidal( ada perbedaan yang bermakna dad hasil laboratorium darah sebelum dan sesudah penelitian.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12198
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:29 May 2010 15:14
Last Modified:29 May 2010 15:14

Repository Staff Only: item control page