PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP KADAR LIPID DAN PERKEMBANGAN LESI ATEROSKLEROTIK PADA AORTA ABDOMINALIS TIKUS WISTAR (The Effects ofDietaryMorinda Citrifolia Extract on The Lipid Serum Levels and The Progression of Abdominal Aortic Atherosclerotic' Lesions of Wistar) PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIK (A laboratory experimental study)

Oktaviyanti, Ika Kustiyah (2003) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP KADAR LIPID DAN PERKEMBANGAN LESI ATEROSKLEROTIK PADA AORTA ABDOMINALIS TIKUS WISTAR (The Effects ofDietaryMorinda Citrifolia Extract on The Lipid Serum Levels and The Progression of Abdominal Aortic Atherosclerotic' Lesions of Wistar) PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIK (A laboratory experimental study). Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2090Kb

Abstract

Background : Morinda citrifolia (Mc) which has been used for anti atherogenic agent, has no significant background, but there was only some empiric data and case study. This study was aimed to prove the effects of Mc to the serum lipid profile and inhibiting of abdominal aortic wall-thickness progression of Wistar. Method : The randomized post-test control group was chosen as a research design. The object of the study was 28 Wistar, divided into 7 groups. All of the groups were treated differently. Group I treated with standard diet; Group II, 111,IVV VI and VII injected by 0,006 mg adrenaline on the first day, followed by daily egg yolk dietary on the dm days. Group IV V VI and VII followed by 50 mg/day Mc. On the day 15th groups I and II were terminated, otherwise group IV and VI were terminated on the day366 and group III, V and VII wens, terminated on the day 57m. Each group was examined the lipid profile, foam cells and the thickness of abdominal aortic wall were measured Data were analyzed by Univariate Analysis, Kruskal-Wallis and Man-Whitney test for differentiation, followed with Spearman correlations test. Results: the study showed that mean of LDL in group III was the lowest (84.5+15.34) than control and other treated group. The mean offbam cells in group VII was the lowest (23.5+22.05), among other groups, and in group III was higer(135.75+49.76) than other treated group. The mean percentages of the aortic wall thickness in group VII was the lowest (46.88+18.75) among control and other treated group. Conclusion : The Mc dietary had a slight decreasing effect of LDL and triglyceride, and increasing HDL in Hypercholesterolemic condition, The Mc dietary also decreased the foam cells and the abdominal aortic thickness of wistar. There was not significantly difference on lipid profile, foam cells and abdominal aortic thickness in 3 and 6 weeks of Mc extract administratio, but there are the trends of decreased on 6 weeks. There was significantly difference in total cholesterol, LDL, HDL in Mc extract dietary plus egg yolk group, compared to the group that had no egg yolk dietary, as well as there was any decreasing-trend in foam cell, and the abdominal aortic wall thickness. Keyword : Morinda citrifolia,egg yolk,lipid profile foam cells, abdominal aortic thickness aterogenesis lebih banyak berdasarkan pengalaman klinis maupun studi kasus, namun tidak ada data eksperimental ilmiah yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak mengkudu terhadap penurunan kadar lipid darah dan penghambatan perkembangan lesi aterosklerotik pada aorta abdominalis tikus Wistar. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah Randomized Post-test Control Group, 28 tikus jantan Wistar, 20 minggu, bobot badan antara 180-200 gram, sehat, aktivitas dan tingkah laku normal, diberi pakan standar AIN-93 M serta minum secara ad libitum, dibagi acak menjadi 7 kelompok. Tikus kelompok I (kontrol) hanya diberi pakan standar. Tikus kelompok II, III, IV, V,VI dan VII diinjeksi adrenalin bitatras 0,006 mg/200 gram BB i.v pada hari pertama, dilanjutkan diet 5 gram kuning telor (KT) per sonde/hari di hari ke-2 sampai ke-14 seperti metode Constantinides yang dimodifikasi. Tikus kelompok I dan II ditenninasi pada hari ke-I5. Kelompok III mendapat diit KT dan pakan standar sampai hari ke 56. Selanjutnya ketompok IV,V,VI dan VII mendapatkan ekstrak mengkudu dengan dosis 50mg lewat sonde lambung mulai hari ke-15. Tikus kelompok IV dan V diberi mengkudu, kuning telor dan diet standar sampai hari ke 35 untuk kelompok IV, serta sampai hari ke-56 untuk kelompok V. Sementara ketompok VI dan VII hanya mendapat mengkudu dan pakan standar tanpa kuning telor sampai hari ke-35 untuk kelompok VI dan sampai hart ke-56 untuk kelompok VII. Tikus diterminasi pada hari ke-36 untuk kelompok IV dan VI, serta hari ke-57 untuk kelompok III, V dan VII. Pada akhir penelitian, tikus didekapitasi dan dilakukan pemeriksaan; profit lipid (kotesterol total, LDL, HDL dan trigliserida) penghitungan jumlah sel busa; pengukuran ketebalan dinding aorta abdominalis yang diukur dengan ocular micrometer. Data diolah dengan menggunakan SPSS for Windows Release 11.0. Analisis univariat untuk menghitung mean. Dilakukan uji Kruskal-Wallis dan Wilcoxon Runk Sum antar kelompok serta uji korelasi Spearman Hasil : Rata-rata kadar LDL kelompok III paling tinggi (84,5+14,34), dibandingkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan lain. Uji beda kadar LDL dalam ketompok perlakuan p=0,011. Rata-rata jumlah sel busa kelompok VII 23,5+22,05, paling rendah dibandingkan kelompok perlakuan lain. Jumlah sel busa kelompok IIi 135,75+49,76 lebih tinggi dibanding kelompok perlakuan yang lain. Rata-rata prosentasi penebalan dinding aorta kelompok VII 46,88±I8,75, atau paling rendah dibandingkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan lain. Kesimpulan : Ekstrak mengkudu dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserid, meningkatkan kadar HDL serum tikes wistar, serta dapat mengurangi jumlah se] busa dan menurunkan ketebalan dinding aorta abdominalis. Terdapat kecenderungan menurun pada profit lipid darah, jumlah set busa dan ketebalan dinding aorta abdominalis tikus wistar pada pemberian ekstrak mengkudu dengan jangka waktu 6 minggu dibanding 3 minggu. Terdapat perbedaan bermakna pada kadar kolesterol total, LDL dan HDL pada kelompok yang diberi mengkudu dengan kuning telor masih diberikan dibanding dengan kuning telor tidak diberikan lagi, sena terdapat kecendeningan menurun meskipun tidak didapatkan perbedaan bermakna terhadap jumlah sel busa dan ketebalan dinding aorta Kata kunci : Mengkudu, kuning telur, profit lipid, sel busa, ketebalan dinding aorta

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Biomedical Science
ID Code:12162
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 14:46
Last Modified:28 May 2010 14:46

Repository Staff Only: item control page