KAJIAN PERUBAHAN PADA PASCA HUNI PEMBANGUNAN PERUMAHAN OLEH MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KELURAHAN SANGKRAH KOTA SURAKARTA

I SUSETYO, GUNAWAN BUD (2002) KAJIAN PERUBAHAN PADA PASCA HUNI PEMBANGUNAN PERUMAHAN OLEH MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KELURAHAN SANGKRAH KOTA SURAKARTA. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3004Kb

Abstract

In 1990s Surakarta Local Government has consolidated land in formerly illegal slump housing area. It covers 0.35 ha that was dwelling by 110 households in Sangkrah village. Lots were rearranged and then local roads, drainage and public toilets were made. And then the dwellers built their own houses in accordance with their each economics, that commonly are below simply houses standard that are health and proper. In 2002 the condition seemed changes. Physically houses quality average improved much better and the condition of house environment looked clean, neat and green enough. The question was proposed in this study is how far physically houses changes, societies, and economics of the dwellers in the arranged area as well as what factors influencing the changes? To study the above phenomena, this research used descriptive statistic method by using the qualitative and quantitative methods. The conclusions are (1) illegal and slump housing arrangement in Sangkrah village has impacts toward physically house changes i.e. 38 % of the dwellers changed their floors, 19 % changed their walls, and 15 % changed their roofs. The phenomena of the low degree of the physically house changes caused by the low income and quality of their human resources in the area. This study found that the mean factor influencing the changes are age factor in which the trend of the dwellers having ages between 31 and 46 years old are having more affords in meeting physically house quality than the dwellers having ages between 63 and 80 years old. Based on the factors it showed that productive ages in the arranged area have potencies to be developed for the house environment progress in the area in the future. (2) illegal and slump house arrangement in Sangkrah village in Surakarta City has impacts towards social changes. The impacts can be seen on the type changes of the dweller houses where the rate is 6 % i.e. the changes of the type- 45 houses. Even though based on the phenomena the degree of the social change shows that in the period after house development , the dwellers were not much changed toward their houses. And as the study on the physically house changes, the prominent influencing house type changes are age factors where the dwellers having ages of between 31 and 46 years old are actually more affordable to change their house types compare to older-age groups. Once more time the facts showed that productive ages in the arranged area have potencies to be developed for the house environment progress in the area in the future. (3) the illegal and slump house arrangement in the Sangkrah Village in Surakarta City has broken out the impacts on the economic of the dwellers. The impacts can be seen from the changes of the dweller income L e. 14 %. Even though, based on the phenomena of the degree of the economic changes showed that the period of after house development are not many changes on the dweller incomes. However, one potency should be seen in the case of the degree of the income changes of the dwellers is youth age or productive factor influencing economic changes in the area so that in the future there is hope if there are training on the working skill and income improvements. The future will be much better than this condition. Recommendations on this study are needed to train on the working skill and economic improvement especially on the young-age or productive dwellers in the area. In addition, in the illegal and slump house arrangement program in the urban area having similar characteristics with the case of the Sangkrah village seems to be followed by training on the dweller economic aspects so that physically house changes, social and dweller economies will more improve. Pemerintah Kota Surakarta pada sekitar tahun 1990-an telah melaksanakan konsolidasi lahan di belcas permukiman liar dan kumuh. Konsolidasi lahan tersebut meliputi kawasan seluas 0,35 hektar yang dihuni oleh 110 kepala keluarga di Kelurahan Sangkrah. Kapling-kapling penghuni diatur kernbali, kemudian dibuatkan jalan lingkungan, drainase dan MCK Umum, selanjutnya penghuni membangun sendiri rumahnya sesuai kemampuan ekonomi mereka masing-masing (yang pada umumnya masih dibawah standar rumah sederhana yang layak dan sehat). Kondisi pada tahun 2002 nampak terjadi perubahan. Kualitas fisik rumah penghuni rata-rata meningkat lebih balk, dan kondisi lingkungan permukiman terlihat bersih, rapi, dan cukup hijau. Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam studi ini adalah, sejauhmana perubahan fisik perumahan, sosial, dan ekonomi penghuni di kawasan penataan, serta faktor faktorapa yang mempengaruhi perubahan tersebut? Untuk mengkaji fenomena di alas, penelitian ini menggunakan metoda penelitian statist& deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif Kesimpulan penelitian ini adalah (I) Penataan permukiman liar dan kumuh di Kelurahan Sangkrah Kota Surakarta telah membawa dampak terhadap perubahan fisik rumah penghuni, berupa tingkat perubahan sedang sebesar 38 % pada komponen lantai, tingkat perubahan sangat tinggi sebesar 19 % path komponen tinggi dinding tembok, dan tingkat perubahan sedang sebesar 15 % pada komponen rangka atap. Fenomena rendahnya tingkat perubahan fisik rumah di kawasan penataan tersebut karena disebabkan oleh masih lemahnya tingkat pendapatan penghuni serta rendahnya kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut. Meskipun begitu kajian penelitian ini menemukan bahwa yang menonjol yang mempengaruhi perubahan fisik rumah adalah faktor usia, dimana kecenderungan penghuni yang berusia antara 31 - 46 tahun ternyata lebih mampu dalam memenuhi kualitas fisik rumahnya dibanding kelompok usia antara 63 - 80 tahun. Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan bahwa usia produktif di kawasan penataan mempunyai potensi yang dapat dikembanglcan bagi kemajuan lingkungan permukiman di kawasan tersebut dimasa-masa mendatang. (2)Penataan permukiman liar dan kumuh di Kelurahan Sangkrah Kota Surakarta telah membawa dampak terhadap perubahan sosial. Dampak tersebut dapat dilihat pada perubahan tipe rumah penghuni, dimana yang paling menonjol adalah tingkat perubahan sangat tinggi sebesar 6 %, yairu perubahan rumah ke ripe 45 . Meskipun begitu, berdasarkan fenomena tingkat perubahan sosial tersebut menunjukkan bahwa dalam periode pasca pembangunan perumahan, penghuni tidak banyak melakukan perubahan terhadap ripe rumahnya. Dan sebagaimana halnya pada kajian perubahan fisik rumah, maka yang menonjol yang mempengaruhi perubahan ripe rumah adalah faktor usia, dimana kecenderungan penghuni yang berusia antara 31 - 46 tahun ternyata lebih mampu dalam merubah ripe rumahnya dibanding kelompok usia yang lebih ma. Maka sekali lagi fakta menunjukkan bahwa usia produktif di kawasan penataan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan bagi kemajuan lingkungan permukiman di kawasan tersebut dimasa-masa mendatang. (3)Penataan permukiman liar dan kumuh di Kelurahan Sangkrah Kota Surakarta telah membawa dampak terhadap perubahan ekonomi penghuni. Dampak tersebut dapat dilihat dari tingkat perubahan pendapatan penghuni, yaltu tingkat perubahan sedang sebesar 14 %. Meskipun begitu, berdasarkan fenomena tingkat perubahan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa dalam periode pasca pembangunan perumahan, tidak banyak terjadi perubahan terhadap tingkat pendapatan penghuni. Namun satu hal potensi yang perlu dilihat dalam kasus tingkat perubahan pendapatan penghuni adalah bahwa, faktor usia muda/prodidaif mempengaruhi perubahan ekonomi di kawasan tersebut. Sehingga ada harapan dimasa mendatang bahwa apabila ada pembinaan terhadap aspek peningkatan ketrampilan kerja dan peningkatan ekonomi penghuni maka kondisi ke depan akan lebih baik dibanding mat ini. Rekomendasi dare penelitian ini adalah perlu dictdakan pembinaan terhadap peningkatan ketrampilan kerja dan peningkatan ekonomi, khususnya kepada penghuni yang masih berusia muda/produktif di kawasan tersebut. Disamping itu, dalam program penataan permukiman liar dan kumuh di wilayah perkmaan, yang karakteristiknya mirip dengan kasus di Kelurahan Sangkrah, nampaknya perlu diikuti dengan pembinaan terhadap aspek ekonomi penghuni, sehingga perubahan fisik rumah, sosial clan ekonomi penghuni akan lebih meningkat lagi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:12150
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 13:41
Last Modified:28 May 2010 13:41

Repository Staff Only: item control page