FUNGSI JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG PADA MALAM HARI DITINJAU DARI ASPEK KENYAMANAN DAN VISIBILITAS PENGGUNANYA

TISNANINGTYAS, ESTI YULITRIANI (2002) FUNGSI JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG PADA MALAM HARI DITINJAU DARI ASPEK KENYAMANAN DAN VISIBILITAS PENGGUNANYA. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Mb

Abstract

Area of Simpang Lima Semarang has developed since shopping center of CBD Johar had been moved into the area. The area of Simpang Lima Semarang has been e recreational area and Land Mark for this city. The pedetrian way in the Simpang Lima is a part of the urban design, but this way is not optimally used by pedestrians at night. In the night, the pedestrians tend to walk in the edge od the road. The condition is primarily caused by usage of the pedestrian way by the street vendors who sell their merchandises from afternoon until night. Research on the function of Pedestrian Way in The Area of Simpang Lima Semarang in The Night. Viewed From Aspects on Comportability and Visibility of its Users is aimed to find out the' pedestrian condition view from visibility and comfortability aspects, to discover the behavior of the pedestrians in using the pedestrian way, to find out properties of the pedestrian way demanded by pedestrian to fulfill such attribute demands. By means of the behavioral theory, interaction between human and their enviroment, this research wascarried out by using an approach " Phenomenologic — Rationalistic ". The behavioral study was performed by means of Behavioral Mapping Method where information an phenomena of a group of people related to the spacial system can be obtained. Data of the research were gatherred into 2 ( two ) ways, field observation and interview with respondent and then analyzed by the content anlysis Observation the pedestrian way in the area of Simpang Lima set for forth six zones assumed representing the existing problems. Results of field research show that the main motivation borne by the pedestrians in the Simpang Lima area in the night is to have leisure time , recreation and shopping This is related to the night which is a leisure time after working whole day. Usage of the pedestrian way in the Simpang Lima area more intended to cross to the buildings. Meanwhile to move from one zone to another zone the pedestrians prefer to use the edge of the road to circulation . Aspects of comportability are connected to capacity , condition and completeness of the pedestrian way, lay out of the street vendor and street furniture on the pedestrian way. Aspects of visibiltiy are connected to the visibility on theobsevation object connected to activities of recreation , having leisure time , and usage of the pedestrian way by the street vendors . Besides being influenced by both aspects, usage of the pedestrian is also affected by lighting condition in the night, ang usage of edge of the road to be parking lot and so on. Nearly all pedestrian ways in the Simpang Lima area do not function as the activity means for the pedstrians primarily to be circulation and nearly all of them do not met aspects of comfortability and visibility. Kawasan Simpang Lima Semarang berkembang dengan sejak pusat keramaian CBD Johar dipindahkan ke Simpang Lima. Kawasan Simpang Lima Semarang menjadi kawasan rekreasi selain menjadi Land Mark kota Semarang. Jalur pedestrian di Simpang Lima merupakan bagian dari perancangan kota, tetapi pada malam hari pejalan kaki bel um memanfaatkannya secara merata. Pejalan kaki di Simpang Lima pada malam had cenderung berjalan di tepi jalan jalan. Keadaan ini yang utama disebabkan pemanfaatan jalur pedestrian oleh pedagang kaki lima pada sore hingga malam hari. Penelitian tentang Fungsi Jalur Pedestrian Di Kawasan Simpang Lima Semarang Pada Malam Hari Ditinjau Dad Aspek Kenyamanan dan Visibilitas Penggunanya bertujuan untuk mengetahui kondisi pedestrian ditinjau dari aspek kenyamanan dan visibilitas, mengetahui perilaku pejalan kaki dalam memanfaatkan jalur pedestrian , mencari properti jalur pedestrian yang diinginkan pejalan kaki untuk memenuhi tuntutan atribute tersebut. Dengan menggunakan teori perilaku, interaksi antar manusia dengan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan " Fenomenologis Rationalistic". Studi perilaku dilakukan dengan menggunakan Metode Pemetaan Perilaku, dimana dengan menggunakan metode ini dapat diperoleh suatu informasi tentang fenomena perilaku kelompok orang yang dihubungkan dengan sistem ruang. Data penelitian dikumpulkan dalam 2 (dua) cara, yaitu pengamatan lapangan dan wawancara dengan responden dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan kesamaan isi. Pengamatan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima ditetapkan enam zona yang dianggap mewakili dari permasalahan yang ada Dad basil penelitian dilapangan memperlihatkan motivasi utama pejalan kaki berjalan-jalan di kawasan Simpang Lima pada malam had adalah untuk berekreasi, bersantai, berjalan-jalan santai, berbelanja. Hal ini terkait dengan waktu malam hari yang merupakan waktu untuk bersantai setelah bekerja. Pemanfaatan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Semarang lebih banyak untuk melintas menuju ke bangunan. Sedangkan untuk bergerak dari satu zona ke zona lain pejalan kaki lebih banyak memanfaatkan tepi jalan untuk sirkulasi. Aspek kenyamanan terkait dengan kapasitas, kondisi dan kelengkapan jalur pedestrian, lay out PKL dan street furniture di jalur pedestrian. Sedangkan aspek visibilitas terkait dengan jarak terhadap obyek pengamatan yang terkait dengan aktifitas berekreasi, berjalan santai, pemanfaatan jalur pedestrian oleh PKL . Pemanfaatan jalur pedestrian selain dipengaruhi kedua aspek tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi penerangan pada malam hari, pemanfaatan tepi jalan untuk parkir dan sebagainya. Hampir semua jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima tidak berfungsi sebagai wadah aktifitas pejalan kaki terutama untuk sirkulasi. Hampir semua jalur pedestrian tidak memenuhi aspek kenyamanan kecuali jalur pedestrian jalan Pandanaran . Dan hampir semua jalur pedestrian tidak memenuhi aspek visiibilitas kecuali jalur pedestrian Jalan Gajah Mada sisi timur.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12143
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 May 2010 13:11
Last Modified:28 May 2010 13:11

Repository Staff Only: item control page